Apa itu Konsultasi Darurat?

Konsultasi darurat adalah kunjungan ke unit gawat darurat (UGD) saat pasien membutuhkan perhatian medis dengan segera. Konsultasi ini ditujukan bagi pasien dengan kondisi medis yang harus segera ditangani, biasanya dengan pertolongan pertama. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan nyawa pasien dan mengurangi efek jangka panjang dari penyakit mereka.

UGD di rumah sakit adalah unit yang khusus menangani kondisi kesehatan yang gawat serta memberikan perawatan intensif bagi semua pasien yang membutuhkan konsultasi, baik yang datang sendiri atau dengan ambulans. Oleh karena itu, spesialis di UGD telah terlatih untuk menangani berbagai gangguan kesehatan.

Konsultasi darurat dapat dilakukan di UGD dan pusat perawatan darurat independen. Belakangan ini, kedua fasilitas ini mulai dibandingkan. Tren munculnya pusat perawatan darurat independen dipicu oleh waktu menunggu yang lama, aturan rumah sakit yang ketat, serta banyaknya pasien yang menyebabkan pasien sulit mendapatkan perawatan gawat darurat berkualitas tinggi di rumah sakit.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Darurat dan Hasil yang Diharapkan

Pasien yang membutuhkan pertolongan medis darurat harus langsung ke UGD untuk menjalani konsultasi darurat. Pertolongan darurat harus segera dilakukan untuk mencegah hilangnya salah satu bagian tubuh atau kematian.

Beberapa contoh kondisi medis darurat adalah:

  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Tersengat listrik dengan tegangan tinggi
  • Patah tulang
  • Luka terbuka yang besar
  • Luka gores yang besar
  • Luka bakar
  • Cedera parah


Ada juga beberapa gejala yang dianggap “berbahaya” dan harus mendapatkan perawatan darurat di UGD. Gejala tersebut meliputi:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri perut yang sangat menyakitkan
  • Nyeri dada yang sangat menyakitkan


Sementara itu, berikut ini adalah kondisi medis yang dianggap tidak darurat:

  • Demam
  • Flu
  • Reaksi alergi ringan seperti ruam
  • Luka kecil

Cara Kerja Konsultasi Darurat

Karena konsultasi darurat bertujuan untuk segera memberikan pertolongan medis, maka pasien tidak perlu menjadwalkan konsultasi terlebih dahulu. Semua orang yang membutuhkan pertolongan pertama atau sedang dalam kondisi darurat dapat langsung datang ke UGD di rumah sakit atau pusat perawatan darurat tanpa perjanjian. Fasilitas kesehatan ini selalu terbuka untuk menangani kondisi darurat pasien, bahkan pada malam hari saat klinik dokter sudah tutup.

Pasien dapat datang ke UGD sendiri atau dengan ambulans. Apabila pasien datang dengan ambulans, paramedis di ambulans akan menelpon rumah sakit sebelum mereka sampai sehingga pasien dapat langsung diperiksa dan mendapatkan perawatan yang sesuai. Di UGD juga ada area resusitasi yang dilengkapi dengan peralatan yang dapat digunakan untuk menangani kondisi yang paling membahayakan nyawa sekalipun.

Tujuan utama konsultasi darurat adalah menstabilkan kondisi pasien agar kondisi yang mengancam nyawa pasien dapat ditangani dengan efektif, bahkan saat cedera atau penyakit terjadi saat klinik dokter sudah tutup. Setelah ancaman awal sudah ditangani, pasien akan menerima pengobatan utama untuk kondisinya.

Secara hukum, staf UGD diwajibkan untuk menolong semua pasien. Karena banyaknya jenis kondisi medis yang dapat menyebabkan pasien dibawa ke UGD, maka pasien dikategorikan berdasarkan kekritisannya. Hal ini dilakukan untuk memprioritaskan pasien yang kondisinya lebih kritis.

Pasien dievalusi dengan proses yang bernama triage. Proses ini mempertimbangkan faktor berikut:

  • Gejala atau keluhan utama
  • Tanda vital


Saat memberikan pengobatan utama, staf UGD dapat melakukan beberapa tes diagnostik untuk menilai kondisi pasien dan keparahannya. Tes ini antara lain adalah:

  • Ultrasonografi
  • Pemindaian CT
  • Pemindaian MRI
  • Tes darah
  • Tes urin

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Konsultasi Darurat

Tujuan konsultasi darurat adalah untuk mencegah kematian dengan memberikan pertolongan pertama saat dibutuhkan serta mengurangi kemungkinan risiko dan komplikasi yang dapat dialami pasien karena kondisi mereka. Oleh karena itu, semua orang harus mengetahui letak UGD atau pusat perawatan darurat terdekat. Untuk mendapatkan hasil pengobatan yang terbaik dan mengurangi risiko yang membahayakan nyawa pasien, seseorang yang membutuhkan pertolongan darurat harus segera dibawa ke UGD atau pusat perawatan darurat. Dalam beberapa situasi darurat, kedatangan pasien yang berbeda hanya beberapa menit saja sudah bisa menyebabkan hasil yang sangat berbeda.



Rujukan:

  • Agency for Healthcare Research and Quality. How to Use the Hospital Emergency Rooms Wisely. Available at: www.ahrq.gov/news/columns/navigating-the-health-care-system/081908.html. Accessed October 27, 2014.
Bagikan informasi ini: