Apa itu Konsultasi Periodontitis?

Jika dokter gigi memberitahu bahwa Anda harus menemui dokter gigi periodonsia untuk berkonsultasi, itu berarti Anda memiliki masalah dengan gusi atau tulang rahang di luar cakupan dari perawatan gigi biasa. Dokter gigi dapat mengobati berbagai masalah gigi, seperti gigi bengkak yang memerlukan pencabutan atau perawatan saluran akar, namun untuk penyakit seperti periodontitis atau radang gusi, sebaiknya Anda menemui dokter gigi periodonsia. Penyakit periodontal digambarkan sebagai infeksi pada struktur penyokong gigi, seperti gusi dan tulang rahang. Jika tidak diobati, infeksi tersebut dapat menyebar dan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan serius. Penelitian telah membuktikan hubungan antara penyakit ini dan masalah kesehatan serius termasuk penyakit jantung, stroke, diabetes, penyakit pernapasan, dan kelahiran prematur. Oleh karena itu, jika dokter gigi merujuk Anda untuk menemui dokter gigi periodonsia, jangan anggap remeh. Sebaiknya Anda mengobati penyakit periodontal tersebut, sebelum penyakit tersebut menyebabkan masalah besar. Konsultasi periodontitis dapat berlangsung selama satu jam atau bahkan lebih tergantung pada tingkat keparahan kondisi gigi Anda. Jika dokter periodonsia menyatakan Anda memerlukan pengobatan dengan segera, maka tindakan akan dilakukan selama beberapa jam di kantornya.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Periodontitis & Hasil yang Diharapkan

Seringnya, pasien yang harus menjalani konsultasi periodontitis dirujuk oleh dokter gigi mereka. Namun, karena beberapa dokter periodonsia juga melakukan perawatan gigi biasa, kemungkinan ada pasien yang tidak dirujuk namun memilih untuk langsung berkonsultasi dokter periodonsia untuk mengatasi masalah gigi lainnya. Salah satu tanda Anda bahwa perlu berkonsultasi dengan dokter gigi periodonsia bukannya dokter gigi biasa adalah jika Anda menemukan gusi Anda berdarah setelah menggosok atau menggunakan benang gigi untuk membersihkannya. Berbeda dengan kepercayaan masyarakat bahwa gusi berdarah adalah hal normal, gusi berdarah merupakan tanda dari infeksi. Setelah konsultasi, Anda akan diberikan baik resep obat maupun saran untuk menjalani tindakan tertentu oleh dokter periodonsia Anda, seperti pembersihan kantong gigi menyeluruh, pembersihan saluran akar gigi, pengangkatan jaringan lunak, atau membentuk kembali jaringan keras.

Cara Kerja Konsultasi Periodontitis

Konsultasi periodontitis biasanya dimulai dengan wawancara singkat. Dokter periodonsia akan mengajukan pertanyaan tentang gaya hidup, riwayat kesehatan, dan kesehatan gigi Anda. Anda perlu memberikan informasi tentang masalah kesehatan Anda dahulu hingga saat ini karena masalah saat ini mungkin adalah akibat dari penyakit periodontal. Setelah wawancara, dokter periodonsia akan memeriksa gigi, gusi, leher, rahang sendi, tenggorokan, dan seluruh mulut Anda. Anda kemungkinan akan diminta untuk menjalani serangkain sinar-X, yang dapat mencakup sinar-X periapikal untuk mengetaui pola hilangnya tulang, dan radiograf panoramik, yang merupakan sinar-X dari keseluruhan mulut. Setelah dokter periodonsia telah mengamati hasil pencitraan, ia akan memberikan diagnosis kondisi Anda. Anda akan diberitahu jenis penyakit periodontal dan pengobatannya yang ideal. Penting untuk dipahami bahwa tidak ada pengobatan tunggal untuk seluruh jenis penyakit periodontal. Bahkan, dua pasien dengan penyakit yang sama dapat diperlakukan dengan berbeda, karena penyakit periodontal biasanya mempengaruhi kesehatan seseorang dengan cara yang berbeda. Anda kemungkinan akan diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai penyakit atau pengobatannya. Jika Anda disarankan untuk menjalani tindakan tertentu, Anda harus memahami tindakan tersebut dan mengapa tindakan tersebut dibutuhkan. Selalu ingat bahwa tindakan apapun memiliki risiko dan kemungkinan komplikasi.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Periodontitis

Konsultasi periodontitis biasanya hanya melibatkan diagnosis kondisi dan rekomendasi bentuk pengobatan. Oleh karena itu, seharusnya tidak terdapat risiko atau komplikasi dari tindakan itu sendiri. Namun, jika Anda diminta untuk menjalani tindakan atau tes pencitraan, maka aka nada risiko dan kemungkinan komplikasinya. Beberapa orang mungkin khawatir dengan radiasi yang ada ketika menjalani sinar-X gigi. Yakinlah bahwa tingkat radiasinya cukup rendah, jadi tindakan tersebut aman untuk anak-anak maupun orang dewasa. Jika sinar-X menghasilkan gambar digital dan bukan film, paparan radiasinya bahkan lebih rendah. Akan tetapi, terdapat pengecualian pada setiap tindakan. Dalam tindakan ini, pengecualiannya melibatkan wanita hamil. Jika Anda tahu Anda sedang hamil atau yakin bahwa Anda kemungkinan hamil, beritahu terlebih dahulu mengenai kondisi Anda ke dokter periodonsia Anda. Seluruh sinar-X tidak aman untuk janin yang sedang berkembang, sehingga dokter periodonsia dapat menyarankan tes pencitraan yang lebih aman atau melewatkan beberapa jenis pengobatan hingga pasien bersalin.
Pengobatan untuk penyakit periodontal mungkin melibatkan operasi. Seperti halnya jenis operasi apapun, bedah periodontal juga memiliki risiko dan kemungkinan komplikasi. Pastikan bahwa dokter periodonsia menjelaskan apa risikonya sebelum Anda setuju untuk menjalani tindakan. Anda juga mungkin ingin mendapatkan pendapat kedua untuk memastikan bahwa tindakan ini memang diperlukan untuk kasus tertentu.

Rujukan: * American Academy of Periodontology. https://www.perio.org/

Bagikan informasi ini: