Apa itu Konsultasi Bedah Urologi?

Konsultasi bedah urologi adalah konsultasi dengan dokter bedah urologi yang memiliki spesialisasi dalam sistem perkemihan pria maupun wanita, dan sistem reproduksi pria. Konsultasi ini dilakukan untuk menentukan apakah operasi adalah jalan terbaik untuk berbagai kondisi urologi yang dialami pasien. Penyakit urologi yang umum di antaranya adalah kanker ginjal, kanker kandung kemih, kanker prostat, kelainan pada alat kelamin, tumor genitourinaria, dan infeksi kandung kemih. Konsultasi ini juga dapat dilakukan agar pasien siap dalam menghadapi operasi yang akan dijalani, dengan menjelaskan keuntungan dan kerugian operasi, membahas kemungkinan risiko dan komplikasi operasi, dan memberikan daftar hal yang harus dilakukan sebelum operasi.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Urologi dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi bedah urologi dibutuhkan untuk:

  • Menentukan perlu tidaknya operasi untuk penyakit urologi tertentu – Sebisa mungkin, spesialis urologi berusaha mengobati penyakit tanpa menggunakan metode bedah untuk memperkecil risiko komplikasi. Sebagai contoh adalah penanganan batu ginjal, yang saat ini dapat dilakukan melalui terapi kesehatan. Terapi tersebut dapat membuat otot ureter rileks, sehingga pasien mengeluarkan batu ginjal lebih cepat dan mengurangi rasa sakit.

  • Memastikan atau memperoleh pendapat kedua – Konsultasi ini biasanya dilakukan ketika dokter merujuk pasien kepada spesialis bedah urologi. Sang dokter kemungkinan ingin memastikan anjuran awal yang ia buat, bahwa pasien memerlukan operasi. Selain itu juga untuk memperoleh pendapat kedua, sehingga para dokter dapat memberikan saran yang terbaik bagi pasien.

  • Mempersiapkan pasien menghadapi operasi – Konsultasi adalah cara agar pasien mengerti hal-hal dasar operasi, seperti teknik dan obat-obatan yang akan digunakan, persiapan lain yang harus dilakukan, proses pemulihan, biaya, jaminan, dan lain-lain. Konsultasi adalah saat yang paling baik bagi pasien untuk bertanya tentang operasi yang akan ia jalani.

  • Membantu keluarga pasien mengenal operasi – Operasi menakutkan bagi pasien maupun keluarganya. Konsultasi bermanfaat dalam memberikan harapan yang lebih realistis dan membuat mereka siap menghadapi hasil operasi.


Mengingat banyak organ tubuh yang tercakup di bidang urologi, banyak penyakit yang mungkin membutuhkan intervensi bedah. Penyakit tersebut di antaranya adalah penyumbatan perkemihan, tumor, gangguan perkemihan, dan masalah reproduksi (seperti vasektomi dan pembalikan vasektomi).

Cara Kerja Konsultasi Bedah Urologi

Spesialis bedah urologi umumnya bekerja di rumah sakit. Sebelum konsultasi, pasien akan membuat janji dengan pegawai rumah sakit. Kemudian, dokter yang merujuk atau pasien akan menyerahkan catatan kesehatan kepada spesialis urologi untuk peninjauan awal.

Pasien akan datang sesuai jadwal. Salah satu perawat akan mengambil tanda-tanda vital dasar seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan detak jantung. Ia juga dapat melakukan tanya jawab awal dan memastikan catatan kesehatan yang diperlukan telah tersedia.

Saat konsultasi, spesialis bedah urologi memulai konsultasi dengan menanyakan hal seperti berikut:

  • Keluhan utama pasien
  • Alasan mengapa pasien dirujuk oleh dokter
  • Hasil pemeriksaan dan pengujian dari dokter sebelumnya
  • Keadaan pasien
  • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi atau tindakan medis yang telah dilalui pasien beserta hasilnya
  • Riwayat kesehatan pasien
  • Riwayat kesehatan keluarga
  • Apakah pasien memiliki kondisi yang menghalangi operasi atau menyebabkan komplikasi setelah operasi


Spesialis bedah juga akan memeriksa riwayat kesehatan dan hasil pemeriksaan pasien. Bila diperlukan, ia juga dapat mengadakan pemeriksaan lanjutan yang bisa dilakukan di hari yang sama atau hari lain. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh pasien, keahlian, dan pengalaman yang dimiliki, spesialis bedah akan dapat menentukan apakah pasien memerlukan operasi dan memenuhi syarat untuk operasi atau tidak.

Bila pasien memang memerlukan operasi, konsultasi berikutnya yaitu berupa perawatan sebelum dan sesudah operasi, deskripsi tatalaksana operasi, risiko dan komplikasi, biaya, pemulihan, dan dampak jangka panjang operasi pada kesehatan dan kualitas hidup pasien.

Konsultasi juga dilakukan setelah operasi. Biasanya disebut sebagai konsultasi lanjutan, yang tujuannya adalah mempercepat dan mempermudah proses pemulihan, mengatasi komplikasi, dan mengurangi risiko pasca operasi.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko Konsultasi Bedah Urologi

Kemungkinan salah satu kelemahan konsultasi bedah urologi adalah pasien harus bekerja sama dengan spesialis bedah yang tidak menyenangkan. Konsultasi adalah proses membangun hubungan yang aman dan nyaman di antara pasien dan dokter. Apabila hubungan tersebut tidak baik, pasien akan kurang terdorong untuk mengikuti petunjuk dari spesialis bedah, mencari pendapat lain, dan bahkan menunda pengobatan. Hal tersebut hanya akan membuat pasien terkena risiko yang lebih besar.

Rujukan:

  • American Urological Association
  • Urology Care Foundation
Bagikan informasi ini: