Apa itu Konsultasi Optometri?

Seiring bertambahnya usia, penglihatan alami seseorang akan memburuk. Namun, hal ini dapat diperlambat dengan menjalani pola hidup sehat, merawat mata, dan konsultasi dengan optometris secara rutin. Memeriksakan mata secara rutin sama pentingnya dengan pemeriksaan fisik tahunan, dan menjadi lebih penting, jika Anda telah memiliki masalah penglihatan. Selain penuaan, ada beberapa alasan lain yang menyebabkan penglihatan memburuk. Sebab, kemampuan untuk melihat benda dengan jelas sangat bergantung pada empat struktur utama mata: kornea, lensa, retina, dan saraf optik. Cahaya masuk melalui kornea dan kemudian melewati retina. Lensa memfokuskan cahaya dan retina mengubahnya menjadi sinyal saraf. Sinyal tersebut kemudian diteruskan ke otak melalui saraf optik. Otak menafsirkan sinyal, yang kemudian akan menyelesaikan proses penglihatan. Penglihatan adalah proses rumit yang memerlukan beberapa bagian untuk bekerja secara bersamaan. Jika ada masalah dengan salah satu dari bagian-bagian tersebut, penglihatan akan terpengaruh, atau mungkin jadi tidak dapat melihat sama sekali. Oleh karena itu, penting untuk merawat mata dengan baik setiap saat. Selain mempraktikkan langkah-langkah pencegahan, seperti melindungi mata dengan memakai pelindung mata, seperti kacamata atau kacamata keselamatan, masalah-masalah yang mungkin terjadi harus diidentifikasi sedini mungkin. Di sinilah peran dokter ahli mata. Optometris dilatih untuk mendeteksi masalah-masalah penglihatan seperti penyakit dan infeksi. Mereka juga dapat merekomendasikan dan memberikan kacamata untuk memperbaiki masalah penglihatan, seperti miopia (rabun jauh) dan hiperopia (rabun jauh). Di beberapa negara, optometris diizinkan untuk menyediakan pengobatan untuk menangani beberapa jenis penyakit mata tertentu. Namun, banyak masalah mata serius, seperti ablasi retina atau katarak, berada di luar keterampilan optometris. Namun demikian, optometris dapat mengidentifikasi masalah tersebut dan merujuk pasien ke ophthalmologist tepercaya untuk diagnosis dan perawatan lebih lanjut.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Optometris dan Hasil yang Diharapkan

Semua orang perlu menjalani konsultasi berkala dengan optometris. Anak-anak harus menjalani tes mata sebelum mereka mencapai satu tahun, ketika mereka mencapai tiga tahun, dan sebelum mereka memasuki sekolah dasar. Setelah itu, konsultasi optometris harus dijadwalkan setidaknya setiap dua tahun sekali. Jadwal ini harus terus dijalankan sampai usia 60. Mereka yang berusia 60 atau lebih harus mengikuti tes mata tahunan. Konsultasi optometri berdurasi sekitar 30 menit kecuali optometris mengidentifikasi masalah dan kemudian harus menjalani beberapa tes selanjutnya. Sebagian besar masalah terkait penglihatan dan tesnya, umumnya adalah untuk mengidentifikasi tingkat lensa korektif yang perlu dipakai pasien. Namun, jika masalah melibatkan jenis penyakit tertentu, optometris akan merujuk pasien ke ahli oftalmologi untuk diagnosis lebih lanjut.

Cara Kerja Konsultasi Optometris

Konsultasi optometri biasanya dimulai dengan wawancara singkat yang bertujuan untuk mengidentifikasi masalah penglihatan Anda atau jika Anda mengalami gejala terkait penglihatan seperti sakit kepala dan mual. Jika Anda baru pertama kali berkunjung ke optometris, Anda perlu memberitahukan riwayat kesehatan Anda. Hal ini dapat membantu optometris ketika memberikan resep obat yang dapat bereaksi negatif terhadap kondisi Anda atau obat yang sedang Anda konsumsi. Setelah wawancara, optometris akan melakukan serangkaian tes termasuk tes ketajaman visual. Kebanyakan orang telah mengalami jenis tes ini setidaknya sekali dalam hidup mereka. Tes ini melibatkan membaca satu set huruf dari jarak tertentu untuk menentukan seberapa baik Anda dapat melihat. Selama pengujian yang sama, optometris akan meminta Anda menutup mata kiri dan membaca menggunakan mata kanan. Anda kemudian akan diminta untuk menutup mata kanan dan membaca menggunakan mata kiri. Tes ini menentukan seberapa baik mata Anda bekerja sama. Kemudian optometris akan menanyakan apakah Anda memiliki masalah mengidentifikasi warna. Jika demikian, tes buta warna akan dilakukan, tidak hanya untuk mengidentifikasi masalah tetapi juga untuk menentukan seberapa parahnya. Optometris tidak hanya memeriksa permukaan luar mata tetapi bagian dalamnya juga. Proses ini dilakukan melalui prosedur yang disebut retinoscopy dan pemeriksaan celah-lampu. Jika optometris menyatakan bahwa Anda memerlukan kacamata atau lensa kontak, tes refraksi akan dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan lensa yang Anda butuhkan. Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Optometris Tidak akan ada prosedur atau tes invasif yang dilakukan selama konsultasi optometri, sehingga tidak ada risiko apapun, kecuali mungkin jika optometris ceroboh menggunakan peralatan selama pemeriksaan. Peralatan dapat memberi luka fisik pada mata, atau salah membaca dapat mengakibatkan pemberian resep lensa yang salah.


Rujukan: * American Academy of Ophthalmology: "eyeSmart: Eye Screening for Children;" "Vision Screening Recommendations for Adults 40 to 60;" "Vision Screening Recommendations for Adults Over 60;" and "Vision Screening Recommendations for Adults Under 40." * American Optometric Association: "Comprehensive Eye and Vision Examination." * Prevent Blindness America: "How Often Should I Have an Eye Exam?"

Bagikan informasi ini: