Apa itu Konsultasi Perjalanan Anak?

Bepergian ke negara lain dengan keluarga untuk bisnis atau liburan merupakan petualangan yang menyenangkan. Sayangnya, penyakit dapat mengubah petualangan ini menjadi mimpi buruk, terutama bagi anak di bawah umur. Untuk mengurangi risiko penularan penyakit di negara lain, sebaiknya Anda dan anak melakukan konsultasi perjalanan anak sebelum bepergian.

Walaupun disebut sebagai konsultasi perjalanan anak, namun konsultasi ini bukan hanya untuk anak. Bahkan, kebanyakan prosedur konsultasi dimaksudkan untuk orangtua, pendamping, dan anak yang bepergian dalam kelompok. Konsultasi biasanya terdiri dari tiga bagian:

  • Pemeriksaan kesehatan awal
  • Penyampaian saran dan informasi tentang penyakit yang umum ditemukan di negara tujuan
  • Imunisasi dan imunisasi ulangan (booster)


Semua wisatawan di dalam kelompok harus menjalani pemeriksaan kesehatan awal untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Jika ditemukan gangguan kesehatan saat pemeriksaan, dokter akan memberitahu langkah pencegahan yang harus dilakukan oleh wisatawan tersebut.

Anggota kelompok juga akan diberi informasi tentang risiko penyakit di negara tujuan. Wisatawan biasanya lebih berisiko tertular penyakit di negara yang eksotis, misalnya di Timur Jauh dan Asia. Sehingga, tindakan pencegahan yang harus dilakukan akan lebih banyak. Namun, jika mereka ingin bepergian ke negara yang jauh dan terletak di dataran tinggi, dokter akan menjelaskan risiko dari kondisi tertentu, seperti jet lag dan mabuk ketinggian.

Pada pemeriksaan kesehatan awal, dokter akan menanyakan imunisasi apa saja yang pernah didapatkan pasien. Apabila dibutuhkan, pasien akan diberi imunisasi tambahan. Sebaiknya konsultasi dilakukan setidaknya 6 bulan sebelum bepergian karena beberapa imunisasi harus diulang supaya efektif.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Perjalanan Anak dan Hasil yang Diharapkan

Perjalanan bisnis atau liburan akan menjadi menyenangkan apabila kita telah mempelajari negara tujuan dan mempersiapkan diri untuk situasi yang tak terduga. Maka dari itu, dokter menyarankan agar orang yang ingin bepergian, terutama anak di bawah umur, untuk menjalani konsultasi kesehatan terlebih dahulu.

Durasi konsultasi akan bergantung pada kesehatan individu dan imunisasi yang dibutuhkan. Konsultasi bagi individu yang sehat dan sudah mendapatkan imunisasi dasar biasanya akan membutuhkan waktu yang lebih singkat.

Cara Kerja Konsultasi Perjalanan Anak

Konsultasi perjalanan anak biasanya diawali dengan memeriksa riwayat kesehatan dan imunisasi wisatawan.

Dokter harus mengetahui negara yang akan dituju, supaya ia dapat memberikan saran tentang penyakit yang ada di negara tersebut. Sebagai contoh, apabila suatu negara dikenal karena tidak menyediakan air yang aman diminum, dokter akan meminta pasien berhati-hati akan kontaminasi dan penyakit yang mungkin disebabkan oleh air. Jika bepergian ke Asia atau Timur Jauh, Anda akan menemukan banyak nyamuk. Sehingga, dokter akan memberikan informasi tentang penyakit yang disebarkan oleh nyamuk dan serangga lain.

Wisatawan juga sebaiknya memberitahu apakah mereka akan berencana pergi ke tempat yang ada di dataran tinggi. Walaupun terdengar tidak berbahaya, namun mabuk ketinggian dapat merusak rencana perjalanan jika tidak ditangani dengan baik. Yang akan terganggu bukan hanya wisatawan yang sakit, namun semua anggota kelompok.

Setelah dokter mengetahui imunisasi yang dibutuhkan, setiap wisatawan akan diberi imunisasi sesuai kebutuhannya. Imunisasi yang biasanya diberikan adalah Hepatitis A dan B, influenza, HPV, ensefalitis, tifus, demam kuning, dan polio. Ada juga negara yang mengharuskan wisatawan untuk mendapatkan vaksin tertentu sebelum mengunjungi negara tersebut.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Perjalanan Anak

Bepergian ke negara lain akan selalu memiliki risiko kesehatan. Jika bepergian dengan anak yang menderita suatu penyakit, keluarga atau pendampingnya harus menyiapkan obat yang diperlukan. Mereka juga harus mengetahui larangan tentang membawa obat di negara tujuan. Sebaiknya salinan sertifikat medis dan resep dokter untuk anak juga dibawa, seandainya pihak yang berwajib di negara tujuan menanyakan legalitas obat tersebut.

Selain konsultasi, hal lain yang harus dilakukan adalah mengumpulkan informasi asuransi kesehatan yang dimiliki oleh wisatawan.

Rujukan

  • Centers for Disease Control and Prevention. Travelers' health: common travel health topics. Updated 10/23/2014. Available at: wwwnc.cdc.gov/travel/page/common-travel-health-topics. Accessed November 20, 2014.

  • Foodsafety.gov. Avoid foodborne illness when traveling abroad. Updated 10/5/2011. Available at: www.foodsafety.gov/blog/international_travel.html. Accessed November 20, 2014.

Bagikan informasi ini: