Apa itu Konsultasi Neuro-Onkologi?

Konsultasi neuro-onkologi adalah janji temu dengan spesialis onkologi yang menangani tumor atau benjolan pada sistem saraf pusat.

Secara umum, onkologi adalah bidang kesehatan yang mempelajari tumor, namun para ahli medis telah membatasi bidang ini pada diagnosis, pengobatan, dan perawatan kanker. Neurologi juga merupakan bidang kedokteran dan ilmu yang mempelajari anatomi sistem saraf pusat, seperti otak, tulang belakang, susunan saraf tulang belakang (sumsum tulang belakang), dan urat saraf.

Otak adalah bagian sistem saraf pusat yang bersifat penting bagi kelangsungan hidup manusia, maka segala kerusakan yang memengaruhi otak merupakan masalah serius dan membahayakan nyawa. Pada kondisi seperti kanker glioma, penyakit dapat segera memburuk karena sifatnya yang agresif.

Gangguan kesehatan pada otak atau bagian sistem saraf lain tidak hanya memengaruhi gerakan fisik, namun kecakapan mental pasien, seperti daya ingat akan ikut terancam.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Neuro-Onklogi dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi neuro-onkologi sangat disarankan bagi:


1. Pasien terdiagnosa penyakit kanker pada sistem saraf – Contohnya kanker otak yang menyerang segala usia. Namun kanker otak cenderung ditemukan pada anak-anak dan pria.


2. Orang yang divonis mengidap kanker jenis lain - Kanker yang memengaruhi otak dianggap penyakit primer. Artinya, kanker berasal dari otak bersifat metastatis, yaitu sel kanker datang dari organ tubuh lain. Pemeriksaan neurologi perlu segera dilakukan apabila pasien mengalami gejala:

  • Penglihatan kabur
  • Kebingungan
  • Pusing dan mual
  • Muntah proyektil (disebabkan oleh peningkatan tekanan intrakranial)
  • Sering sakit kepala
  • Kelelahan
  • Anemia
  • Nafsu makan hilang
  • Penurunan berat badan drastis secara mendadak
  • Kejang-kejang
  • Lumpuh
  • Pingsan


3. Pasien yang membutuhkan opini kedua – Mendapatkan vonis kanker otak merupakan hal yang menakutkan sehingga pasien akan mencari opini medis lain untuk memastikan bahwa diagnosis yang diberikan, benar. Opini kedua juga dicari pasien untuk mendapatkan perspektif rencana pengobatan dan perawatan yang berbeda.

Saat konsultasi berlangsung, dokter spesialis neuro-onkologi diharapkan melakukan:

  • Diagnosis akurat
  • Stadium dan grade kanker
  • Membuat pilihan pengobatan yang tepat berdasarkan faktor usia, kesehatan pasien secara keseluruhan, pengobatan yang tersedia, dan kehadiran penyakit lain.
  • Memastikan jenis tumor, apakah ganas atau jinak.


Saat konsultasi berlangsung, dokter spesialis neuro-onkologi akan:

  • Memeriksa rekam medis pasien
  • Mewawancara pasien mengenai riwayat kesehatan pribadi maupun keluarganya, khususnya jika kondisi ini tidak tertulis pada rekam medis.
  • Melakukan pemindaian (seperti PET, CT, atau MRI scan)
  • Menilai kanker pasien (stadium, grade, dan perkembangan kanker)

Cara Kerja Konsultasi Neuro-Onkologi

Konsultasi dengan spesialis neuro-onkologi dilakukan atas anjuran dokter yang sebelumnya menangani pasien. Dokter ini umumnya dokter spesialis saraf, spesialis anak, spesialis mata, atau dokter umum. Dokter akan merujuk pasien apabila intervensi awal dalam mengobati serta menangani gejala tidak berhasil atau penyakit memburuk sehingga membutuhkan dokter spesialis neuro-onkologi. Dokter seringkali mengharuskan pasien mengikuti pemeriksaan sistem saraf untuk memeriksa adanya benjolan atau luka yang mencurigakan pada sistem saraf, terutama otak.

Kemudian, dokter akan membuat rencana pengobatan, yang meliputi prosedur bedah, kemoterapi dan terapi radiasi (radiologi). Pada tahap pemeriksaan ini, dokter akan membawa pasien pada ahli bedah atau ahli radiologi agar pasien mendapatkan informasi lengkap mengenai perawatan, pengobatan serta prosedur lanjutan. Semua dokter spesialis akan bekerja sama dalam menangani penyakit pasien.

Bagian dari pengobatan seperti neuro-psikologi, yaitu berupa perawatan dan pengobatan mental pasien yang terkena pengaruh kanker. Dokter spesialis neuro-onkologi juga akan membantu pasien dalam merencanakan anggaran pengobatan, terapi konseling dan kelompok dukungan bagi pasien.

Sebagian dokter akan memperluas dukungan untuk pasien dengan bantuan orang yang dicintai atau perawat pasien. Mereka akan mempunyai peran penting dalam merawat pasien.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Neuro-Onkologi

Diagnosis kanker adalah kenyataan yang sulit dihadapi pasien, terlebih jika diiringi dengan prognosis yang kurang akurat terhadap kondisi kanker yang memengaruhi sistem saraf, seperti otak. Kondisi fisik dan emosi pasien yang tidak stabil dapat membuatnya enggan mengikuti konsultasi. Apabila hubungan pasien dan dokter kurang baik, pasien bisa menjadi kurang nyaman dan malu untuk menceritakan gejala dan kondisi yang ia rasakan. Hal ini sangat berisiko terhadap pengobatan dan kelangsungan hidup pasien.

Rujukan:

  • Society for Neuro-Oncology
Bagikan informasi ini: