Apa itu Konsultasi Bedah Wajah Rekonstruktif?

Bedah wajah rekonstruktif adalah prosedur yang bertujuan untuk membentuk kembali bagian wajah seseorang guna meningkatkan penampilannya. Biasanya dilakukan pada pasien yang menderita cedera pada wajah karena [trauma[(https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/trauma), namun kadang dilakukan karena alasan kecantikan. Meskipun bedah jenis ini banyak dilakukan dan relatif aman, tapi masih ada risiko dalam tingkat tertentu. Oleh karena itu, mereka yang berniat melakukan bedah rekonstruktif perlu berkonsultasi ke dokter spesialis bedah, sebelum menjalaninya.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Wajah Rekonstruktif dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi bedah wajah rekonstruktif berguna bagi mereka yang memiliki:

  • Cacat wajah karena trauma

  • Kelainan wajah sejak lahir

Selama konsultasi, spesialis bedah kosmetik menyarankan pasien untuk menjalani bedah wajah rekonstruktif tertentu, di antaranya:

  • Transplantasi wajah – Seperti namanya, prosedur ini akan mengganti wajah pasien secara keseluruhan. Transplantasi wajah total berhasil dilakukan pada tahun 2008, setelah itu, ada peningkatan signifikan dalam teknik transplantasi wajah total. Tindakan ini biasanya dilakukan pada mereka yang memiliki cacat wajah parah atau untuk memperbaiki cacar lahir yang memengaruhi bagian wajah.

  • Rekonstruksi trauma wajah – Prosedur ini dilakukan jika seseorang menderita cedera wajah akibat luka sobekan (laserasi) atau retakan (fraktur) yang melibatkan kulit, tulang pipi, alis, rongga mata, dan rahang. Biasanya membutuhkan penyusunan kembali beberapa segmen tulang.

  • Rekonstruksi kanker – Beberapa jenis kanker dapat menyebabkan cacat parah pada wajah seseorang. Saat ini, cacat ini dapat diperbaiki dengan bedah Mohs yang dirancang untuk meningkatkan penampilan pasien setelah berhasil mengalahkan kankernya.

  • Revisi bekas luka – Suatu prosedur di mana bekas luka pada wajah dikamuflasekan, disembunyikan, agar meningkatkan penampilannya.

  • Bibir dan langit-langit mulut sumbing – Bibir dan langit-langit mulut sumbing adalah cacat wajah yang sangat terlihat dan banyak orang ingin memperbaikinya. Saat ini, perbaikan tersebut mungkin dilakukan dengan bedah rekonstruktif. Prosedur ini dapat dilakukan sejak dini, bahkan pada bayi usia 3-12 bulan.


Pada akhir konsultasi, pasien biasanya sudah mendapatkan gambaran jenis bedah rekonstruktif yang sesuai baginya dengan mempertimbangkan kekhawatiran utama, hasil yang diharapkan, dan keadaannya. Dokter akan menginformasikan bagaimana prosedur dilakukan, seberapa rumit, dan risiko yang terlibat. Sehingga, pasien bisa membuat keputusan berdasarkan informasi yang lengkap.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Wajah Rekonstruktif

Saat tiba di ruangan dokter, pasien akan diminta mengisi formulir, terutama jika baru pertama kali mengunjungi dokter bedah. Pasien juga akan mendapatkan pertanyaan seputar riwayat kesehatan, alergi, dan informasi kesehatan dasar lain. Pasien harus memberikan informasi ini agar dokter bedah dapat memberikan saran yang sesuai dengan kondisi pasien.

Konsultasi akan dimulai dengan diskusi secara spesifik tentang masalah wajah pasien. Lalu, dokter akan menilai kondisinya agar bisa menentukan prosedur bedah yang dapat memperbaiki kondisi tersebut. Setelahnya, dokter akan memberikan rekomendasi.

Jika pasien ingin menjalani bedah wajah rekonstruktif, konsultasi hanya merupakan tahap awal dari serangkaian tahap panjang. Sebelum konsultasi berakhir, dokter bedah biasanya merujuk pasien ke psikolog untuk uji psikologis. Ini perlu dilakukan oleh semua pasien yang hendak menjalani bedah wajah rekonstruktif. Uji ini untuk memastikan pasien secara emosional dan psikologis sehat untuk menjalani pembedahan (karena membutuhkan waktu yang panjang) dan juga dipersiapkan untuk menjalani prosedur.

Jika pasien ingin menjalani transplantasi wajah, prosesnya juga melibatkan pencarian donor sehat dengan jaringan yang cocok. Dokter bedah akan menjelaskan keseluruhan proses pada pasien, juga risiko dan komplikasi yang akan dihadapi.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Wajah Rekonstruktif

Konsultasi bedah wajah rekonstruktif hanyalah diskusi informati yang bertujuan membahas kemungkinan yang ada, karena menjalani prosedur tersebut. Selama konsultasi, tidak ada prosedur yang dilakukan sehingga bebas risiko. Malah, konsultasi ini membantu pasien tetap aman dari risiko dan komplikasi yang mungkin muncul saat menjalani bedah wajah rekonstruktif yang rumit. Yang termasuk:

  • Reaksi alergi terhadap obat bius
  • Reaksi alergi terhadap jaringan wajah donor
  • Efek samping dari obat imunosupresan yang diresepkan setelah prosedur selesai
  • Kehilangan permanen rasa dan kemampuan gerak wajah
  • Kerusakan jaringan dan saraf
  • Infeksi
  • Nekrosis
  • Hematoma
  • Trombosis vena dalam
  • Embolisme paru
  • Seroma
  • Kehilangan darah


Bedah wajah rekonstruktif juga terkait dengan proses rehabilitasi yang panjang dan rumit, bahkan jika pembedahan sukses dan tanpa komplikasi.

Selain itu, risiko umum dari bedah wajah rekonstuktif adalah ketidakpuasan terhadap hasil. Ini mengapa konsultasi dan keberhasilan dalam uji psikologis serta evaluasi diperlukan sebelum pasien menjalani bedah wajah rekonstruktif.

Rujukan:

  • American Society of Ophthalmic and Reconstructive Surgery. Available at: www.asoprs.org/i4a/pages/index.cfm?pageid=3659.
Bagikan informasi ini: