Apa itu Konsultasi Emporiatrik?

Travel Medicine disebut juga bidang ilmu kedokteran emporiatrik. Ilmu kedokteran emporiatrik merupakan penanganan kesehatan dan pencegahan gangguan kesehatan pada pasien yang sedang melakukan perjalanan ke luar negeri. Saat melakukan perjalanan ke luar negeri, seseorang mungkin memiliki resiko terserang penyakit karena bertemu dengan berbagai orang, kondisi, serta lingkungan yang baru. Beberapa wilayah diketahui sebagai wilayah penyebaran penyakit, termasuk wilayah beriklim tropis dan negara berkembang, dan wisatawan yang hendak berpergian harus memiliki persiapan yang cukup. Ilmu kedokteran untuk obat-obatan perjalanan memiliki beragam bidang keahlian, yang kebanyakan menangani persiapan wisatawan sebelum pergi ke tujuan berisiko tinggi. Pemberian resep dan vaksin atau pemberian obat yang dapat mencegah penyakit memiliki peran besar sebelum melakukan perjalanan. Karena pencegahan penyakit memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan wisatawan. Sistem kekebalan tubuh manusia sering kali tidak siap menahan penyakit baru yang menyerang saat melakukan perjalanan luar negeri, maka itu sebaiknya wisatawan melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi resiko dan memastikan kesehatan, kesejahteraan, dan keamanan dirinya. Penyakit dan gangguan kesehatan menjadi perhatian utama karena setiap tahunnya terdapat sekitar 80 juta orang berpergian ke berbagai belahan dunia. Wisatawan tidak hanya dapat terserang penyakit dari penyebab infeksi karena keebalan tubuhnya tidak siap untuk menahan dan menderita gejala penyakit di negara tujuannya, wisatawan juga dapat membawa penyakit menular ke negara asalnya. Resiko yang terakhir dapat menimbulkan ancaman serius khususnya pada daerah padat penduduk, karena penyakit tersebut (termasuk wabah SARS, flu babi, dan penyakit menular lainnya) dapat menginfeksi ribuan orang dalam hitungan hari atau minggu. Diare saat perjalanan adalah penyakit yang sering dialami oleh wisatawan luar negeri kemanapun tujuannya. Kondisi ini mencakup diare, kram perut, kembung, dan mual, dan biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, dan protozoa. Beberapa kasus terhitung ringan dan dapat hilang setelah beberapa hari atau setelah wisatawan meminum obat diare. Namun, terdapat kasus yang sangat parah yang dapat menimbulkan ancaman serius terhadap hidup wisatawan. Salah satu penyakit yang umum dijangkiti oleh wisatawan mancanegara pada wilayah dengan iklim tropis dan negara berkembang adalah malaria, yaitu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk dan mengakibatkan demam tinggi, kejang, koma, bahkan kematian. Hingga saat ini, tidak ada vaksin untuk malaria. Wisatawan yang memiliki resiko tinggi digigit nyamuk pembawa penyakit malaria akan diberikan orientasi kesehatan sebelum berangkat ke negara tujuannya. Dalam kasus wisatawan terserang penyakit saat berpergian ke luar negeri, dokter yang terlatih dalam bidang emporiatrik akan membantu pasien untuk mengelola gejala dan mengobati penyakitnya.

Siapa yang Harus Menjalani Konsultasi Kesehatan untuk Perjalanan

Wisatawan yang akan berpergian ke wilayah penyebaran penyakit, termasuk wilayah tropis dan negara berkembang, perlu menemui dokter spesialis perjalanan sebelum berangkat. Hal ini dilakukan untuk memberikan vaksin atau saran yang dapat membantu wisatawan untuk mencegah penyakit. Ketika kembali ke negara asalnya, wisatawan yang memiliki gejala penyakit harus melakukan pemeriksaan kesehatan atau konsultasi untuk mengetahui apakah ia tertular penyakit selama perjalanan. Pasien yang menderita gangguan kesehatan dan penyakit juga harus melakukan konsultasi. Penelitian menunjukan penyakit jantung sebagai penyebab utama kematian selama perjalanan, sehingga pasien dengan masalah jantung sebaiknya memeriksakan diri dengan dokter layanan kesehatan primernya untuk mengetahui tindakan pencegahan sebelum, selama, dan setelah perjalanan. Cedera dan kecelakaan juga menjadi salah satu penyebab kematian peringkat tertinggi saat perjalanan. Ibu hamil tentunya juga sangat dianjurkan untuk menemui dokter kandungannya sebelum dan setelah berpergian, untuk memastikan kesehatan ibu serta janin di dalam perut. Kegiatan perjalanan tertentu seperti menghadiri pertemuan besar atau ibadah haji, menyelam, perjalanan di kapal pesiar, menjelajahi daerah terpencil, atau memulai ekspedisi padang gurun juga memerlukan konsultasi kesehatan untuk perjalanan untuk memastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Konsultasi emporiatrik dapat mengurangi resiko penyakit dan gangguan kesehatan lainnya, memberikan wisatawan pengetahuan tentang bagaimana untuk menangani penyebab penyakit dan agen infeksi, dan memastikan penyebab atau sumber gejala yang diamati sebelum kembali dari perjalanan mancanegara.

Cara Kerja Konsultasi Emporiatrik

Bidang emporiatrik sangatlah luas, dengan dokter spesialis yang menangani bidang penyakit menular, kesehatan masyarakat dan epidemiologi, fisiologi dataran tinggi, kedokteran kandungan untuk perjalanan, kedokteran wilayah tropis, kedokteran migrasi dan militer, kesehatan lingkungan, dan bahkan psikiater. Ada banyak klinik yang menyediakan layanan ini untuk wisatawan, namun sebaiknya Anda berkonsultasi dengan klinik atau pusat kesehatan yang memenuhi syarat dan memiliki informasi terbaru dari Centers for Disease Control atau World Health Organization (WHO). Memantau wabah penyakit dan mengetahui langkah pencegahannya serta pilihan pengobatannya merupakan bagian penting dari bidang emporiatrik. Organisasi Kesehatan Dunia juga menganjurkan wisatawan untuk melakukan konsultasi sebelum perjalanan yang dilakukan “setidaknya 4-8 minggu sebelum perjalanan dan lebih awal lagi jika Anda akan melakukan perjalanan jangka panjang atau bekerja di luar negeri.” Namun, penting untuk dicatat bahwa wisatawan yang akan berpergian dalam waktu dekat sebaiknya tidak mengabaikan konsultasi emporiatrik. Wisatawan yang akan berangkat dalam waktu dekat dapat berkonsultasi hingga sehari sebelum hari keberangkatannya. Selain menilai kondisi kesehatan pasien saat ini, spesialis emporiatrik juga akan memberikan informasi mengenai resiko kesehatan atau situasi yang berpotensi membahayakan jiwa wisatawan yang mungkin ditemui di negara tujuan. Dokter juga akan menentukan vaksin dan obat pencegah penyakit yang dibutuhkan. Wisatawan juga akan diberikan daftar obat dan perlengkapan kesehatan lainnya yang mungkin diperlukan dalam perjalanan. Informasi mengenai asuransi emporiatrik juga harus didiskusikan dengan dokter atau tenaga kesehatan yang memenuhi syarat sebelum melakukan perjalanan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Emporiatrik

Selain efek samping ringan yang disebabkan oleh vaksin atau obat-obatan sebelum perjalanan, konsultasi emporiatrik sangat aman dan dapat membuat perbedaan yang berarti antara hidup dan mati selama perjalanan.

Rujukan: * Centers for Disease Control * World Health Organization

Bagikan informasi ini: