Apa itu Konsultasi Gigi Anak?

Kedokteran gigi anak adalah cabang ilmu kedokteran gigi yang berfokus pada pengobatan, perawatan, dan penanganan untuk gangguan gigi pada bayi, anak, dan remaja, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, misalnya anak muda yang menderita leukemia atau penyakit bawaan.

Sebelum menjadi spesialis anak, seorang dokter gigi harus menjalani pelatihan spesialis tambahan selama 3 tahun. Mereka juga harus mempelajari psikologi anak agar dapat mengetahui cara berkomunikasi dengan anak, yang sering cemas atau berbuat nakal saat konsultasi gigi.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Gigi Anak dan Hasil yang Diharapkan

Sejak kecil sampai usia remaja, gigi akan banyak mengalami perubahan. Semua gigi susu akan digantikan oleh gigi permanen. Selama masa pertumbuhan, gigi akan rentan mengalami berbagai gangguan, mulai dari karies gigi, gigi yang tumbuh dengan tidak sempurna atau letak gigi yang tidak beraturan. Gigi juga dapat tumbuh ke sudut atau arah yang keliru. Dokter gigi spesialis anak telah terlatih untuk menangani semua gangguan tersebut.

Kebanyakan dokter gigi spesialis anak memilih untuk hanya menangani pasien anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, misalnya penderita autisme, gangguan perkembangan dan konsentrasi, atau penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, atau kelainan darah.

Dokter gigi anak menyediakan berbagai layanan, namun yang paling umum adalah pembersihan gigi, pemasangan dental sealant, perawatan dengan fluoride, serta pemasangan mahkota gigi bagi anak yang gigi permanennya rusak. Saat ini, ada banyak klinik gigi yang menggunakan peralatan modern untuk mempercepat tindakan dan mengurangi kecemasan anak. Contoh alat modern yang digunakan adalah mesin laser untuk pemolesan gigi serta peralatan berbantu komputer yang dapat merancang dan membuat mahkota gigi.

Cara Kerja Konsultasi Gigi Anak

Konsultasi gigi anak biasanya diawali dengan wawancara singkat tentang kesehatan anak secara keseluruhan dan gangguan gigi yang dialami. Tujuannya adalah untuk memahami riwayat kesehatan dan gigi anak serta menentukan cara berkomunikasi yang terbaik. Setelah itu, dokter gigi anak akan memeriksa gigi dan gigitan anak untuk memeriksa apakah ada masalah. Saat pemeriksaan, dokter gigi anak hanya akan menggunakan cermin kecil, tanpa alat khusus lainnya.

Setelah itu, dokter gigi anak akan membahas hasil pemeriksaan. Setiap masalah akan dibahas secara rinci agar orangtua atau pendamping anak dapat sepenuhnya memahami pentingnya pengobatan. Karies akan dihilangkan dan bagian gigi yang rusak akan ditambal dengan tambalan yang warnanya mirip dengan gigi. Pada beberapa kasus, dokter gigi anak harus menggunakan obat bius agar anak dapat tetap tenang selama tindakan. Jika gigi sudah sangat rusak dan tidak dapat diperbaiki dengan perawatan saluran akar, maka sebaiknya dilakukan pencabutan gigi.

Bagi anak yang giginya sehat, dokter gigi anak biasanya akan menyarankan pembersihan plak dan gigi. Setelah itu, dokter gigi anak akan memasang dental sealant untuk melindungi gigi dari kerusakan dan timbunan plak.

Dokter gigi anak juga dapat membicarakan topik lain, seperti kebersihan gigi atau cara merawat gigi yang baik.

Apabila orangtua atau pendamping anak menyetujui pengobatan yang disarankan, maka dokter gigi anak akan memulai pengobatan. Pengobatan dapat dilakukan saat itu juga atau pada hari lain.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Konsultasi Gigi Anak

Konsultasi gigi anak yang pertama biasanya tidak membutuhkan tindakan gigi, kecuali dokter gigi anak menemukan masalah yang harus segera diobati. Sebagai contoh, apabila anak mengalami infeksi mulut karena karies, dokter gigi dapat menyarankan agar pengobatan dengan antibiotik segera dilakukan.

Resiko dari konsultasi gigi anak sangatlah kecil, dan biasanya hanya berkaitan dengan perilaku anak saat konsultasi. Dokter gigi yang sangat berpengalaman akan tahu cara mengendalikan anak, namun setiap pasien memiliki sifat yang berbeda. Ada panduan tentang prosedur pelaksanaan konsultasi gigi anak, namun tidak ada panduan untuk mengendalikan perilaku anak. Jika dirasa perlu, dokter gigi dapat meminta bantuan dari ahli perilaku atau spesialis psikologi anak lainnya untuk mengurangi ketakutan anak.

Rujukan

  • Chou R, Cantor A, Zakher B, et al. Preventing dental caries in children <5 years: systematic review updating USPSTF recommendation. Pediatrics. 2013;132(2):332-50. PMID: 23858419 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23858419.

  • Douglass JM. A practical guide to infant oral health. Am Fam Physician. 2004;70:2113-20. PMID: 15606059 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15606059.

  • Ng MW. Early childhood caries: risk-based disease prevention and management. Dent Clin North Am. 2013; 57(1):1-16 PMID: 23174607 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23174607.

Bagikan informasi ini: