Apa itu Konsultasi Layanan Primer?

Konsultasi layanan primer adalah pertemuan dan pemeriksaan rutin dengan dokter layanan primer, yang lebih dikenal sebagai dokter umum atau dokter keluarga. Dokter umum adalah dokter yang pertama kali menangani pasien, memberikan anjuran kesehatan yang umum, dan memberikan resep obat. Jika pasien memiliki keluhan, penyakit, dan cedera yang lebih serius, dokter umum juga dapat merujuk pasien ke dokter spesialis. Apabila tidak dapat menemui dokter umum, pasien dapat melakukan konsultasi layanan primer dengan perawat, petugas klinis, atau apoteker.

Dokter umum dapat bekerja sama dengan dokter spesialis lain atau dokter bedah untuk melayani pasien. Dokter umum dapat menangani berbagai masalah, termasuk penyakit menular dan tidak menular, kondisi kronis atau akut, gangguan mental, serta tindakan pencegahan dan penanganan.

Di negara-negara maju, konsultasi layanan primer disediakan secara gratis. Di Inggris Raya, pasien bisa mendapatkan konsultasi layanan primer gratis dari National Health Service (NHS).

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Layanan Primer dan Hasil yang Diharapkan

Semua pasien dapat menemui dokter umum untuk melaporkan berbagai keluhan dan gangguan kesehatan. International Classification of Primary Care (ICPC) menyediakan metode klasifikasi penyebab konsultasi, prosedur konsultasi, jenis intervensi yang dapat dilakukan oleh dokter, dan cara menangani masalah pasien.

Menurut ICPC, pasien dapat melakukan konsultasi dengan dokter umum apabila mengalami gejala di bagian tubuh berikut:

  • Darah, limpa, organ tubuh yang menghasilkan darah
  • Sistem pencernaan
    • Mata
  • Telinga
  • Sistem peredaran darah
  • Sistem muskuloskeletal
  • Sistem saraf
  • Sistem pernapasan
  • Kulit
  • Sistem reproduksi wanita dan payudara
  • Sistem reproduksi pria


Selain itu, pasien juga dapat berkonsultasi dengan dokter umum jika mengalami:

  • Masalah sosial
  • Masalah psikologi
  • Gangguan endokrin, metabolisme, dan nutrisi
  • Kehamilan, persalinan, danperencanaan keluarga


Dokter umum juga dapat mendiagnosis dan mengobati penyakit kronis berikut:

  • Disfungsi tiroid
  • Artritis
  • Kecemasan
  • Depresi
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Asma
  • Nyeri punggung
  • Penyakit paru obstruktif kronik


Dokter umum juga dapat melakukan vaksinasi dan memberikan pendidikan kesehatan.

Cara Kerja Konsultasi Layanan Primer

Saat mengalami gangguan kesehatan, pasien seringkali langsung menemui dokter umum. Tergantung pada jenis layanan yang disediakan oleh klinik atau rumah sakit, pasien mungkin harus menjadwalkan konsultasi terlebih dahulu. Namun, pasien juga bisa langsung datang ke fasilitas kesehatan dan menunggu sampai ada dokter umum yang tersedia. Ada juga dokter umum yang menyediakan layanan yang lebih memudahkan pasien, misalnya datang ke rumah pasien.

Menurut University of Bristol Medical School Centre for Academic Primary Care, konsultasi layanan primer dapat dilakukan dengan mengikuti prosedur yang sederhana. Berikut ini adalah prosedur yang mereka ajukan:


1. Memulai konsultasi * Melakukan persiapan * Perkenalan antara dokter dan pasien * Mengetahui alasan pasien melakukan konsultasi * Mengumpulkan informasi
2. Memeriksa masalah pasien untuk mengetahui * Sudut pandang biomedis * Sudut pandang pasien * Latar belakang pasien
3. Pemeriksaan fisik
4. Penjelasan dan perencanaan * Memberikan informasi yang akurat * Memastikan bahwa pasien telah memahami diagnosis * Merencanakan pengobatan atau penanganan penyakit
5. Mengakhiri konsultasi


Pada awal konsultasi, dokter akan meminta pasien untuk memberikan informasi umum tentang keluhannya. Pertanyaan yang biasanya diajukan adalah kapan gejala mulai terasa, bagian tubuh yang terasa sakit atau tidak nyaman, dan bagaimana gejala ini mengganggu keseharian pasien. Jika pasien sering melakukan pemeriksaan rutin, kemungkinan dokter sudah memiliki riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Apabila pasien belum pernah menemui dokter, maka riwayat kesehatan pasien dan keluarganya juga akan dibahas.

Setelah wawancara, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik. Teknik yang digunakan akan bergantung pada keluhan pasien. Dokter biasanya akan mengukur tekanan darah, pernapasan, dan detak jantung. Sedangkan pemeriksaan visual akan dilakukan pada mata, telinga, mulut, hidung, tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya.

Juga tergantung pada keluhan pasien, dokter dapat melakukan tindakan diagnostik khusus, misalnya:

  • Tes laboratorium (untuk memeriksa darah, urin, tinja, serta cairan dan zat sisa dari tubuh yang lain)
  • Tindakan pencitraan (seperti MRI, rontgen, dan CT scan)
  • Biopsi


Apabila dokter telah mengetahui penyebab masalah pada tahap wawancara dan pemeriksaan fisik, ia akan memberitahukan diagnosisnya pada pasien. Pengobatan, termasuk obat-obatan, akan diberikan saat itu juga. Jika dilakukan tindakan diagnostik, pasien akan diminta kembali menemui dokter untuk membahas hasilnya.

Apabila pasien menderita suatu penyakit yang harus ditangani oleh dokter spesialis, dokter umum akan memberikan rujukan dan memberikan informasi pasien ke dokter spesialis tersebut.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Layanan Primer

Konsultasi layanan primer sama sekali tidak berisiko. Apabila merasa tidak nyaman atau membutuhkan pendapat lain, pasien dapat menemui dokter lain.

Rujukan

  • World Health Organization
  • International Classification of Primary Care
  • Institute of Medicine: “Primary Care: America’s Health in a New Era”
  • American Academy of Family Physicians
  • American Medical Association: “Definition of Primary Care”
  • United Kingdom Department of Health: “Defining primary health care”
  • United Kingdom National Health Service
  • University of Bristol Medical School Centre for Academic Primary Care
Bagikan informasi ini: