Apa itu Konsultasi Janin Pra-Kelahiran?

Konsultasi janin pra-kelahiran adalah janji temu antara spesialis kandungan dan kebidangan dan wanita yang sedang mengandung untuk memeriksa dan memantau janin di dalam rahimnya. Prosedur ini sangat membantu para ibu yang ingin mengetahui kesehatan calon bayinya. Di akhir sesi konsultasi, dokter dan ibu hamil akan mengetahui apakah janin sudah dalam kondisi prima atau kondisi rentan, seperti terlahir dengan penyakit serius, bahkan cacat. Jika mengalami kasus ini, wanita hamil tersebut akan dirujuk pada neonatologist (dokter spesialis bayi yang baru lahir) untuk membicarakan pengobatan atau perawatan yang dianjurkan dan sesuai kondisi. Konsultasi janin ini membuat calon orang tua dapat mengatur rencana pengobatan untuk anak mereka, bahkan sebelum kelahirannya.

Siapa yang Perlu Menjalani & Hasil yang Diharapkan

Konsultasi janin sebelum melahirkan sangat menguntungkan bagi ibu hamil, namun prosedur ini sangat disarankan untuk ibu dengan faktor risiko yang cenderung memicu bayi lahir dengan penyakit bawaan atau cacat.

Faktor risiko tersebut di antaranya:

  • Ibu yang memiliki penyakit
  1. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  2. Diabetes dan penyakit metabolik lainnya
  3. Penyakit menular seperti hepatitis dan HIV/AIDS
  4. Pre-eklampsia
  5. Kelainan darah
  6. Aloimunisasi (pengembangan antibodi terhadap golongan darah tertentu) platelet
  7. Penyakit ginjal
  • Riwayat kelainan genetik pada keluarga, seperti:
  1. Fibrosis sistik
  2. Penyakit Huntington (gangguan degenerasi saraf keturunan progresif)
  3. Anemia sel sabit
  4. Penyakit jantung
  5. Penyakit ginjal
  6. Penyakit saluran pencernaan
  • Riwayat keluarga dengan kelahiran cacat
  • Kehamilan ganda
  • Pernah mengalami kelahiran premature, pembukaan leher rahim saat kelahiran
  • Riwayat kelahiran gagal atau keguguran
  • Mempunyai anak dengan kelainan genetik


Wanita hamil perlu melakukan konsultasi janin, jika ia merasakan kelainan pada kandungannya. Ciri-ciri perkembangan kandungan yang tidak wajar, ialah:

  • Pertumbuhan janin tidak normal, terdeteksi saat sesi pertemuan pra-melahirkan umum
  • Pertumbuhan janin terhambat atau ketika janin terlalu kecil
  • Macrosomia, janin yang terlalu besar


Pada penghujung sesi konsultasi, ibu akan diberi tahu mengenai jenis-jenis tes/pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memeriksa kondisi janin. Dengan cara ini, ia dan pasangannya dapat membicarakan pilihan-pilihan yang tersedia dan sesuai untuk mereka.

Cara Kerja Konsultasi janin Pra-Kelahiran

Konsultasi janin umumnya dijadwalkan sesuai dengan keinginan ibu hamil dengan fokus pada kesehatan janin, namun tidak jarang prosedur ini dilakukan atas permintaan dokter kandungan pasien. Konsultasi janin berlangsung di klinik dokter kandungan selama satu jam.

Konsultasi janin terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan ibu
  • Meninjau riwayat kesehatan keluarga
  • Pemeriksaan fisik (medical check-up)
  • Ultrasound, biasanya hanya pada kasus tertentu


Jika terdapat sebab yang memicu kelainan genetik, konsultasi akan diikuti dengan tes-tes khusus, termasuk:

  • Tes darah AFP (Alpha fetoprotein) – prosedur ini dapat mengenali kerusakan sistem tabung saraf pada janin.
  • Pemeriksaan antenatal serum ( – prosedur ini dapat mendeteksi kelainan kromosom, seperti sindroma Down.
  • Teknik terapi in utero (terapi kandungan) – prosedur pemeriksaan janin yang lebih invasif dan dilakukan saat janin berada di dalam rahim. Contohnya seperti:
  • Tes darah
  • Transfusi darah
  • Prosedur memasukkan platelet
  • Penempatan kandung kemih janin
  • Amniosentesis (prosedur mengambil dan menganalisa cairan ketuban)
  • Pengambilan sampel vilus korionik (untuk diagnosis gangguan genetik pra-lahir)
  • Pemerikasaan MRI
  • Pemeriksaan echocardiogram

Prosedur-prosedur tersebut biasanya tidak dilakukan bersamaan dalam satu sesi konsultasi dan dilaksanakan oleh dokter yang berbeda. Saat sesi konsultasi, ibu hamil akan diberikan pertanyaan menyangkut prosedur sehingga kedepannya, ia akan lebih siap.

Belakangan ini, dokter kandungan dapat mendeteksi berbagai komplikasi yang muncul sebelum kelahiran. Beberapa diantara ialah:

  • Gastroschisis, jenis kerusakan pada dinding perut
  • Otak yang terbentuk tidak sempurna
  • Bibir sumbing disertai celah pada langit-langit rongga mulut
  • Atresia usus/saluran cerna
  • Luka pada paru-paru
  • Kerangka tidak terbentuk normal
  • Ginjal tidak normal
  • Kerusakan sistem tabung saraf (NTDs), seperti spina bifida


Telah terbukti bahwa melalui pemeriksaan, jika ada kelainan atau kerusakan, orangtua akan mempertimbangkan pilihan pengobatan dan mulai merencanakan perawatan medis dan perawatan di rumah untuk anak yang lahir dengan kelainan. Perawatan janin dan hasil yang diharapkan dari perawatan akan berjalan lebih baik dengan mengenali gejala yang ada sedini mungkin. Di samping itu, dengan mengetahui adanya kelainan pada janin, ibu hamil dan dokternya dapat mempertimbangkan kondisi tersebut untuk pengelolaan kehamilan dan proses persalinan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi janin Pra-Melahirkan

Selama sesi konsultasi, ibu hamil tidak mengikuti prosedur apapun. Sehingga tidak akan ada komplikasi atau risiko apapun.

Namun, dokter konsultasi akan mengadakan beberapa tes atau pemeriksaan yang dilakukan pada pertemuan selanjutnya.

Rujukan

  • Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Fetal growth and development. In: Cunningham FG, Leveno KL, Bloom SL, et al, eds. Williams Obstetrics. 23rd ed. New York, NY: McGraw-Hill; 2010: bab 4.

    • Ross MG, Ervin MG, Novak D. Placental and Fetal Physiology. In: Gabbe SG, Niebyl JR, Simpson JL, eds. Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies. 6th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2012: bab 2.
Bagikan informasi ini: