Apa itu Konsultasi Bedah Laparoskopi?

Bedah laparoskopi adalah teknik bedah baru dan lebih modern. Prosedur operasi ini berlangsung sebentar dan hanya membutuhkan sayatan kecil, serta menggunakan peralatan khusus. Bedah laparoskopi dikenal lebih minimal invasif dibandingkan dengan bedah terbuka konvensional dan hanya menyebabkan sedikit nyeri dan pendarahan, dengan waktu pemulihan yang lebih cepat.

Seiring dengan kemajuan pesat di bidang pengobatan, saat ini telah banyak prosedur bedah konvensional atau terbuka yang memiliki prosedur versi minimal invasif. Prosedur bedah ini termasuk operasi tangan, pengangkatan kantung empedu dan myoma pada rahim serta histerektomi (pengangkatan rahim). Jenis operasi laparoskopi dilaksanakan untuk menangani berbagai kondisi, diantaranya beberapa jenis kanker, gangguan haid, kerusakan pada jantung (seperti perbaikan katup mitral dan fibrilasi atrium) dan kerusakan sistem saluran kemih (seperti inkontinensia) dan vaginal prolaps.

Pasien yang akan menjalani prosedur ini harus mengikuti konsultasi sebelum pembedahan untuk mendapat rincian mengenai prosedur bedah. Untuk mengetahui kondisi pasien dan menghindari komplikasi, dokter bedah akan melakukan pemeriksaan pra-operatif dan meminta pasien mengikuti beberapa tes. Misalnya, pada pasien yang mengidap gangguan pendarahan, dokter bedah akan mewajibkan pemeriksaan laboratorium. Hasil dari rangkaian pemeriksaan ini dapat membantu dokter mempersiapkan prosedur dan memperkecil kemungkinan komplikasi dan risiko.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Laparoskopi dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi bedah laparoskopi bertujuan untuk:

Menentukan kelayakan kesehatan pasien untuk menjalani operasi – Ahli bedah umumnya merekomendasi bedah laparoskopi karena prosedur ini memilik banyak manfaat. Namun, tidak semua pasien dapat menjalani prosedur ini, khususnya pasien dengan penyakit yang sangat parah. Saat konsultasi, dokter akan memeriksa kondisi penyakit serta beberapa faktor, seperti rekam medis pasien dan gangguan kesehatan lain untuk menentukan prosedur yang tepat bagi pasien, apakah prosedur bedah minimal invasif atau operasi terbuka.

Memberi informasi terkait prosedur bedah – Sebelum prosedur operasi laparoskopi, pasien harus benar-benar mengetahui rincian prosedur. Saat konsultasi, dokter akan menerangkan rincian prosedur termasuk teknik dan jenis pembiusan yang digunakan, berapa lama prosedur berlangsung dan yang mungkin dirasakan pasien selama dan setelah operasi. Risiko, manfaat serta kemungkinan komplikasi juga akan dibahas oleh dokter. Pasien diperbolehkan bertanya dan mengungkapkan kekhawatirannya.

Mencari opini kedua – Pasien perlu menemui dokter bedah lain untuk meminta pendapat kedua. Hal ini umum terjadi bila pasien tidak memiliki hubungan yang cukup dekat dengan dokter bedah pertama atau ketika ia ingin memeriksa ketersediaan pengobatan selain operasi.

Mempersiapkan pasien untuk menghadapi operasi – Prosedur pembedahan, baik konvensional maupun laparoskopi, membutuhkan persiapan. Karena itu, dokter bedah perlu memberikan petunjuk lengkap, serta hal-hal yang dapat dan tidak dapat dilakukan sebelum, selama dan sesudah operasi.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Laparoskopi

Sebelum menemui dokter bedah, sebaiknya pasien melakukan pemeriksaan atas rekomendasi permintaan dokter umum. Kemudian, dokter umum akan merujuk pasien pada dokter bedah laparoskopi, dan meneruskan rekam medis serta hasil pemeriksaan kesehatan pasien, sebagai bagian dari rencana operasi.

Saat konsultasi, dokter bedah akan meninjau rekam medis dan melakukan wawancara pada pasien. Pasien akan ditanya tentang perasaannya, gejala yang memburuk, obat-obatan yang dikonsumsi dan aktifitas yang dilakukan.

Kemudian, dokter bedah akan menyesuaikan prosedur sebelum operasi, yang meliputi:

  • Puasa selama 8 jam sebelum operasi
  • Obat yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi (misalnya, obat pengencer darah tidak boleh dikonsumsi sehari saat sebelum operasi)
  • Teknik laparoskopi yang akan digunakan
  • Hasil yang diharapkan
  • Kemungkinan komplikasi dan risiko operasi
  • Waktu pemulihan
  • Perawatan lanjutan


Dokter bedah akan menjawab semua pertanyaan pasien serta keluarga dan perawat pasien.

Konsultasi awal berlangsung selama satu jam sedangkan konsultasi selanjutnya biasanya lebih singkat.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Laparoskopi

Menjalani operasi laparoskopi, terutama dengan teknik yang tidak umum bagi pasien, mampu meningkatkan kecemasan dan kekhawatiran. Perasaan negatif ini dapat memengaruhi keberhasilan konsultasi karena pasien enggan menceritakan gejala yang ia alami sehingga membuat persiapan menjadi lebih lama.

Oleh karena itu, penting bagi dokter bedah untuk membangun hubungan yang baik dengan pasien, khususnya pada saat konsultasi. Hubungan baik akan membuat pasien nyaman dan lebih terbuka mengenai kekhawatirannya.

Rujukan:

  • Rao PP, Rao PP, Bhagwat S; Single-incision laparoscopic surgery - current status and controversies. J Minim Access Surg.
Bagikan informasi ini: