Apa itu Konsultasi Kardiologi?

Kardiologi adalah cabang ilmu kedokteran dengan fokus pad diagnosis dan pengobatan berbagai penyakit jantung. Kardiologi juga dikenal sebagai kedokteran kardiovaskular dan subspesialis dari penyakit dalam. Dokter yang memiliki keahlian khusus dalam bidang ini dikenal sebagai dokter jantung.

Bagi pasien yang memiliki penyakit jantung, konsultasi kardiologi awal dan konsultasi lanjutan merupakan bagian yang penting dari proses pengobatan. Selain berperan penting dalam diagnosis dan pengobatan penyakit jantung, konsultasi juga sangat penting untuk menjelaskan kepada pasien tentang perubahan gaya hidup yang harus dilakukan. Dengan tujuan mencegah memburuknya penyakit atau untuk mempercepat proses pemulihan. Perubahan gaya hidup biasanya meliputi pola makan yang sesuai, tidak melakukan aktivitas tertentu, serta menjaga berat badan.

Konsultasi kardiologi juga dapat membantu mendeteksi gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan penyakit jantung sejak dini. Tidak semua pasien yang mengikuti konsultasi telah terkena penyakit jantung; beberapa orang berkonsultasi dengan dokter jantung sebagai tindakan pencegahan. Seiring bertambahnya usia, kita semakin rentan terhadap penyakit kardiovaskular. Konsultasi jantung yang berkala dapat memantau, jika terjadi perubahan jantung yang dapat membahayakan kesehatan seseorang.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Kardiologi dan Hasil yang Diharapkan

Idealnya, semua orang harus menjalani konsultasi kardiologi berkala karena penyakit jantung pada stadium awal biasanya tidak menunjukkan gejala secara jelas. Contohnya adalah gagal jantung kongestif stadium B (CHF). Penyakit ini tidak menimbulkan gejala, sehingga pasien kemungkinan tidak akan menyadari adanya penyakit kecuali ia menjalani tes diagnostik jantung rutin. Apabila pertolongan medis tidak diberikan tepat waktu, penyakit ini kemungkinan akan memburuk dan gejalanya akan mulai dirasakan oleh pasien. Misalnya, kesulitan bernapas dan kelelahan.

Banyak penyakit kardiovaskular yang dapat dicegah. Hanya dengan menjalani beberapa tes dan berkonsultasi dengan dokter jantung, Anda dapat mengetahui apakah Anda berisiko terkena penyakit ini. Pasien yang penyakitnya sudah memburuk harus menjalani konsultasi kardiologi agar pengobatan dapat segera dimulai.

Hasil konsultasi kardiologi akan berbeda bagi setiap orang. Sebagian orang akan mengetahui bahwa mereka harus segera menjalani pengobatan. Sedangkan yang lainnya, memiliki jantungnya sehat dan hanya perlu menjaga pola hidupnya.

Cara Kerja Konsultasi Kardiologi

Prosedur pelaksanaan konsultasi kardiologi dapat beragam, namun biasanya selalu terdiri dari wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan lain yang dibutuhkan, serta mendiagnosis kondisi pasien. Namun, persiapan sebelum konsultasi juga tak kalah penting. Untuk memaksimalkan manfaat dari konsultasi ini, pasien disarankan untuk:

  • Menyiapkan daftar nama obat-obatan yang sedang dikonsumsi
  • Membawa hasil pemeriksaan dan tes kesehatan lainnya
  • Menyiapkan daftar pertanyaan untuk dokter jantung
  • Membuat daftar tentang semua gejala yang dialami, termasuk keparahannya dan kapan mulai terjadi


Saat konsultasi, tekanan darah, berat, dan tinggi pasien akan diukur. Ekokardiogram (EKG) atau ekokardiografi (echocardiograph/ECHO) juga dapat dilakukan.

Konsultasi akan diawali dengan wawancara singkat bersama dokter jantung. Setelah wawancara, dokter jantung akan memeriksa hasil EKG atau ECHO. Dengan informasi ini, dokter jantung sudah dapat memberikan diagnosis awal atau akhir. Namun, apabila ia membutuhkan informasi tambahan, pasien harus menjalani tes tambahan. Jadwal tes dan konsultasi lanjutan akan diberikan pada pasien. Tes tambahan dapat meliputi tes darah, rontgen, atau tes stres.

Setelah dokter jantung mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan, pasien akan diberitahu tentang diagnosis dan pilihan pengobatan. Pengobatan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Perubahan gaya hidup, yang bisa dilakukan dengan berhenti merokok, memakan makanan yang sehat, dan aktif melakukan kegiatan fisik
  • Obat-obatan, seperti obat yang dapat menurunkan kadar kolesterol LDL, tekanan darah, dan faktor risiko lainnya
  • Tindakan tertentu, seperti angioplasti dan coronary artery bypass grafting
  • Rehabilitasi jantung

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Konsultasi Kardiologi

Pengobatan biasanya belum dilakukan saat konsultasi kardiologi, maka kecil kemungkinan Anda akan menjalani tindakan yang berisiko. Namun, Anda mungkin harus menjalani tes, seperti rontgen, yang biasanya aman untuk segala usia, kecuali wanita hamil.

Rujukan:

  • American Heart Association

  • American Heart Association

Bagikan informasi ini: