Apa itu Konsultasi Psikiatri?

Konsultasi psikiatri adalah janji temu pasien dengan psikiater untuk memperoleh anjuran medis atas gangguan kesehatan yang dideritanya. Psikiater mendapatkan pelatihan dan memiliki keahlian khusus dalam mendiagnosa dan menangani penyakit kejiwaan. Konsultasi klinis dengan psikiater dibagi menjadi dua, yaitu konsultasi psikiatri umum dan psikiatri liaison.

Pada konsultasi umum, dokter akan menilai kondisi kejiwaan serta memperhatikan faktor psikologis, biologis dan sosial pasien. Pada konsultasi liaison, dokter umum atau dokter spesialis berkonsultasi dengan psikiater mengenai perawatan dan penanganan gangguan jiwa yang diderita pasien. Konsultasi ini berperan sebagai penghubung kedokteran umum dengan psikiater.

Di akhir sesi konsultasi, psikiater akan menguraikan diagnosa penyakit dan memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Konsultasi ini dilakukan untuk mencegah risiko serius yang dapat disebabkan oleh gangguan kejiwaan.

Siapa yang Perlu Menjalani & Hasil yang Diharapkan

Konsultasi psikiatri memberikan manfaat positif pada pasien yang menderita:

  • Gangguan jiwa
  • Penyakit kronis
  • Faktor risiko pemicu penyakit kejiwaan


Pasien yang menderita gangguan jiwa

Bagi pasien yang menderita gangguan jiwa, mengikuti konsultasi psikiatri merupakan langkah awal sebelum mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Konsultasi ini menguntungkan pasien yang menderita atau memperlihatkan tanda-tanda penyakit kejiwaan, seperti:

  • Skizofrenia
  • Gangguan bipolar
  • Gangguan suasana hati (mood) atau kecemasan
  • Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD)
  • Autisme
  • Gangguan kepribadian ambang
  • Depresi
  • Gangguan disosiatif
  • Gangguan makan
  • Gangguan obsesif kompulsif (OCD)
  • Gangguan tress pasca trauma


Pada akhir evaluasi status mental, pasien atau keluarganya akan diberikan diagnosis banding, rekomendasi perawatan, dan tata cara untuk (a) menangani gejala yang timbul dan (b) menghadapi kondisi pasien dalam jangka panjang.

Diagnosis banding memberikan wawasan luas mengenai sumber masalah yang melatarbelakangi kondisi pasien. Masalah tersebut dapat disebabkan oleh faktor biologis, psikologis, dan faktor sosial.

Faktor biologis di antaranya:

  • Kondisi kejiwaan turunan
  • Kekurangan nutrisi
  • Penyakit fisik
  • Hormon


Faktor psikologis meliputi:

  • Stres
  • Pengalaman buruk saat masa kecil


Faktor sosial, antara lain:

  • Masalah dalam hubungan pribadi
  • Masalah budaya


Pasien dengan penyakit kronis

Penyakit kronis seperti jantung dan diabetes sangat memengaruhi kondisi pasien karena membuat jiwa terguncang. Konsultasi pada psikiater akan member manfaat positif pada pasien dengan kondisi ini dan biasanya merupakan bagian dari rencana perawatan. Konsultasi biasanya dianjurkan atau disediakan oleh dokter spesialis yang menangani pasien.

Pasien yang mengidap penyakit kronis rentan terhadap serangan gangguan kecemasan, depresi, bahkan percobaan bunuh diri. Oleh karena itu, memasukkan konsultasi psikiatri pada rencana perawatam dapat membawa pengaruh positif. Di akhir sesi konsultasi liaison, psikiater akan memberitahukan perawatan yang sesuai dan dapat dilakukan bersamaan dengan rencana perawatan pasien yang sudah dibuat.

Belakangan kebutuhan terhadap layanan psikiatri liaison meningkat. Riset yang membuktikan bahwa kebanyakan pasien yang melakukan perawatan maupun operasi untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya akan mengalami berbagai gangguan kejiwaan.

Pasien dengan risiko gangguan kejiwaan

Orang-orang yang rentan akan gangguan kejiwaan harus melakukan konsultasi pada psikiater untuk memantau kondisi dan menangani faktor risiko yang ada, seperti:

  • Terdapat penyakit kejiwaan pada riwayat keluarga
  • Melewati peristiwa penuh tekanan, seperti kematian, perceraian, gangguan kesehatan, atau masalah keuangan
  • Mengalami trauma
  • Cedera atau luka pada kepala yang menyebabkan kerusakan otak
  • Konsumsi obat untuk kesenangan (recreational drug)
  • Sering mengkonsumsi alkohol
  • Mengalami penyiksaan saat masa kecil

Cara Kerja Konsultasi Psikiatri

Konsultasi psikiatri umumnya berjalan selama 45 menit hingga satu jam dan berlangsung di klinik atau kantor psikiater. Ketika sampai pada kantor atau klinik, pasien akan diminta mengisi survei yang hasilnya akan memudahkan psikiater dalam mendapatkan informasi mempelajari kondisi pasien.

Konsultasi dengan psikiater meliputi:

  • Mengevaluasi riwayat penyakit dan kejiwaan pasien
  • Melakukan penilaian terhadap catatan kejiwaan pasien sebelumnya
  • Memeriksa adanya riwayat penyakit kejiwaan turunan
  • Memeriksa riwayat kesehatan pasien terhadap penyalahgunaan zat
  • Membahas gejala-gejala yang dirasakan pasien
  • Membicarakan faktor kemungkinan penyebab gangguan jiwa atau masalah sosial pasien
  • Mendiskusikan dan mengevaluasi perawatan, perawatan, dan kebutuhan rawat inap yang tepat dengan kondisi pasien
  • Merumuskan rencana tata laksana
  • Memberikan resep obat, jika diperlukan


Apabila psikiater membutuhkan informasi lainnya, ia akan meminta:

  • Evaluasi kondisi psikologis
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes laboratorium


Rencana perawatan umumnya berupa:

  • Obat-obatan, seperti antidepresan, obat anxietas, pengatur keseimbangan mood, dan obat anti psikotik
  • Psikoterapi
  • Perangsang otak
  • Rawat-inap
  • Rawat jalan
  • Rehabilitasi
  • Kelompok dukungan


Psikiater juga akan menganjurkan perubahan gaya hidup, diantaranya:

  • Berhenti merokok
  • Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Olahraga
  • Mengatur pola makan


Karena perawatan dan penanganan masalah kejiwaan yang tepat membutuhkan dukungan dari keluarga atau dokter utama pasien, maka pasien harus didampingi selama sesi konsultasi.

Setelah konsultasi selesai, tidak wajib bagi pasien untuk mengikuti rencana perawatan yang dianjurkan dan ia boleh meminta pendapat dari psikiater lain. Jika pasien memutuskan untuk menjalani rencana perawatan yang telah dianjurkan, maka psikiater akan menjadwalkan pertemuan selanjutnya dan diberi jarak sekitar 2-3 minggu. Pertemuan ini berlangsung selama 30 menit dan sebagian besar akan membahas gejala yang dirasakan pasien serta reaksinya terhadap obat-obatan akan mempengaruhi pemberian dosis obat selanjutnya. Setelah kondisi pasien membaik, pertemuan akan dikurangi intensitasnya menjadi 1-3 bulan sekali.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Psikiatri

Tidak ada risiko yang ditimbulkan oleh konsultasi psikiatri. Prosedur ini justru melindungi pasien yang mempunyai gangguan jiwa atau fisik dari komplikasi dan risiko penyakit kejiwaan, seperti:

  • Perasaan tidak bahagia
  • Tidak ada gairah hidup
  • Terasing dari kehidupan sosial
  • Mempunyai masalah dalam hubungan pribadi atau keluarga
  • Gangguan kesehatan
  • Penyalahgunaan zat
  • Adanya permasalahan di sekolah atau tempat kerja
  • Masalah keuangan
  • Konflik hukum
  • Membahayakan orang lain, seperti melakukan pembunuhan
  • Membahayakan diri sendiri, yaitu bunuh diri


Komplikasi di atas dapat memengaruhi pasien dengan berbagai macam tingkat keparahan. Jika kondisi ini dibiarkan dan tidak segera ditangani, maka keadaan pasien akan semakin buruk dan tidak dapat disembuhkan. Oleh karena itu, sebelum komplikasi tersebut muncul, sebaiknya lakukan pencegahan melalui konsultasi psikiatri.
Rujukan:

  • American Psychiatric Association. Diagnostic and statistical manual of mental disorders. 5th ed. Arlington, VA: American Psychiatric Publishing. 2013.

  • Bui E, Pollack MH, Kinrys G, Delong H, Vasconcelos e Sa D, Simon NM.The pharmacotherapy of anxiety disorders. In: Stern TA, Fava M, Wilens TE, Rosenbaum JF, eds. Massachusetts General Hospital Comprehensive Clinical Psychiatry. 2nd ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2016: bab 41.

Bagikan informasi ini: