Apa itu Konsultasi Kesehatan Olahraga?

Konsultasi kesehatan olahraga dianjurkan bagi Anda yang mengalami cedera akibat kegiatan olahraga. Atlet profesional dan amatir maupun orang yang aktif bergerak dapat mengalami cedera ketika melakukan gerakan tertentu. Karena olahraga yang terlalu sering dan berat, cedera yang diderita cenderung tidak segera sembuh. Cedera yang dialami dapat meliputi gegar otak ringan dan patah tulang hingga keseleo dan nyeri otot.

Kondisi ini dapat mengganggu dan membatasi gerakan serta ruang gerak penderitanya, baik sementara atau permanen. Oleh karena itu, pasien perlu menjalani konsultasi kesehatan olahraga mengembalikan kemampuan geraknya seperti sediakala selekas mungkin. Sehingga, pasien merasa bugar dan dapat bergerak bebas.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Kesehatan Olahraga & Hasil yang Diharapkan

Konsultasi kesehatan olahraga dapat dimanfaatkan oleh semua orang yang melakukan olahraga (baik atlet profesional maupun amatir) dan memiliki cedera atau kondisi yang membuat mereka tidak dapat melakukan gerakan secara optimal di antaranya seperti otot tegang dan keseleo, sakit punggung dan leher, artritis, dan nyeri sendi.

Konsultasi ini juga dianjurkan bagi Anda yang membutuhkan layanan berikut:

  • Terapi pijat olahraga
  • Pelatihan gerakan
  • Terapi gizi
  • Perawatan siropraktik
  • Perawatan ortopedi
  • Saran diet
  • Olahraga podiatri
  • Fisioterapi
  • Pemeriksaan kesehatan sebelum acara olahraga
  • Alat bantu kondisi kaki abnormal (orthotics) dan insole sepatu

Cara Kerja Konsultasi Kesehatan Olahraga

Seluruh tindakan yang dilakukan selama konsultasi kesehatan olahraga tergantung pada kondisi pasien. Jika pasien terluka dan mengalami nyeri yang berulang pada bagian tubuh tertentu, konsultasi akan dipusatkan pada mendiagnosis dan mengobati cedera. Namun, sebagian besar konsultasi memiliki tindakan dasar untuk seluruh masalah yang dialami pasien.

Setelah tiba di klinik kesehatan olahraga, pasien akan ditanya dan diminta menjelaskan masalahnya. Setelah melalui tahap tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik umum, yang mencakup pengumpulan statistik vital, antara lainnya tekanan darah, berat badan, dan denyut jantung.

Setelah mendapatkan informasi dasar, pasien akan menjalani wawancara singkat dengan dokter. Dokter akan membahas beberapa hal meliputi gejala, waktu pertama kali gejala muncul, metode pengobatan yang dilakukan sebelumnya, dan penyebab cedera. Dokter juga akan memeriksa sendi, kelenturan tubuh, kekuatan, dan postur tubuh pasien.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan meminta pasiennya untuk melakukan tes pencitraan, seperti sinar-X, MRI, atau CT scan agar dapat memberikan diagnosis yang akurat. Dokter akan membahas hasil pemeriksaan ini sambil memberikan seluruh pilihan pengobatan yang tersedia, yang meliputi:

  • Penghilang yeri
  • Terapi fisik
  • Perawatan siropraktik
  • Operasi
  • Suntikan PRP
  • Pelatihan fisiologis
  • Terapi gelombang kejut
  • Program pelatihan pribadi
  • Terapi okupasi
  • Terapi trigger point
  • Viscosupplementation
    Pasien dapat segera menjalani pengobatan yang dianjurkan oleh dokter atau meminta pendapat kedua dari dokter jika dokter menyarankan pasien untuk menjalani operasi invasif. Namun, semuanya bergantung pada pilihan pasien. Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Kesehatan Olahraga

Konsultasi kesehatan olahraga dijamin 100% aman dilakukan. Namun, tindakan ini dapat memiliki resiko dan komplikasi jika melibatkan beberapa pemeriksaan untuk membuat diagnosis. Selain itu, konsultasi ini aman dilakukan oleh seluruh pasien tidak terbatas dari jenis kelamin, usia, maupun tingkat kegiatan yang dilakukan.

Rujukan:

  • Ball JW, Dains JE, Flynn JA, Solomon BS, Stewart RW. Sports participation evaluation. In: Ball JW, Dains JE, Flynn JA, Solomon BS, Stewart RW. Seidel's Guide to Physical Examination. 8th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2015:chap 23.
Bagikan informasi ini: