Apa itu Konsultasi Bedah Wajah?

Konsultasi bedah wajah adalah janji temu antara pasien dengan dokter bedah yang memiliki keahlian baik dalam prosedur bedah rekonstruksi atau bedah kecantikan untuk beragam bagian wajah seperti rambut dan kulit kepala, mata, telinga, pipi, rahang, dagu, dan leher. Bedah kecantikan dan rekonstruksi merupakan bagian dari operasi plastik. Meskipun sekilas terlihat sama, keduanya adalah prosedur yang berbeda. Bedah kecantikan bertujuan untuk meningkatkan penampilan pasien, sedangkan bedah rekonstruksi bertujuan untuk mengembalikan fungsi bagian tubuh tertentu. Namun, perbedaan di antara kedua prosedur ini cukup tipis. Misalnya, bedah kecantikan kelopak mata dapat menghilangkan jaringan lemak dari kelopak mata, sehingga mata tampak lebih menonjol dan besar, namun juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan penglihatan pasien. Baik pasien membutuhkan bedah rekonstruksi maupun kecantikan, hanya dokter ahli bedah bersertifikatlah yang boleh melakukan konsultasi dan melaksanakan prosedur ini kepada pasien. American Society of Plastic Surgeons menekankan bahwa dokter ahli bedah membutuhkan pelatihan yang memadai, setidaknya termasuk 4 tahun kuliah di bidang kedokteran, 1 tahun pelatihan spesialisasi di rumah sakit, dan 1 tahun pelatihan spesialisasi dalam program fellowship. Persyaratan sertifikasi dewan kesehatan dapat berbeda-beda di setiap negara.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Wajah dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi bedah wajah dapat dilakukan ketika pasien mendapatkan rujukan. Konsultasi ini biasanya dilakukan ketika pasien membutuhkan bedah rekonstruksi untuk memperbaiki fungsi organ pada wajah. Misalnya, bedah maksilofasial diperlukan untuk memperbaiki gigitan atau bedah septoplasti untuk memperbaiki septum yang menyimpang atau mengurangi tanda dan komplikasi dari gangguan tidur apnea. Konsultasi bedah wajah juga dapat dilakukan ketika pasien ingin meningkatkan rasa percaya diri serta kecantikannya. Faktor-faktor seperti penuaan, penyakit, atau cacat bawaan tidak hanya membatasi pergerakan atau fungsi organ pasien namun juga dapat menurunkan rasa percaya dirinya, yang dapat menyebabkan pasien mengalami kecemasan sosial dan depresi. Konsultasi ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan penampilan wajah pasien. Alasan lainnya untuk melakukan konsultasi meliputi: * Mendapatkan opini kedua, terutama ketika pasien menginginkan lebih banyak pilihan atau tindakan alternatif lain untuk menyelesaikan masalahnya tanpa harus menjalani pembedahan * Menentukan kelayakan pasien – tidak semua orang yang ingin menjalani pembedahan memiliki izin untuk melakukannya. Ibu hamil, pasien yang pernah menderita kondisi seperti hipertensi dan gangguan darah, pasien yang terlalu muda, pasien pria dan wanita yang kelebihan berat badan maupun obesitas, dan pasien yang memiliki kepercayaan yang buruk mengenai bedah wajah mungkin tidak diperbolehkan untuk menjalani prosedur ini hingga masalah maupun kondisinya sembuh. * Mendapatkan seluruh informasi mengenai bedah wajah – Selama konsultasi bedah wajah berlangsung, pasien di antaranya akan mendapatkan informasi mengenai metode yang akan dilakukan, seluruh tim bedah, biaya, kemungkinan resiko dan komplikasi, serta waktu pemulihan.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Wajah

Bedah wajah dapat bersifat darurat maupun tidak. Bedah wajah mungkin perlu dilakukan sesegera mungkin ketika terdapat masalah yang mengganggu kualitas hidup pasien (misalnya, pasien tidak dapat makan atau menelan). Jika tidak darurat, pasien akan dijadwalkan untuk melakukan janji temu dengan dokter bedah yang bekerja di klinik atau rumah sakit. Staf rumah sakit akan mengatur konsultasi dan mengingatkan pasien beberapa hari sebelum konsultasi. Staf rumah sakit juga dapat memberitahukan pasien beberapa barang yang perlu dibawa agar konsultasi dengan dokter bedah berjalan lancar, cepat, dan efisien. Selama konsultasi berlangsung, pasien perlu mengisi beberapa formulir yang diberikan oleh staf rumah sakit. Perawat dapat melakukan pemeriksaan awal, seperti memeriksa tekanan darah, berat, dan suhu tubuh. Perawat juga dapat melakukan wawancara singkat meliputi riwayat kesehatan pasien. Catatan kesehatan pasien sebaiknya diberikan kepada tim dokter bedah oleh dokter yang memberikan rujukan. Kemudian, dokter bedah dapat memulai konsultasi dengan mewawancarai pasien mengenai alasan melakukan konsultasi, tujuan pasien menginginkan bedah wajah, dan kecemasan pasien. Dokter juga mungkin meminta penjelasan lebih lanjut mengenai riwayat kesehatan pasien dan keluarga serta melihat catatan kesehatan pasien. Lalu, dokter bedah dapat memeriksa wajah pasien dan mengambil gambar atau video wajah dari sudut yang berbeda serta menggunakan alat canggih seperti perangkat lunak komputer untuk membuat model simulasi. Model ini dapat disesuaikan dengan hasil yang diinginkan pasien atau rekomendasi dari dokter bedah. Dokter bedah akan melanjutkan konsultasi dengan membahas prosedur yang akan dijalani, biaya dan pembiayaannya, komplikasi dari bedah wajah, tindakan lanjutan, pemulihan, serta hasil yang diharapkan. Konsultasi bedah wajah perlu dilakukan sebelum bedah dilakukan dan berlangsung selama sekitar 30 menit hingga 1 jam.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Wajah

Ada kemungkinan saat melakukan konsultasi apa yang diharapkan pasien berbeda dengan harapan dokter bedah. Hal ini dapat menciptakan ketegangan serta menyebabkan hubungan yang kurang baik di antara keduanya, sehingga membuat proses konsultasi dirasa sangat tidak memuaskan. Pasien mungkin menjalani prosedur bedah dari dokter bedah lainnya. Selain itu, pasien mungkin tidak menjalani konsultasi lanjutan maupun memilih untuk tidak menjalani bedah wajah.

Rujukan:

  • McGrath MH, Pomerantz J. Plastic surgery. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 69.
Bagikan informasi ini: