Apa itu Konsultasi Gigi?

Konsultasi gigi adalah penilaian kesehatan mulut seseorang. Tindakan ini sebaiknya dilakukan setidaknya sekali setiap tahun.

Mulut adalah bagian yang penting dari proses pencernaan. Makanan yang memberikan nutrisi bagi tubuh akan masuk ke tubuh melalui mulut. Sebelum sampai ke bagian saluran pencernaan yang lain, seperti perut, makanan sudah harus dikunyah menjadi bagian-bagian kecil dan “diperlunak” sehingga dapat melewati kerongkongan dengan lebih mudah.

Oleh karena itu, gigi memiliki peran yang sangat penting dalam proses pencernaan. Saat otot pada rahang dan bagian wajah lainnya bergerak, gigi akan mengubah makanan yang berukuran besar menjadi lebih kecil, sehingga makanan tersebut menjadi lebih mudah untuk dicerna. Selain itu, dengan bantuan dari air ludah, makanan akan berubah menjadi amilum secara perlahan. Tubuh membutuhkan amilum untuk menghasilkan bahan bakar bagi sel tubuh, yang menggunakan amilum sebagai sumber energi.

Namun, ada banyak situasi yang dapat merusak kesehatan mulut. Situasi ini tidak hanya dapat menyebabkan penyakit pada gigi, namun juga pada gusi, akar gigi, tulang, dan rahang. Walaupun ada penyakit yang tidak parah, namun penyakit yang lain dapat bersifat parah dan sangat mengurangi kualitas hidup seseorang; bahkan beberapa penyakit dapat membahayakan nyawa seseorang.

Salah satu cara yang paling baik untuk mencegah, mengobati, dan menangani kondisi seperti ini adalah dengan melakukan konsultasi gigi. Tergantung pada jenis konsultasi yang dibutuhkan, pasien akan mendapatkan bantuan dari dokter gigi umum, dokter gigi ahli endodonti, dokter gigi periodonti, atau dokter gigi ahli ortodonti. Dokter bedah gigi dan dokter ahli kecantikan gigi juga dapat membantu pasien.

Siapa yang Harus Menjalani Konsultasi Gigi dan Hasil yang Diharapkan

Semua orang harus menjalani konsultasi gigi. Suatu hal yang tidak diketahui oleh banyak orang adalah pucuk gigi bayi sudah mulai tumbuh sejak mereka masih berada di dalam kandungan. Namun, pucuk gigi ini tidak “keluar” atau tumbuh sampai bayi berusia sekitar lima bulan. Saat gigi mulai tumbuh, kemungkinan bayi sudah membutuhkan pembersihan gigi dengan bantuan dari dokter gigi anak.

Saat bayi berusia 6 atau 7 tahun, gigi susu atau gigi bayi mereka akan mulai mengendur dan akan digantikan oleh gigi permanen. Oleh karena itu, sangatlah penting bayi harus dibawa menemui dokter gigi. Dokter gigi dapat mengawasi perkembangan gigi permanen bahkan sebelum gigi tersebut tumbuh.

Saat seseorang menjadi anak muda, ia menjadi lebih rawan mengalami gangguan pada gigi, tergantung pada gaya hidup, kebiasaan menggunakan gigi, penyakit yang diderita, dan faktor bawaan.

Seberapa sering seseorang harus menemui dokter gigi dapat berbeda bagi setiap orang. Beberapa orang dikategorikan berisiko rendah terkena penyakit gigi, sehingga mereka dapat menjalani konsultasi setidaknya sekali setiap tahun. Pasien yang termasuk dalam kategori ini adalah mereka yang hanya memiliki sedikit gangguan gigi yang bersifat ringan, atau memiliki gigi yang sehat.

Sementara itu, ada beberapa pasien yang dikategorikan berisiko besar. Pasien ini dapat menjalani konsultasi gigi setidaknya dua kali setiap tahun. Bahkan, terkadang mereka harus menemui dokter gigi setiap tiga bulan. Pasien yang termasuk dalam kategori ini adalah:

  • Telah didiagnosis terkena diabetes
  • Memiliki penyakit gusi yang terus memburuk atau parah
  • Telah menjalani transplantasi organ
  • Mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuhnya
  • Sering mengalami infeksi pada gigi
  • Menggunakan perangkat gigi seperti kawat gigi, yang harus dikontrol secara teratur
  • Telah didiagnosis terkena kanker mulut

Ada banyak alasan mengapa seseorang harus menjalani konsultasi gigi, misalnya:

  • Memastikan kesehatan gigi yang maksimal
  • Memastikan gangguan pada gigi ditangani secepat mungkin
  • Mendapatkan saran tentang pengobatan dan penanganan untuk gigi yang terbaik
  • Menilai kelayakan seseorang untuk menjalani operasi atau jenis pengobatan lainnya
  • Mengetahui bagaimana gangguan pada gigi memengaruhi bagian tubuh lainnya
  • Mendapatkan riwayat atau profil gigi pribadi
  • Memeriksa keberadaan kanker mulut
  • Memperbaiki penampilan gigi dan gusi
  • Memberikan kemampuan menggigit atau mengunyah yang lebih baik

Cara Kerja Konsultasi Gigi

Dokter gigi dapat membuka praktik di berbagai tempat. Mereka dapat ditemukan di klinik pribadi mereka, rumah sakit, atau pusat perkumpulan masyarakat. Dokter gigi juga membuka praktik di institusi seperti sekolah dan perusahaan. Ada beberapa dokter gigi yang bekerja untuk pemerintah dan organisasi nirlaba.

Oleh karena itu, pasien seharusnya tidak kesulitan mencari dokter gigi. Apabila pasien memiliki asuransi, perusahaan asuransi mereka dapat menyarankan dokter yang biaya pemeriksaannya ditanggung oleh asuransi.

Untuk memulai konsultasi gigi, pasien harus menghubungi dokter gigi terlebih dahulu untuk menjadwalkan konsultasi. Tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan, namun apabila pasien sudah memiliki riwayat kesehatan atau riwayat gigi, riwayat tersebut harus dikirimkan terlebih dahulu ke dokter gigi agar konsultasi dapat berjalan dengan lebih efisien.

Saat konsultasi, dokter gigi biasanya akan melakukan:

  • Pemeriksaan gigi secara menyeluruh – Pasien akan diminta untuk duduk di kursi gigi saat dokter gigi memeriksa berbagai bagian dari mulut. Dokter gigi juga dapat meraba rahang serta memeriksa langit-langit mulut dan bagian bawah lidah.

  • Memberikan diagnosis – Saat ini, ada banyak klinik gigi yang sudah memliki alat seperti rontgen dan komputer dengan software simulasi. Dengan menggunakan alat tersebut, diagnosis penyakit dapat dilakukan dengan cepat dan apabila dibutuhkan, tindakan darurat dapat dilakukan.

  • Pemeriksaan kanker mulut – Konsultasi gigi adalah salah satu metode untuk mengetahui penyebab lesi, nyeri, atau pertumbuhan daging yang mencurigakan.

  • Pencatatan profil pasien – Profil pasien dapat meliputi riwayat kesehatan pribadi dan keluarga serta riwayat kesehatan gigi, kebiasaan, gaya hidup, kebersihan, penyakit, dan lain-lain.

  • Diagnosis penyakit gigi – Dokter gigi dapat menyarankan pengobatan yang dapat dilakukan saat itu juga atau pada kunjungan selanjutnya. Apabila evaluasi yang dilakukan menyatakan bahwa penyakit gigi bersifat rumit, maka biasanya pasien akan dirujuk pada dokter spesialis yang sesuai.

  • Konseling bagi pasien – Dokter gigi dapat memberikan saran agar gigi lebih sehat.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi

Setidaknya ada 20% warga Amerika Serikat yang takut pada dokter gigi. Mereka biasanya merasa gelisah atau bahkan mengalami serangan panik (panic attack) saat memikirkan harus bertemu dengan dokter gigi atau membayangkan pemeriksaan gigi. Namun faktanya, konsultasi gigi memiliki risiko yang sangatlah sedikit.

Seringkali, obat bius atau obat-obatan tidak akan diberikan saat konsultasi gigi, sehingga pasien tidak perlu khawatir akan adanya efek samping. Dokter gigi juga akan memastikan bahwa pasien sudah sepenuhnya memahami kondisi atau kesehatan gigi mereka serta risiko dan manfaat dari pengobatan, apabila dibutuhkan.

Rujukan:

  • http://www.colgate.com/en/us/oc/oral-health/basics/dental-visits/article/how-often-should-you-go-to-the-dentist
Bagikan informasi ini: