Apa itu Konsultasi Bedah Tangan?

Bedah tangan adalah bidang kedokteran dan pembedahan yang menangani perawatan gangguan kesehatan, cedera, infeksi dan penyakit yang menyerang tangan. Tangan adalah salah satu bagian tubuh terpenting karena mengandung banyak saraf yang kaya akan informasi koordinasi panca indera. Tangan juga merupakan bagian yang cukup rumit untuk di operasi karena terdapat banyak saraf, pembuluh darah, tulang, jaringan dan otot.

Konsultasi bedah tangan, khususnya yang bukan dilaksanakan pada situasi darurat, bertujuan untuk memberi penjelasan pada pasien mengenai risiko, komplikasi dan manfaat dari prosedur bedah yang di rekomendasi dokter. Dalam konsultasi, dokter akan menjelaskan kompleksitas teknik bedah yang akan digunakan dan bagaimana prosedur bedah yang diiringi perawatan dapat mengembalikan fungsi tangan seperti semula.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Tangan dan Hasil yang Diharapkan

Sebelum menjalani operasi, pasien harus mengikuti konsultasi pra-bedah. Pasien yang menjalani bedah tangan adalah orang-orang yang mengalami cedera, gangguan atau penyakit memengaruhi fungsi dan gerakan tangan, seperti:

  • Cedera tangan, termasuk tingkat keparahan cedera yang mengharuskan amputasi tangan atau jemari, dan penyambungan jari (replantasi).

  • Sindrom lorong karpal, adalah kerusakan di mana saraf median tangan terhimpit karena tekanan. Saraf ini kemudian pindah dari pergelangan tangan ke terowongan karpal sehingga menyebabkan nyeri ringan hingga berat, geli dan mati rasa. Pada kondisi parah, nyeri dapat menyebar ke bagian lengan bawah dan pundak. Orang yang memiliki risiko terhadap penyakit ini, yaitu mereka yang mengidap diabetes, obesitas, kehamilan, serta yang memiliki hipotiroidisme dan diameter terowongan karpal yang tidak normal.

  • Carpometacarpal bossing, yaitu munculnya benjolan kecil yang tidak bergerak pada tulang. Kondisi ini seringkali terjadi pada tulang sendi yang menghubungkan tulang metacarpal dan carpal – dikenal sebagai tulang sendi carpometacarpal. Tulang sendi ini akan membengkak dan tampak seperti benjolan pada pergelangan tangan. Walaupun tidak terasa nyeri dan tidak menganggu fungsi serta pergerakan tangan, namun kondisi ini umumnya membuat pasien khawatir dan mengira benjolan ini sebagai kista ganglion.

  • Artritis reumatoid, adalah gangguan autoimun kronis yang menyerang berbagai persendian tubuh, termasuk pada tangan. Seperti carpometacarpal bossing, gejala utama gangguan ini adalah tulang sendi membengkak yang terasa nyeri dan kaku, sehingga dapat mengganggu mobilitas dan fungsi tangan. Pembengkakan dapat menjalar ke pergelangan tangan dan menyebabkan gangguan kesehatan lain, seperti anemia dan peradangan pada organ tubuh utama, seperti paru-paru dan jantung.

  • Kontraktur Dupuytren, disebut juga sebagai penyakit Viking atau or morbus Dupuytren. Penyakit ini dapat menyerang beberapa bagian tubuh, namun kontraktur biasanya terbentuk pada jemari, sehingga jari menjadi bengkok ke arah telapak tangan, tidak lentur serta tidak bisa diluruskan. Kondisi ini dapat terjadi pada jari manapun, walaupun seringkali ditemukan pada jari manis dan kelingking.

  • Cacat tangan bawaan, kondisi yang telah ada sejak pasien lahir. Para ahli percaya bahwa cacat tangan dapat mengganggu proses belajar dan perkembangan anak, karena kondisi ini akan membatasi sistem koordinasi panca indera terhadap lingkungan. Tingkat cacat bawaan dimulai dari cacat ringan (susunan jemari tidak normal) hingga berat (tidak terdapat tulang, sehingga memengaruhi struktur dan fungsi tangan). Contohnya adalah tangan yang membengkok masuk ke arah ibu jari, syndactyly (bagian-bagian tangan tidak terpisah pada saat masa perkembangan janin), polydactyly (memiliki jumlah jari yang lebih banyak), dan jari yang tidak berkembang atau bahkan tumbuh terlalu besar.

Konsultasi bedah tangan membantu pasien (jika pasien dalam usia anak atau remaja, maka yang akan mengikuti konsultasi adalah orangtua atau wali resmi) untuk lebih memahami prosedur bedah termasuk hasil utama, serta kemungkinan komplikasi dan risiko yang timbul setelah operasi. Demi keamanan dan keberhasilan operasi, pasien akan menjalani pemeriksaan kelayakan fisik pra-bedah.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Tangan

Konsultasi bedah tangan sama dengan konsultasi yang dilakukan pada dokter umum. Pasien harus melakukan konsultasi mengenai kondisi tangan yang memerlukan pembedahan dan harapannya setelah operasi selesai. Gangguan lain, perawatan yang pernah dijalani sebelumnya (termasuk prosedur bedah), obat-obatan dan obat alergi yang dikonsumsi.

Kemudian, dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan untuk mengenali adanya penyakit dan faktor risiko yang memengaruhi keberhasilan prosedur bedah. Pemeriksaan fisik tangan akan dijalani pasien. Selama konsultasi, dokter akan membahas pilihan dan rekomendasi perawatan yang sesuai dengan penyakit, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan serta kebutuhan pasien. Kemungkinan komplikasi dan risiko, serta manfaat setiap pilihan perawatan akan ikut dibahas agar pasien benar-benar memahami dan mampu membuat keputusan yang tepat.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Tangan

Konsultasi bedah tangan adalah prosedur aman yang harus dijalani pasien untuk memastikan keamanan dan keberhasilan operasi tangan.

Rujukan:

  • Webb CW. Metacarpal fractures. In: Eiff MP, Hatch RL, eds. Fracture Management for Primary Care. 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:bab 4.
Bagikan informasi ini: