Apa itu Konsultasi Penyakit Menular Sistem Saraf?

Bidang spesialisasi penyakit menular sistem saraf merupakan salah satu subspesialis saraf yang utama. Bidang ini menangani beberapa hal berikut: * Menentukan beragam jenis patogen termasuk virus, bakteri, dan parasit yang dapat menganggu sistem saraf, terutama otak, secara langsung maupun tidak langsung * Mengobati penyakit menular sistem saraf melalui metode yang tersedia * Menangani penyakit serta gejalanya * Memberikan perawatan pasien menyeluruh selama masa pemulihan atau ketika penyakit telah berkembang dan mengganggu aktivitas dan kehidupan pasien * Mencegah penyebaran penyakit (misalnya, penyebaran melalui perjalanan atau wabah)
Dalam kasus tertentu, spesialis penyakit menular sistem saraf dapat diminta untuk bekerjasama melakukan penelitian, seperti penelitian kemungkinan atau kecenderungan pola sebuah patogen. Penyakit menular yang dapat menyerang sistem saraf dapat bersifat kronis maupun akut. Penyakit menular kronis terjadi ketika penyakit ini berkembang secara bertahap atau membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang menjadi penyakit, misalnya penyakit dengan masa inkubasi. Sementara itu, penyakit menular akut adalah penyakit yang muncul secara tiba-tiba dengan perbedaan waktu yang singkat antara waktu ketika pasien terpapar patogen dan kemunculan gejalanya. Penyakit menular sistem saraf dapat disebabkan oleh beragam patogen. Misalnya, penyakit meningitis ditandai dengan peradangan pada meninges atau selaput sumsum tulang belakang dan otak yang dapat disebabkan oleh bakteri maupun virus. Dengan mengetahui patogen yang menyebabkan penyakit tersebut, dokter dan pasien dapat menghemat waktu untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan sedini mungkin.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Penyakit Menular Sistem Saraf dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi penyakit menular sistem saraf akan dianjurkan oleh dokter bila: * Banyak wisatawan melakukan perjalanan ke negara tropis – Meskipun penyakit menular dapat terjadi di mana saja, sebagian besar penyakit ini terjadi di negara tropis. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor. Pertama, iklim yang hangat membuat serangga seperti nyamuk dapat berkembang biak dan tumbuh lebih cepat. Kedua, sumber layanan kesehatan yang terbatas, sehingga penyebaran dan pengendalian penyakit sangatlah minim. Dengan menjalani konsultasi, dokter dapat menjelaskan mengenai resiko serta langkah-langkah pencegahan, serta memberikan vaksin pencegah penyakit kepada wisatawan yang berniat melakukan perjalanan ke negara tropis. * Pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah – Pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah seperti pasien penderita HIV/AIDS, manula, dan anak-anak beresiko tinggi tertular penyakit karena tubuhnya tidak dapat melawan infeksi atau membentuk antibodi untuk melawannya. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa penyakit menular seperti HIV dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan demensia. * Terdapat wabah penyakit – Infeksi pada sistem saraf dapat menyerang orang yang sehat sekalipun, terutama ketika muncul wabah menular, di mana penyakit dapat menyebar begitu cepat dan luas sehingga masyarakat tidak dapat melindungi dirinya dari serangan penyakit tersebut. * Pasien menunjukkan tanda-tanda dan gejala penyakit menular sistem saraf – Tanda dan gejala ini biasanya termasuk sakit kepala, penglihatan kabur, mual, muntah, demam, kelelahan, linglung, atau masalah saraf, seperti kelumpuhan.

Cara Kerja Konsultasi Penyakit Menular Sistem Saraf

Pasien yang menunjukkan gejala yang menyerang otak, saraf, atau sumsum tulang belakang biasanya dirujuk oleh dokter primer atau dokter umumnya untuk menemui dokter ahli saraf yang memiliki spesialisasi dalam bidang penyakit menular. Pada kasus tertentu, pasien mungkin dirujuk tanpa adanya gejala. Misalnya, ketika pasien berencana untuk melakukan perjalan ke negara-negara yang sedang dilanda wabah penyakit menular. Selama konsultasi berlangsung, dokter ahli saraf akan melakukan: * Pemeriksaan infeksi atau kemungkinan penularannya dengan melihat rekam medis pasien, paparan pasien dengan patogen, usia, kondisi kesehatan secara keseluruhan, penyakit yang ada, riwayat kesehatan keluarga, dan gaya hidup pasien. * Menyarankan pengobatan terbaik, yang dapat meliputi rawat inap, pemberian obat seperti obat anti virus atau anti bakteri, serta terapi pelengkap seperti pemberian asupan cairan atau membentuk pola makan yang tepat. * Memberi rujukan ke dokter spesialis lain seperti dokter terapi fisik atau terapi okupasi, jika penyakit telah menyebabkan kelumpuhan pasien. * Menyarankan perawatan lanjutan untuk memantau kepulihan kesehatan pasien atau kepulihan fungsi tubuh pasien secara keseluruhan. * Memantau efek penyakit pada tubuh dan mental pasien dan memberikan pengobatan maupun penanganan yang sesuai.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Penyakit Menular Sistem Saraf

Penyakit ini dapat menjadi sangat serius dan mengancam hidup penderitanya, sehingga melakukan konsultasi mungkin tidak dapat menjadi solusi, dan hanya akan menunda pengobatan pasien. Terdapat kemungkinan kerusakan tubuh dan mental pasien sudah tidak dapat disembuhkan. Di sisi lain, pasien yang merasa dirinya sudah sehat mungkin merasa dirinya tidak memerlukan konsultasi, dan merasa konsultasi hanya membuang uang dan waktu.

Rujukan: * Habif TP, ed. Clinical Dermatology. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2009:chap 25.

Bagikan informasi ini: