Apa itu Konsultasi Onkologi Okular?

Konsultasi onkologi okular, dikenal sebagai konsultasi onkologi oftalamik, adalah langkah awal dalam mencari pengobatan bagi pasien yang memiliki tumor mata, baik tumor penyakit kanker ataupun bukan. Tujuan konsultasi ini adalah untuk mendapatkan diagnosis serta pilihan pengobatan yang tepat.

Pasien tidak diwajibkan untuk menjalani pengobatan yang direkomendasikan dokter pada saat konsultasi. Ia boleh mencari opini kedua apabila merasa ragu.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Onkologi Okular dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi onkologi okular sangat disarankan bagi pasien yang diduga mengidap [kanker mata] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/kanker-mata), yang dapat timbul sebagai:

  • Tumor kelopak mata
  • Tumor konjungtiva, di antaranya melanoma atau tumor pada permukaan okular (ocular surface squamous neoplasia)
  • Tumor pada segmen anterior mata
  • Tumor iris mata
  • [Limfoma] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/limfoma)
  • Luka metastatis
  • Luka vaskular mata
  • Gangguan saraf orbital mata
  • Kerusakan saraf optik
  • Melanocytoma
  • Nevus
  • Hemangioma (tumor pembuluh darah jinak yang membentuk tanda lahir)
  • Osteoma (tumor jinak pada tulang)
  • Granuloma and xanthogranuloma
  • Degenerasi makular
  • Hipertrofi kongenital pada pigmen epithelium retina
    Manfaat konsultasi akan dirasakan oleh pasien yang mengalami gejala berikut:

  • Mata menonjol

  • Penglihatan tidak jelas
  • [Kehilangan penglihatan] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/penglihatan-berkurang) total atau sebagian
  • Melihat ilusi cahaya
  • Melihat bintik atau benda terbang (dikenal dengan sebutan floaters)
  • Terdapat bintik hitam pada iris
  • Muncul selaput yang menutupi lensa mata (sama seperti katarak)
  • Permukaan mata bengkak, baik pada konjungtiva maupun kornea
  • Perubahan bentuk mata
    Jika mengalami gejala-gejala tersebut, pasien dapat melakukan pemeriksaan pada dokter mata umum. Apabila terdapat indikasi kanker, dokter akan merujuk pasien pada spesialis onkologi okular. Dokter akan membuat rujukan berdasarkan gejala yang dirasakan pasien, lalu spesialis onkologi okular akan mengambil alih penanganan pasien dan melakukan pemeriksaan yang diperlukan.

Pada akhir sesi konsultasi, dokter akan memberikan diagnosis akhir atau diagnosis sementara yang memerlukan pemeriksaan lanjutan. Diagnosis akhir akan diberikan bersama dengan rekomendasi pengobatan.

Cara Kerja Konsultasi Onkologi Okular

Konsultasi onkologi okular dilaksanakan di klinik atau ruang praktik dokter mata atau spesialis onkologi okular kurang lebih selama satu jam. Apabila peralatan pemeriksaan sudah lengkap, spesialis onkologi okular akan melakukan beberapa pemeriksaan. Atau, ia akan meminta pemeriksaan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya.

Saat sesi konsultasi, dokter spesialis onkologi okular akan bertanya mengenai:

  • Riwayat kesehatan penglihatan pasien
  • Riwayat kesehatan umum pasien
  • Riwayat kanker pada keluarga
  • Gejala yang dirasakan
    Apabila dokter membutuhkan informasi tambahan untuk membuat diagnosis akhir, konsultasi akan dilanjutkan dengan:

  • Pemeriksaan mata bagian luar

  • Pemeriksaan oftalmoskopik untuk bagian dalam mata
  • Ultrasound atau echografi
  • Angiografi floresein (pemeriksaan pembuluh darah di mata)
  • Biopsi jarum halus
  • Tes pencitraan (CT, MRI, dan PET scan)
  • Gionoskopi
  • Pemeriksaan darah
  • Pemeriksaan ketajaman penglihatan
  • Pengukuran tekanan di dalam mata
  • Pemeriksaan gerakan bola mata dan pupil
  • Pemeriksaan menggunakan slit-lamp (lampu celah)
    Pertanyaan yang sering diajukan pasien saat konsultasi meliputi:

  • Jenis kanker mata apakah saya derita?

  • Bagian mata mana yang akan terkena dampaknya?
  • Gejala apa yang akan timbul akibat penyakit ini?
  • Kanker stadium berapa yang saya derita? Apa artinya?
  • Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia? Adakah efek samping dari pengobatan tersebut?
  • Apakah dokter sangat berpengalaman dalam menangani kanker jenis ini?
    Saat konsultasi, spesialis onkologi okular harus menjelaskan setiap pilihan pengobatan agar pasien dapat memilih dengan baik. Pilihan pengobatan yang akan dianjurkan dokter berupa:

  • Bedah pengangkatan tumor

  • [Kemoterapi] (https://www.docdoc.com/id/id/info/procedure/kemoterapi) sistemik
  • Terapi radiasi (radiologi)
  • Brakiterapi
  • Terapi laser

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Onkologi Okular

Konsultasi onkologi okular adalah prosedur yang sangat aman bagi pasien. Konsultasi ini memegang peranan penting dalam memberikan pengobatan kanker bagi pasien. Semua bentuk pemeriksaan yang dilakukan pada mata juga tidak membahayakan dan hanya menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman.

Beberapa prosedur pemeriksaan menggunakan peralatan atau pengobatan khusus untuk merangsang gerakan mata, seperti pembesaran pupil. Walaupun pemeriksaan yang dijalani pasien termasuk aman, namun terdapat efek samping yang akan dirasakan selama beberapa jam pasca pemeriksaan. Oleh karena itu, pasien dianjurkan tidak membawa kendaraan sendiri saat pulang kerumah.

Tes pencitraan memiliki risiko kecil karena penggunaan radiasi. Namun, prosedur ini sangat berguna dalam menentukan diagnosis penyakit. Maka, tes pencitraan harus selalu dalam pengawasan dokter dan menggunakan radiasi dosis rendah. Jika pasien sedang atau akan segera hamil, spesialis onkologi okular akan melakukan pemeriksaan mata yang aman bagi kehamilan namun tetap memberikan informasi yang dibutuhkan.

Rujukan:

  • American Academy of Ophthalmology Preferred Practice Patterns Committee. Preferred Practice Pattern Guidelines. Comprehensive Adult Medical Eye Evaluation - 2010. Available at one.aao.org/preferred-practice-pattern/comprehensive-adult-medical-eye-evaluation--octobe. Accessed February 27, 2015.
Bagikan informasi ini: