Apa itu Konsultasi Gangguan Kesehatan Kaki?

Pasien yang memerlukan diagnosis, perawatan dan penanganan jangka panjang untuk gangguan kesehatan dan penyakit kaki, dapat melakukan konsultasi pada spesialis kaki yang disebut podiatris. Pasien dapat membuat janji temu dengan atau tanpa rujukan dokter umum maupun dokter keluarga. Konsultasi ini sangat berguna bagi pasien yang mengalami gangguan kesehatan pada area kaki, termasuk yang disebabkan oleh penyakit seperti diabetes. Lamanya konsultasi akan bergantung pada kondisi pasien, umumnya berjalan selama 30 menit hingga satu jam. Dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan yang hanya memiliki sedikit bahkan tanpa risiko di sela sesi konsultasi. Perawatan awal dapat segera dilaksanakan apabila pasien setuju untuk menjalani rekomendasi dokter spesialis kaki.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Gangguan Kesehatan Kaki dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi gangguan kesehatan kaki sangat bermanfaat bagi pasien yang mengalami masalah pada kaki, seperti:

  • Penyakit pada kuku kaki, seperti pertumbuhan jamur dan kuku yang menembus daging atau tumbuh terlalu tebal
  • Mata ikan dan kapalan
  • Kaki atlet (Tinea pedis)
  • Tumit kering dan retak
  • Nyeri pada persendian jempol kaki
  • Morton neuroma (peradangan jaringan saraf lunak)
  • Plantar fasciitis
    • Metatarsalgia (nyeri pada mata kaki)
  • Kelainan bentuk jempol kaki atau Bunion
  • Kaki datar
  • Kaki lengkung
  • Verruca (kutil yang disebabkan oleh virus)
  • Nyeri kaki


Konsultasi ini juga merupakan salah satu bagian terpenting dari penanganan penyakit diabetes yang mampu meningkatkan risiko penyakit kaki, seperti:

  • Diabetes neuropati – Jika penyakit diabetes ini tidak segera ditangani, maka kerusakan pada saraf akan memicu penyakit kaki. Penyakit ini ditandai dengan berkurangnya kepekaan kaki, artinya apabila seseorang mengalami luka atau goresan pada kaki, ia tidak akan merasakan nyeri sehingga meningkatkan risiko infeksi pada luka tersebut. Diabetes neuropati melemahkan otot serta memicu gerakan kaki menjadi tidak seimbang, sehingga salah satu kaki akan mendapat tekanan yang lebih. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko ulkus kaki.

  • Penyakit vaskular perifer (PVP) – Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan aliran darah pada kaki. Walaupun gejala PVP tidak terlihat, namun penyakit ini mampu menghambat proses penyembuhan luka serta meningkatkan risiko timbulnya ulkus kaki dan luka gangren (jaringan tubuh mati).

Konsultasi gangguan kesehatan kaki sangat bermanfaat bagi orang-orang yang menderita penyakit kaki agar lebih mengetahui penyebab penyakit, kemungkinan komplikasi, penanganan gejala dan pengobatan yang tersedia. Konsultasi ini juga dapat menolong orang-orang yang memerlukan perawatan khusus, misalnya alat bantu kaki buatan. Konsultasi berperan sebagai langkah awal dalam mengatasi gangguan kesehatan kaki.

Cara Kerja Konsultasi Gangguan Kesehatan Kaki

Konsultasi gangguan konsultasi kaki, disebut sebagai pemeriksaan podiatri, umumnya berjalan selama 30 menit hingga satu jam, tergantung pada keluhan yang dipaparkan pasien dan kebutuhan akan pemeriksaan tertentu. Konsultasi dimulai dengan menjawab pertanyaan yang diajukan dokter spesialis kaki mengenai kondisi kesehatan, penyakit yang diderita dan gejala yang memengaruhi kaki pasien. Dokter akan bertanya mengenai gaya hidup dan kebiasaan pasien, rincian alas kaki, dan cedera kaki yang pernah dialami.

Konsultasi ini akan melibatkan pemeriksaan fisik yang meliputi:

  • Pemeriksaan biomekanik
  • Pemeriksaan dermatologis
  • Pemeriksaan aliran darah
  • Pemeriksaan tekanan darah


Untuk mendapatkan informasi akurat selama konsultasi berlangsung, pasien diminta membawa rekam medis sebelumnya, [ortotik] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/orthotics) yang pernah dipakai sebelumnya (jika ada) dan hasil USG kaki, diutamakan hasil yang diambil dalam 6 bulan terakhir.

Saat konsultasi, pasien yang terdiagnosa mengidap penyakit kaki akan mendapat perawatan pertama yang berupa:

  • Terapi fisik
  • Latihan kaki
  • Obat-obatan, seperti pereda nyeri
  • Kaki palsu
  • Akupuntur
  • Bantalan untuk melindungi kaki
  • Pembalut untuk kaki
  • Saran mengenai alas kaki yang tepat
  • Penyuntikkan steroid


Pasien diperbolehkan mencari opini kedua dan ia tidak diwajibkan untuk mengikuti perawatan apapun saat konsultasi berlangsung.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Gangguan Kesehatan Kaki

Konsultasi gangguan kesehatan kaki biasanya tidak melibatkan prosedur perawatan apapun. Perawatan hanya akan dilakukan apabila pasien menginginkannya. Oleh karena itu, konsultasi umumnya tidak memiliki risiko apapun, atau hanya terdapat risiko kecil. Membuat janji temu dengan dokter spesialis kaki dapat melindungi pasien dari kemungkinan komplikasi dan risiko penyakit kaki, seperti:

  • Infeksi kaki yang parah
  • Cedera kaki berat
  • Ulkus kaki
  • Gangren
  • Amputasi kaki

Gangguan kesehatan kaki yang ringan akan semakin parah jika tidak mendapat penanganan medis. Agar terhindar dari komplikasi seperti kehilangan kaki karena amputasi, pasien sangat disarankan untuk menjadwalkan konsultasi jika merasakan atau menemukan masalah pada kaki.

Rujukan:

  • Klein SE. Conditions of the forefoot. In: DeLee JC, Drez D Jr, Miller MD, eds. DeLee and Drez's Orthopaedic Sports Medicine. 3rd ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2009: Bab H.

  • Hirose CB, Clanton TO, Wood RM. Etiology of injury to the foot and ankle. In: DeLee JC, Drez D Jr, Miller MD, eds. DeLee and Drez's Orthopaedic Sports Medicine. 3rd ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2009: Bab J.

Bagikan informasi ini: