Apa itu Konsultasi Ginekologi?

Konsultasi ginekologi adalah pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh dokter ahli ginekologi untuk memeriksa kesehatan dan mengidentifikasi penyakit dan infeksi pada sistem alat reproduksi wanita. Pemeriksaan ini juga meliputi pemeriksaan kemampuan pembuahan sel telur, serta pemeriksaan pada tahap sebelum kehamilan, saat kehamilan, dan saat kelahiran.

Jenis konsultasi ini diyakini sangat penting seiring dengan meningkatnya risiko penyakit pada wanita, seperti penyakit yang menular melalui hubungan seksual. Hampir satu juta wanita di Amerika Serikat telah terjangkit radang pangkal paha dan sekitar 5 juta wanita yang dalam usia produktif hamil, yaitu di usia 15-49 tahun, telah terjangkit endometriosis (munculnya jaringan yang meradang pada rahim). Kanker ginekologi, seperti kanker rahim, juga berpotensi membunuh ribuan wanita setiap tahunnya, walaupun kanker yang ditangani secara cepat atau dicegah dengan konsultasi dan pemeriksaan secara teratur.

Dokter yang melakukan konsultasi disebut sebagai dokter ahli ginekologi. Terkadang, dokter ahli ginekoligi disebut juga sebagai ahli ilmu kebidanan, tetapi sebenarnya keduanya berbeda. Meskipun keduanya sama-sama memperoleh pelatihan medis secara intensif pada bidang sistem reproduksi manusia, bidang ilmu kebidanan lebih luas. Ahli kebidanan menangani perawatan saat kehamilan dan sebelum kehamilan, bahkan sampai saat kelahiran. Sedangkan ahli ginekologi diperbolehkan untuk membantu wanita agar dapat lebih siap dan nyaman saat hamil. Saat wanita sudah hamil, maka wanita tersebut selanjutnya akan diberikan rujukan kepada ahli kebidanan.

Walaupun demikian, lebih dari 85% dokter ahli ginekologi juga dapat melakukan praktek kebidanan, yang berarti ahli ginekologi juga dapat membantu saat kelahiran bayi. Kedua jenis ahli medis ini disebut sebagai OB-GYN.

Siapa yang Harus Menjalani Konsultasi Ginekologi & Hasil yang Diharapkan

Konsultasi ginekologi disarankan bagi wanita yang sudah terjangkit atau dipercaya menderita penyakit yang mempengaruhi sistem reproduksi wanita seperti pada rahim, saluran rahim, dan indung telur.

Konsultasi juga mungkin diperlukan sebagai pemeriksaan ginekologi, termasuk dada, pangkal paha, perut, vagina, rahim, dubur, dan bagian lainnya yang juga dapat mempengaruhi munculnya gejala penyakit yang mempengaruhi sistem reproduksi wanita.

Wanita yang berkeinginan untuk hamil juga dapat berkonsultasi secara mendalam dengan ahli ginekologi, terutama karena beberapa penyakit dan kondisi tertentu dapat menyebabkan infertilitas atau kegagalan kehamilan. Beberapa di antaranya adalah sel telur yang belum dewasa, sindrom polikista sel telur (PCOS) dan endometriosis. Kemudian, jika wanita sudah dalam kondisi hamil, seorang OB-GYN juga dapat memberikan perawatan kehamilan yang diperlukan untuk mempersiapkan proses kelahiran calon ibu, menjaga bayi tetap sehat sampai usia sembilan bulan, dan pada akhirnya membantu untuk melahirkan bayi yang sehat. Dalam beberapa kasus, wanita dapat diminta untuk melakukan pemeriksaan genetis untuk menentukan apakah bayi yang dikandung memiliki kelainan genetis atau cacat bawaan.

Wanita yang melakukan konsultasi ginekologi tidak harus hanya dalam sakit atau hamil. Jika wanita tersebut sudah aktif melakukan hubungan seksual, sedang menstruasi, atau memiliki riwayat masalah reproduksi dalam keluarganya, maka dapat dilakukan pemeriksaan rutin ke ahli ginekologi, program pencegahan, perencanaan keluargan, dan penggunaan kontrasepsi.

Cara Kerja Konsultasi Ginekologi

Meskipun wanita dapat berkonsultasi kepada ahli ginekologi untuk pengobatan biasa, kebanyakan dari mereka lebih suka untuk melakukannya saat sedang mengalami gejala atau keluhan seperti munculnya cairan vagina yang keluar, kista, atau kutil di bagian alat kelamin, rasa sakit saat sedang buang air kecil, pendarahan tiba-tiba yang terjadi tidak teratur, dan rasa sakit di bagian perut atau punggung belakang.

Ahli ginekologi akan memulai dengan mengumpulkan informasi detail tentang gejala yang diderita oleh pasien. Selama konsultasi, rekam jejak medis pasien, riwayat diagnosa, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan riwayat medis keluarga akan didiskusikan dengan pasien. Sebelum membuat diagnosa, beberapa jenis tes akan dilakukan. Tes yang akan dilakukan adalah tes di bagian panggul, pap smear (pemeriksaan sampel dari jaringan rahim yang dikikis), dan tes bagian dada serta perut. Ukuran dan bentuk dari rahim juga akan diperiksa dengan cara menekan dua jari di daerah perut yang terletak tepat di atas rahim. Pengukuran tanda-tanda vital seperti tekanan darah, detak jantung, serta tinggi dan berat badan, juga akan dilakukan.

Tes pengambilan gambar santir juga disarankan bila beberapa tes yang sudah dilakukan tidak memberikan hasil yang memuaskan. Pilihan pengambilan gambar santir yang dapat dilakukan adalah MRI, CT Scan, dan ultrasound, di mana semua pilihan tersebut berisiko rendah (non-invasif).

Selama konsultasi, ahli ginekologi juga mungkin akan memberikan vaksinasi agar pasien lebih kebal terhadap kanker serviks.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko

Hampir semua tes yang dilakukan selama masa konsultasi adalah tes standar dan yang rutin dilakukan dan karenanya, secara teoritis konsultasi ginekologi aman. Jika ada kemungkinan komplikasi yang dapat dipertimbangkan, biasanya pun tidak terlalu membahayakan. Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah rasa tidak nyaman, terutama saat alat pemeriksa bagian dalam dimasukkan ke dalam vagina atau saat dada dan perut ditekan. Dalam tes bagian dubur, pasien mungkin akan merasakan seakan sedang ingin buang air besar, meskipun sensasinya tidak berlangsung lama. Ada juga kemungkinan terjadinya pendarahan kecil dan mens.

Rujukan:

  • American Academy of Pediatrics, Committee on Infectious Diseases. Policy Statement: HPV vaccine recommendations. Pediatrics. 2012. DOI: 10.1542/peds.2011-3865.

  • Centers for Disease Control and Prevention. Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) Recommended Immunization Schedules for Persons Aged 0 Through 18 Years and Adults Aged 19 Years and Older — United States, 2013. MMWR. 2013;62(Suppl1):1-19.

  • Noller KL. Intraepithelial neoplasia of the lower genital tract (cervix, vulva): etiology, screening, diagnostic techniques, management. In: Lentz GM, Lobo RA, Gershenson DM, Katz VL, eds. Comprehensive Gynaecology. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2012:chap 28.

Bagikan informasi ini: