Apa itu Konsultasi Penyakit Paru?

Pulmonologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus dalam menangani penyakit sistem pernapasan, khususnya pada saluran pernapasan atas, paru-paru, dan tabung bronkial. Pulmonologi dikenal dengan nama “pengobatan saluran pernapasan”, karena banyak berurusan dengan penyakit yang mengganggu saluran pernapasan dan ventilasi.

Dokter yang bekerja pada bidang ini disebut “spesialis pulmonologi”. Mereka merupakan spesialis penyakit dalam yang telah mengikuti pelatihan spesialis bidang pengobatan paru-paru. Para dokter ini harus lulus ujian sebelum mendapat sertifikasi dan izin praktik sebagai spesialis pulmonologi. Mereka dilatih untuk menangani masalah kondisi pernapasan yang umum dan kompleks, tapi kebanyakan hanya mereka yang mengalami masalah pernapasan berat yang mengunjungi spesialis pulmonologi.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Penyakit Paru dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi gangguan paru dianjurkan untuk pasien dengan kondisi yang terlalu kompleks untuk ditangani oleh dokter penyakit dalam. Sehingga, pasien harus dirujuk pada dokter spesialis. Di bawah ini adalah beberapa kondisi pernapasan yang mengharuskan pasien segera berkonsultasi pada spesialis pulmonologi:

  • Asmaasthma adalah penyakit jangka panjang yang belum bisa disembuhkan, menjangkiti anak-anak juga orang dewasa. Tingkat keparahan asma dari yang ringan hingga serangan berat, dengan kondisi khusus yang mengharuskan penanganan rumah sakit segera. Karena asma tidak bisa disembuhkan, cara terbaik mengatasinya ialah dengan perawatan efektif. Oleh sebab itu, konsultasi pada spesialis pulmonologi memegang peranan penting. Dokter spesialis akan membantu menemukan pemicu asma dan membuat rencana perawatan asma untuk menekan munculnya serangan asma.

  • Tuberkulosis (TBC) – Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain menyerang paru-paru juga dapat menyebabkan kematian. Pengidap TBC dapat membuat orang-orang di sekitarnya tertular melalui batuk atau bersin. Karena TBC mudah ditularkan, konsultasi dengan spesialis penyakit paru-paru diperlukan agar penyakit dapat segera ditangani dan mencegah penularan.

  • Penyakit paru obstruktif kronis [COPD] – penyakit yang bersifat progresif ini menghalangi keluar-masuknya udara pada paru-paru. COPD terdiagnosa apabila (1) jalur dan kantong udara tidak lagi elastis; (2) dinding di antara kantong-kantong udara menghilang sehingga kantong udara berkurang namun membesar; (3) dinding jalur udara membengkak dan meradang; dan (4) jalur udara tersumbat oleh banyak lendir/ingus. Terdapat dua penyakit yang berujung pada COPD, yaitu emfisema dan bronkitis. Pada emfisema, dua kondisi pertama COPD akan terlihat – kantong udara rusak dan membesar. Pada bronkitis kronis, dua kondisi terakhir COPD terdeteksi – lapisan jalur udara terus meradang, sehingga akan memproduksi lebih banyak lendir dan menyumbat jalur udara, membuat penderita sulit bernapas.

  • Penyakit paru interstisial (penyakit parenkim paru) – penyakit yang disebabkan oleh paru-paru yang terus tergores dan menghambat pasien untuk menarik napas panjang. Gejala umum penyakit ini, antara lain napas pendek, batuk, dan paru-paru tiba-tiba kaku yang mengganggu pernapasan pasien.

Cara Kerja Konsultasi Gangguan Pernapasan

Konsultasi dimulai dengan membicarakan riwayat kesehatan pasien. Biasanya, pasien akan dirujuk pada spesialis gangguan pernapasan, jika dokter umum tidak dapat mengatasi penyakit yang terlalu rumit. Catatan kesehatan pasien harus dibawa saat konsultasi agar spesialis pulmonologi memahami kondisi pasien sepenuhnya. Dokter spesialis perlu tahu jika pasien terkena kontak langsung dengan asbes, asap pada tempat pembuangan, asap dari lokasi pertambangan, dan asap rokok, yang merupakan penyebab utama timbulnya penyakit. Dokter juga akan menjalankan uji fisik untuk mengukur kemampuan bernapas dan memeriksa tanda-tanda clubbing (pembulatan) pada tangan pasien, hal ini merupakan gejala umum yang ditemui pada beberapa kondisi gangguan paru-paru.

Demi mendapat informasi tambahan akurat yang dibutuhkan untuk mengenali potensi penyakit paru-paru, spesialis pulmonologi akan meminta pasien mengikuti rangkaian tes berupa:

  • Pemindaian diagnostik, seperti rontgen dan CT-scan pada dada.

  • Uji fungsi paru – prosedur ini bertujuan untuk melihat kerja paru-paru menangani pergerakan udara pada jalur udara, volume paru-paru, tekanan pernapasan, dan kapasitas penyebaran karbon monoksida. Tes ini juga menyertakan uji latih jantung-paru untuk memastikan kekuatan reaksi paru-paru.

  • Bronkoskopi fleksibel (fiberoptic bronchoscopy) – Prosedur ini bertujuan untuk melihat lintasan jalur udara, lalu mencari ketidakwajaran dan mengumpulkan jaringan paru-paru untuk prosedur biopsi.

Ketika spesialis pulmonologi sudah mendapatkan gambaran lengkap atas kondisi pasien, ia akan menganjurkan rencana pengobatan yang akan mencakup obat-obatan, rehabilitasi paru, larangan merokok, pengaturan pola makan, dan pengobatan terapi lainnya.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Penyakit Paru

Konsultasi penyakit paru merupakan prosedur yang 100% aman. Namun kemungkinan komplikasi dan risiko akan muncul setelah beberapa prosedur tertentu, seperti bronkoskopi yang menyebabkan pendarahan dan gangguan pada jalur udara.

Rujukan:

  • Mason, R. Murray and Nadel’s Textbook of Respiratory Medicine, 5th edition, Saunders, 2010.
Bagikan informasi ini: