Apa itu Konsultasi Infeksi?

Pasien yang memiliki atau diduga memiliki infeksi atau penyakit menular lainnya perlu segera berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan rencana pengobatan yang sesuai dengan kondisinya.

Konsultasi ini umumnya dilakukan atas kemauan pasien (tanpa rujukan) dan dapat dilakukan oleh dokter keluarga, dokter umum, maupun dokter spesialis infeksi. Karena infeksi dapat memburuk dan menyebar ke bagian lain tubuh lainnya dengan cepat dan sebagian besar infeksi dapat menular, pasien harus menemui dokter sesegera mungkin.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Infeksi dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi infeksi sangat disarankan bagi semua pasien yang menderita atau diduga menderita suatu infeksi atau penyakit menular, misalnya:

  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Infeksi saluran pernapasan bawah
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi perut dan usus
  • Infeksi telinga
  • Infeksi mata
  • Infeksi kulit
  • Infeksi darah
  • Infeksi anak, seperti cacar atau infeksi telinga bagian tengah
    Beberapa penyakit yang umumnya disebabkan oleh infeksi adalah:

  • Demam

  • Flu
  • Pneumonia
  • Radang tenggorokan
  • Radang amandel
  • Sinusitis
    Beberapa penyebab infeksi antara lain adalah:

  • Bakteri

  • Virus
  • Jamur
  • Parasit
    Luka dan sayatan bedah juga dapat menimbulkan infeksi, yang dapat menjadi jalur bakteri untuk masuk ke dalam tubuh.

Jika muncul tanda infeksi berikut, pasien diharapkan segera melakukan konsultasi:

  • Demam
  • Diare
  • Muntah
  • Nyeri
  • Bengkak
  • Nanah
  • Dahak menumpuk
  • Hidung tersumbat
  • Kulit merah
  • Ruam
  • Kulit kering mengeras
    Jenis penyakit menular juga beragam, tergantung pada cara penularannya. Beberapa penyakit menular ditularkan dari satu orang ke orang lain sementara beberapa penyakit lainnya dapat ditularkan oleh binatang maupun serangga. Beberapa contoh penyakit menular termasuk:

  • Klamidia

  • Kolera
  • DBD
  • Hepatitis A/B
  • Herpes kelamin/kutil
  • Gonore atau kencing nanah
  • HIV/AIDS
  • Sifilis
  • Ensefalitis Jepang
  • Malaria
  • Meningitis (infeksi sumsum tulang belakang)
  • Campak
  • Rotavirus atau virus penyebab gastroenteritis
  • Demam tifus
    Berbeda dari infeksi umum yang dapat diobati oleh dokter umum maupun dokter keluarga, pasien yang menderita penyakit menular perlu segera dirujuk ke dokter spesialis penyakit menular, atau dokter yang memiliki keahlian khusus dalam diagnosis, pengobatan, pencegahan, dan penanganan penyakit menular.

Pada akhir konsultasi infeksi, pasienakan memahamijenis infeksi yang diderita, penyebab, serta pilihan pengobatan yang tersedia.

Cara Kerja Konsultasi Infeksi

Pada saat pasien mengalami tanda infeksi awal, pasien harus segera menjadwalkan janji temu dengan dokter keluarga atau dokter umum. Jika gejala yang muncul cukup parah, pasien dapat menemui dokter spesialis penyakit menular secara langsung, atau menemui dokter keluarga untuk meminta rujukan.

Konsultasi dapat dilakukan di kantor, klinik atau rumah sakit dan dimulai dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pasien, evaluasi riwayat kesehatan dan keluarga, serta pemeriksaan gejala yang diderita. Jika infeksi pasien dapat terlihat, seperti infeksi pada kulit, pemeriksaan tubuh bagian luar juga akan dilakukan. Jika jenis infeksi tidak dapat dipastikan dengan melihat tubuh bagian luar, tes diagnostik akan dilakukan. Tes yang dilakukan dapat berupa:

  • Tes darah
  • Penghitungan darah lengkap
  • Kultur darah
  • Tes urin
  • Pengambilan sampel tinja
  • Pungsi lumbal
  • Biopsi
  • Tes pencitraan seperti, sinar-X, CT scan, dan MRI scan
  • Pengujian dahak
    Jenis infeksi pasien tidak dapat diketahui hanya dengan satu tes saja, sehingga dokter mungkin akan melakukan beberapa tes secara bersamaan. Beberapa tes seperti tes pencitraan dapat dilakukan pada hari itu juga jika dokter memiliki akses ke peralatan yang akan digunakan, sedangkan beberapa tes lainnya akan dilakukan pada waktu yang berbeda. Kemudian, dokter akan menghubungi pasien ketika hasil tes telah keluar.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Infeksi

Konsultasi infeksi adalah janji temu untuk melakukan tes diagnostik, dan dalam banyak kasus, tes ini dijadwalkan pada waktu yang berbeda. Dengan demikian, konsultasi ini dijamin aman untuk dilakukan.

Tes diagnostik untuk mendeteksi keberadaan infeksi atau penyakit menular juga cukup aman untuk dilakukan, meskipun terdapat resiko tertentu. Misalnya, pungsi lumbal yang dapat menyebabkan nyeri, sedangkan tes pencitraan dapat menyebabkan resiko paparan radiasi, meskipun resikonya sangatlah kecil.

Namun, manfaat dari konsultasi infeksi jauh lebih besar daripada resiko yang ada. Selain itu, infeksi dapat memburuk dengan cepat dan penyakit menular juga dapat menyebar dengan cepat. Oleh karena itu, konsultasi infeksi tidak boleh ditunda. Jika pasien menunda untuk melakukan konsultasi ini, pasien mungkin beresiko untuk mengalami komplikasi serius, seperti:

  • Sepsis, yaitu kondisi ketika infeksi menyebar ke darah dan seluruh tubuh
  • Timbulnya gangguan kesehatan kronis *Kematian, pada kasus infeksi parah
    Untuk menghindari komplikasi ini, pasien perlu segera melakukan konsultasi infeksi. Konsultasi ini sangatlah penting, terutama bagi pasien yang berusia sangat muda, sangat tua, atau telah mengidap gangguan autoimun yang menghambat kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, sehingga pasien lebih beresiko mengalami komplikasi jangka panjang dan mengancam jiwa.

    Rujukan:

  • Infectious Diseases Society of America

  • European Society for Microbiology and Infectious Diseases
Bagikan informasi ini: