Apa itu Konsultasi Terapi Okupasi?

Konsultasi terapi okupasi adalah janji temu antara pasien dengan ahli penyakit okupasi, yang juga dapat dilakukan oleh ahli terapi fisik atau ahli terapi okupasi, perawat, ahli terapi ortopedi, ahli terapi kiropraktik, maupun ahli ergonomis. Terapi okupasi merupakan spesialisasi dari kedokteran klinis yang mempelajari pengidentifikasian, pengelolaan, dan pengobatan penyakit yang umumnya menyerang pekerja. Tujuan dari terapi okupasi adalah: * mencegah cedera dan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan * menangani dan mengelola kondisi tersebut untuk membantu mengembalikan fungsi tubuh * membantu pasien mengatasi cedera atau kelumpuhan * mengurangi tingkat kekambuhan penyakit di tempat kerja
Meskipun banyak hal yang dilakukan untuk menjaga keamanan di tempat kerja, penelitian menunjukkan setidaknya terdapat 3 juta karyawan (atau 3,2 untuk setiap 100 karyawan penuh waktu) yang masih sering mengalami cedera dan masalah kesehatan, meskipun tidak fatal. Beberapa penyebab paling umum dari cedera ini adalah jatuh dari ketinggian tertentu, tergelincir, dan bagian tubuh tertentu yang terbentur dengan alat kerja (misalnya lengan). Di sisi lain, salah satu kekhawatiran yang paling besar adalah berkembangnya kondisi gangguan muskuloskeletal (musculoskeletal disorder/MSD) seperti sindrom Carpal Tunnel atau tendonitis, yang muncul akibat kelelahan atau penggunaan berulang bagian tubuh tertentu. Pada tahun 2014, 30% kasus pekerja yang tidak masuk kerja disebabkan oleh MSD. Kondisi ini menyerang 1 dari 2 pekerja yang berusia 18 ke atas, namun kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa berumur 65 tahun ke atas.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Terapi Okupasi dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi terapi okupasi dilakukan bagi: Orang yang beresiko tinggi – Seluruh pekerjaan memiliki tingkat resiko masing-masing, namun cedera dan kondisi lainnya lebih sering ditemukan pada pekerja industri manufaktur, kesehatan, dan transportasi. Penderita lainnya yang mungkin beresiko tinggi adalah: * Orang tua atau yang berusia lebih dari 65 tahun * Penderita penyakit atau kondisi seperti obesitas, penyakit jantung, dan hipertensi * Seseorang yang mungkin menderita gangguan sistem muskuloskeletal seperti artritis atau patah tulang * Orang yang bekerja dengan melakukan gerakan berulang * Karyawan yang menghabiskan waktunya berjam-jam di meja kerja, yang dapat menyebabkan nyeri punggung dan obesitas akibat gaya hidup yang tidak banyak bergerak.
Pasien yang sedang menjalani pengobatan – Konsultasi ini juga dapat dijalani oleh pasien yang sedang menjalani pengobatan untuk penyakit dan kondisi yang berkaitan dengan pekerjaan. Tujuan utama dari konsultasi ini adalah untuk mengembalikan fungsi dari bagian tubuh pasien yang terkena penyakit. Jika cedera maupun kondisinya telah membuat pasien lumpuh, baik lumpuh sebagian atau lumpuh total maupun lumpuh sementara atau permanen, dokter ahli dapat membantu meningkatkan pergerakan, kelenturan, dan produktivitas tubuh pasien. Perusahaan – Pengusaha saat ini banyak yang memanfaatkan layanan profesional ahli terapi okupasi untuk mengurangi kerugian langsung maupun tidak langsung akibat cedera dan kondisi yang berkaitan dengan pekerjaan. Misalnya, ketidakhadiran, tidak masuk kerja karena sakit, dan terganggunya produktivitas maupun efisiensi kerja.

Cara Kerja Konsultasi Terapi Okupasi

Konsultasi terapi okupasi dilakukan oleh tim ahli dokter. Perusahaan yang ingin mengurangi atau mencegah cedera dan penyakit di tempat kerjanya dapat menemui ahli ergonomi berlisensi yang dapat melakukan penilaian resiko, menganjurkan solusi ergonomis berdasarkan hasil penilaian, dan membantu perusahaan membuat kontrak atau panduan yang mengedepankan keselamatan, produktivitas, dan efisiensi karyawan di tempat kerja. Para ahli kesehatan ini juga dapat melayani: * Membantu departemen sumber daya manusia (SDM) dalam menciptakan program kesehatan dan kesejahteraan karyawan * Mengevaluasi kesehatan dan kebugaran karyawan secara keseluruhan * Mendiagnosis, mengobati, serta menangani cedera dan kondisi yang berhubungan dengan pekerjaan * Membantu perusahaan memenuhi syarat dan standar yang ditetapkan oleh dewan dan lembaga negara yang melindungi pekerja
Karyawan yang diduga sakit atau cedera akan dirujuk ke ahli kesehatan tertentu seperti ahli ortopedi atau internis, tergantung pada kondisinya. Proses konsultasi ini mirip dengan konsultasi untuk kondisi lainnya, termasuk kondisi yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Tergantung pada diagnosisnya, pasien dapat menjalani terapi fisik, okupasi, maupun psikoterapi atau menggunakan obat.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Terapi Okupasi

Meskipun terapi okupasi cukup penting, banyak perusahaan dan karyawan yang menyepelekannya karena kurang memahami manfaatnya. Baik perusahaan maupun karyawan tersebut kemungkinan tidak mengikuti saran yang diberikan selama konsultasi, atau mereka mungkin menjadi tidak konsisten dalam menerapkan saran dan perubahan gaya kerja, serta perubahan gaya hidup yang diperlukan.

Rujukan:

  • Centers for Disease Control and Prevention. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Stress...At Work. Updated June 6, 2014. www.cdc.gov/niosh/docs/99-101
Bagikan informasi ini: