Apa itu Konsultasi Mata Anak?

Menurut World Health Organization (WHO), ada sekitar 19 juta anak di dunia yang mengalami gangguan penglihatan. Sehingga, kondisi ini menjadi masalah global yang serius. Berdasarkan statistik, kebanyakan anak mengalami gangguan penglihatan karena kerusakan refraktif – suatu kondisi yang dapat diobati atau dicegah dengan mudah oleh dokter mata spesialis anak atau ahli optometri spesialis perkembangan anak. Keahlian khusus dari dokter mata spesialis anak adalah diagnosis dan pengobatan untuk penyakit dan cedera mata serta bedah mata. Sedangkan ahli optometri spesialis perkembangan anak lebih berfokus pada kesehatan visual anak dan memberikan kacamata yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Konsultasi mata anak bertujuan untuk memeriksa seluruh aspek penglihatan anak untuk mengidentifikasi masalah sejak dini dan mengetahui resiko gangguan penglihatan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Mata Anak dan Hasil yang Diharapkan

Semua anak, baik yang menunjukkan pertanda gangguan mata atau tidak, sebaiknya diperiksa oleh dokter mata anak secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan matanya.

Proses pertumbuhan mata berawal sejak usia bayi sampai usia menjelang dewasa. Menurut American Public Health Association, anak sebaiknya menjalani pemeriksaan mata setelah memasuki usia enam bulan, dua tahun, dan empat tahun. Setelah itu, anak akan dijadwalkan untuk mengikuti konsultasi lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Konsultasi ini dapat dilakukan untuk mendiagnosis dan mengobati gangguan mata tertentu atau sebagai tindakan pencegahan penyakit.

Konsultasi mata anak akan menjadi lebih penting apabila anak menunjukkan pertanda dari gangguan penglihatan, misalnya:

  • Sering mengernyitkan mata, mengucek mata, sakit kepala, mual dan mata berair
  • Harus mendekatkan benda ke mata agar dapat terlihat lebih jelas
  • Menghindari aktivitas yang membutuhkan penglihatan yang baik
  • Hasil akademik yang buruk karena kesulitan membaca
  • Koordinasi tangan-mata yang buruk
  • Kemampuan memahami yang di bawah rata-rata


Harus dipahami bahwa ada banyak gangguan penglihatan yang tidak hanya disebabkan oleh gangguan pada mata, namun juga pada otak. Perkembangan otak memiliki peran yang sangat penting bagi kemampuan melihat anak. Salah satunya adalah faktor psikologis, seperti kestabilan emosi atau harga diri.

Jika seorang anak mengalami gangguan belajar atau perkembangan yang tidak disebabkan oleh penyakit tertentu, maka ada kemungkinan ia memiliki gangguan penglihatan yang harus segera ditangani.

Kategori Gangguan Penglihatan Umum

  • Gangguan refraktif akan menyebabkan anak kesulitan melihat benda dari jarak tertentu. Yang termasuk kategori ini adalah rabun jauh (miopi), rabun dekat (hiperopia) dan astigmatisma.

  • Gangguan fungsional meliputi kelainan yang mengganggu fungsi mata, seperti kemampuan kedua mata untuk terfokus pada suatu benda pada saat yang bersamaan.

  • Gangguan persepsi lebih mengarah ke kategori gangguan saraf, yang berarti gangguan penglihatan disebabkan oleh cara otak memahami dan memproses sinyal dari mata. Pada beberapa kasus, otak kesulitan untuk menyimpan informasi. Sehingga, anak akan kesulitan mengenali benda yang baru saja ia lihat.

Cara Kerja Konsultasi Mata Anak

Prosedur pelaksanaan konsultasi mata anak akan bergantung pada spesialis yang ditemui. Konsultasi dengan ahli optometri spesialis perkembangan anak biasanya akan diawali dengan wawancara singkat yang membahas riwayat kesehatan anak, gangguan penglihatan yang dialami, obat yang sedang dikonsumsi, informasi tentang tindakan bedah yang pernah dijalani, atau alergi obat. Apabila anak sedang menjalani pengobatan untuk suatu penyakit, ahli optometri dapat bekerjasama dengan dokter yang melakukan pengobatan untuk mengetahui apakah penyakit tersebut berkaitan dengan gangguan penglihatan yang dialami anak.

Tergantung pada gejala yang dirasakan, anak akan diperiksa berdasarkan tiga jenis gangguan penglihatan: miopi (rabun jauh), hiperopia (rabun dekat), dan astigmatisma (penglihatan buram). Tes diagnostik dapat berupa tes menutup salah satu mata dan retinoskopi.

Apabila ahli optometri menemukan bahwa gangguan penglihatan anak diakibatkan oleh penyakit atau cedera, anak akan dirujuk ke dokter mata anak. Jika tidak, anak akan diberi kacamata agar dapat melihat dengan baik.

Sedangkan konsultasi dengan dokter mata anak akan berfokus pada pemeriksaan pertanda dari adanya penyakit atau cedera pada mata. Setelah pemeriksaan, dokter mata akan membahas hasilnya dengan orangtua atau pendamping anak dan menyarankan metode pengobatan.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Konsultasi Mata Anak

Resiko dari konsultasi mata anak sangatlah minim. Ada kemungkinan kecil mata anak akan mengalami cedera secara tidak sengaja saat pemeriksaan. Namun, hal ini jarang terjadi dan merupakan kesalahan dokter mata yang melakukan pemeriksaan.

Akan lebih berbahaya apabila anak tidak menjalani pemeriksaan mata rutin atau tidak mendapatkan pengobatan untuk gejala yang dialami. Harus diingat bahwa mata anak masih dalam masa pertumbuhan. Masalah pada mata dapat menyebabkan penglihatan menjadi buruk atau menghambat perkembangan psikologis anak.

Rujukan:

  • Goldstein HP, Scott AB. Ocular motility. In: Tasman W, Jaeger EA, eds. Duane's Foundations of Clinical Ophthalmology. 2013 ed. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2012:vol 2, chap 23.
Bagikan informasi ini: