Apa itu Konsultasi Nutrisi Gangguan Makan?

Pasien yang terdiagnosis mengidap gangguan makan, memiliki risiko kekurangan gizi yang tinggi dan tidak mendapat asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berfungsi dengan sempurna. Apabila hal ini terjadi, pasien akan menderita gangguan kesehatan serius, seperti tekanan darah rendah, [anemia] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/anemia/), serta lebih rentan terserang penyakit yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, pasien yang mengidap gangguan makan perlu melakukan konsultasi dengan ahli gizi atau ahli diet yang dapat menjelaskan cara mendapat asupan gizi yang cukup dengan kondisi yang dideritanya. Hal ini merupakan bagian penting dalam menangani [gangguan makan] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/gangguan-makan) untuk jangka panjang.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Nutrisi Gangguan Makan dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi merupakan langkah awal dalam perawatan gangguan makan dan sangat penting bagi pasien yang terdiagnosa dengan:

  • Anoreksia nervosa – Orang-orang dengan kondisi ini sangat takut mengalami kenaikan berat badan sehingga kerap merasa rendah diri dan terobsesi untuk [menurunkan berat badan] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/penurunan-berat-badan), walaupun kenyataannya berat badan mereka sudah berada di bawah berat badan ideal.

  • Gangguan pola makan binge – Kondisi ini menyebabkan seseorang seringkali hilang kendali sehingga ia makan terlalu banyak, namun setelah itu ia akan merasa bersalah dan malu. Walaupun kondisi ini tidak menyebabkan berat badan kurang ideal, namun dapat menyebabkan pola makan dan asupan nutrisi menjadi tidak seimbang.

  • Bulimia nervosa – Gabungan dari anoreksia dan gangguan pola makan binge. Bulimia menyebabkan nafsu makan tak terkendali yang diikuti dengan perasaan bersalah yang kuat serta takut gemuk. Ciri khas pengidap bulimia yang tidak ada pada gangguan makan binge adalah bulimia menyebabkan pengidapnya melakukan suatu hal karena merasa bersalah dan takut gemuk, seperti merangsang diri sendiri untuk memuntahkan makanan yang baru saja dimakan.

  • Gangguan makan yang mencegah konsumsi makanan tertentu – Dikenal dengan nama gangguan makan selektif. Orang yang mengidap gangguan ini akan menghindari konsumsi makanan tertentu. Kondisi yang sangat umum terjadi pada anak-anak. Seiring beranjak dewasa, kondisi ini akan lebih mudah diatasi.


Tujuan dari konsultasi nutrisi gangguan makan adalah:

  • Memantau kesehatan dan kadar gizi pasien
  • Memeriksa adanya tanda-tanda kekurangan gizi
  • Mengajarkan pasien tentang cara mendapatkan asupan gizi yang tepat walaupun ia mengidap gangguan makan

    Cara Kerja Konsultasi Nutrisi Gangguan Makan

Penilaian awal terhadap terapi nutrisi bagi pasien dengan gangguan makan akan berjalan selama 1,5 jam. Prosedur awal ini biasanya lebih lama dibandingkan konsultasi lanjutan, yang berlangsung selama 20 hingga 45 menit, karena dokter atau ahli gizi harus melaksanakan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi pasien.

Konsultasi nutrisi meliputi:

  • Memeriksa rekam medis pasien, namun fokus pada fluktuasi berat badan
  • Meninjau informasi kondisi pasien, yang meliputi:
  • Pemeriksaan komprehensif terhadap asupan makanan dan pola makan
  • Memeriksa pengobatan, terapi, konsumsi obat-obatan atau suplemen yang telah dijalani pasien sebagai bagian dari rencana pengobatan terhadap gangguan makan
  • Evaluasi kesehatan yang melibatkan pemeriksaan fisik


Saat pemeriksaan fisik, dokter atau ahli gizi akan memerhatikan akibat dari gangguan makan terhadap fisik pasien, seperti:

  • Kulit kering
  • Bibir kering dan pecah-pecah
  • Tubuh yang lemah
  • Mudah memar
  • Kuku yang rapuh
  • Mata cekung
  • Wajah pucat pasi
  • Detak jantung lambat


Gejala-gejala ini adalah beberapa akibat dari kurangnya asupan nutrisi pada tubuh.

Dokter atau ahli gizi akan menentukan rancangan nutrisi atau pola makan teratur, yang disesuaikan dengan pengobatan yang sedang dijalani pasien. Dokter akan menjelaskan cara kerja rancangan penanganan gangguan makan sehingga pasien dapat menilai sendiri pengaruhnya terhadap tubuh. Rancangan ini disusun sesuai dengan kondisi yang diderita pasien.

Agar pasien lebih memahami cara kerja rancangan nutrisi dan dapat mematuhinya, dokter perlu menjelaskan tentang:

  • Jumlah dan jenis karbohidrat, lemak, dan protein yang diperlukan oleh tubuh
  • Pengaruh pola makan tidak teratur terhadap kadar metabolisme
  • Faktor luar yang memengaruhi kebiasaan makan pasien; seperti ketakutan terhadap makanan tertentu dan malu atau kecemasan berlebihan sehingga tidak ingin makan di depan umum
  • Memperbaiki porsi makanan
  • Perbedaan antara rasa lapar karena emosi dan dorongan fisik
  • Bahaya diet ketat/kronis
  • Peran penting olahraga dalam rancangan nutrisi
  • Kebutuhan serta pembatasan suplemen makanan dan nutrisi


Dokter akan membuat jadwal konsultasi lanjutan bersama dengan rincian rancangan nutrisi. Konsultasi lanjutan bertujuan untuk memastikan asupan gizi seimbang pada tubuh pasien walaupun ia menderita gangguan makan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Nutrisi Gangguan Makan

Pada saat konsultasi, biasanya pasien tidak akan diminta untuk menjalani pemeriksaan apapun, maka janji temu dengan dokter ini tidak berisiko membahayakan kesehatan pasien.

Konsultasi nutrisi hanyalah bagian dari perawatan kompleks yang dibutuhkan oleh penderita gangguan makan. Namun konsultasi ini merupakan salah satu bagian terpenting sehingga pasien sangat disarankan untuk mematuhi jadwal konsultasi, yang biasanya dilaksanakan atas rujukan dokter mereka. Ahli gizi akan bekerja sama dengan dokter pasien serta psikiater dan ahli psikoterapi, yang juga akan terlibat dalam penanganan pasien gangguan makan. Dengan mendapat saran yang tepat tentang segi nutrisi dalam gangguan makan, pasien akan terlindungi dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan gizi, seperti:

  • Sering sakit kepala
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Gangguan endokrin
  • Amenore (tidak menstruasi)
  • Bengkak atau sembap
  • Penurunan gairah seksual
  • Sering merasa kedinginan
  • Rambut menipis
  • Sering terserang penyakit, menandakan adanya gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Sembelit
  • Diare
  • Kerusakan gigi

    Rujukan:

  • Academy for Eating Disorders -- www.aedweb.org

  • Overeaters Anonymous -- www.oa.org
  • National Eating Disorders Association -- www.nationaleatingdisorders.org
  • National Institute of Mental Health -- www.nimh.nih.gov/health/publications/eating-disorders
Bagikan informasi ini: