Apa itu Konsultasi Mata Umum?

Konsultasi mata umum adalah pertemuan yang dijadwalkan oleh pasien dengan spesialis mata. Tergantung pada masalah atau gejala mata yang dialaminya, seorang pasien dapat berkonsultasi dengan ahli oftalmologi, ahli optometri, atau ahli optik.

Ahli oftalmologi adalah dokter mata. Dibandingkan ahli optometri atau ahli optik, mereka telah mengenyam pendidikan dan pelatihan yang paling intensif, termasuk residensi. Mereka telah terlatih untuk memeriksa mata secara menyeluruh, mendiagnosis, mengobati, menangani penyakit mata (seperti retinopati diabetik), dan memberikan obat bagi pasien. Berbeda dari ahli optometri dan ahli optik, dokter mata dapat melakukan operasi seperti operasi katarak.

Sedangkan ahli optometri dan ahli optik biasanya menangani masalah yang mengganggu penglihatan, termasuk kerusakan refraktif atau tidak dapat melihat jarak dekat atau jauh, serta astigmatisme. Tugas ahli optometri adalah mendiagnosis gangguan mata, sedangkan ahli optik bertugas membantu pasien memilih kacamata atau lensa kontak yang sesuai.

Ketiga spesialis mata ini sering bekerja sama. Sebagai contoh, pasien dengan astigmatisme dapat berkonsultasi dengan ahli optometri dan ahli optik untuk mendapatkan kacamata atau lensa kontak. Namun, apabila gangguan mata bertambah parah, ada kemungkinan pasien harus dioperasi. Operasi akan dilakukan oleh dokter mata yang sudah terlatih dan berpengalaman dalam melakukan operasi mata. Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Mata Umum dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi mata umum akan dilakukan saat:

  • Pasien mulai bertambah usia – Seperti organ tubuh lainnya, mata juga akan mengalami perubahan seiring bertambah usianya seseorang. Penyakit seperti presbiopia dan degenerasi makula (atau kerusakan makula yang menyebabkan hilangnya penglihatan) akan terjadi saat usia tua. Bahkan, degenerasi makula adalah penyebab utama kebutaan bagi pria dan wanita yang berusia 65 tahun ke atas.

  • Apabila seseorang rentan terhadap gangguan mata tertentu – Ada beberapa penyakit mata yang diturunkan dari orangtua. Penyakit tersebut termasuk katarak dan degenerasi retina, yang dapat terjadi sejak bayi. Dalam beberapa kasus, penyakit tersebut tidak akan timbul sampai pasien bertambah tua. Contoh yang baik adalah glukoma, yang menyebabkan kerusakan permanen pada saraf mata seiring bertambahnya tekanan cairan dalam mata. Karena kerusakan saraf mata, penglihatan pasien akan memburuk secara permanen. Penyakit ini sering disebabkan oleh faktor keturunan, namun gejalanya tidak akan terasa sampai penglihatan pasien mulai memburuk. Selain itu, gejalanya bisa mulai timbul setelah waktu yang lama, bisa sampai 10 tahun. Oleh karena itu, penyakit ini hanya bisa diidentifikasi atau dimonitor melalui konsultasi mata rutin. Ada penyakit tertentu yang juga meningkatkan risiko penyakit mata. Salah satunya adalah diabetes, yang dapat menyebabkan retinopati diabetik atau kerusakan saraf pada mata.

  • Sebagai bagian dari pemeriksaan fisik rutin – Perusahaan dapat meminta pegawainya untuk menjalani konsultasi mata umum, terutama apabila pegawainya akan melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian.

  • Apabila gejala penyakit mata mulai timbul – Perubahan penglihatan seperti timbulnya bayangan hitam (floater), penglihatan yang buram, penglihatan ganda, atau berkurangnya kemampuan untuk memfokuskan penglihatan pada suatu benda dapat menandai adanya gangguan mata. Penyebab gangguan dapat berasal dari mata atau penyakit lain. Saat hal ini terjadi, pasien dapat berkonsultasi dengan ahli mata.

  • Apabila pasien mengalami cedera mata – Beberapa cedera dapat memengaruhi mata dan menyebabkan pendarahan atau hilangnya penglihatan, yang dapat bersifat permanen atau sementara
    Mata sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh seseorang. Tanpa mata, kegiatan yang dapat dilakukan akan menjadi sangat terbatas. Dengan konsultasi mata umum, gangguan mata dipastikan dapat ditangani sebelum memburuk, pengobatan yang sesuai akan diberikan, dan kesehatan mata dapat dijaga, terutama seiring bertambahnya usia seseorang. Cara Kerja Konsultasi Mata Umum

Pertama, pasien akan menjadwalkan konsultasi dengan klinik mata atau rumah sakit. Staf klinik atau rumah sakit akan memberikan jadwal yang paling ideal, kecuali pasien membutuhkan penanganan darurat. Saat konsultasi, dokter akan:

  • Memeriksa riwayat kesehatan pasien

  • Melakukan wawancara untuk mengetahui gejala yang dirasakan oleh pasien, kondisi lain yang dapat memengaruhi atau menyebabkan gangguan penglihatan, serta riwayat penyakit mata dalam keluarga pasien

  • Melakukan pemeriksaan fisik yang menyeluruh untuk mengetahui berat badan, tinggi, tekanan darah, dan kadar glukosa

  • Melakukan berbagai tes mata – Tes mata yang dapat dilakukan akan berbeda bagi setiap pasien, tergantung pada gejala yang dialami. Namun, dalam kebanyakan kasus, dokter mata akan memeriksa ketajaman penglihatan (visual acuity), tekanan mata (dengan menggunakan tetes mata), dan menyinari mata pasien dengan intensitas yang beragam

  • Kemudian, dokter akan mendiskusikan hasil pemeriksaan dengan pasien. Apabila hasil tes yang sebelumnya tidak jelas, maka akan dilakukan tes tambahan. Apabila hasilnya sudah jelas, dokter akan memberikan diagnosis dan merancang rencana pengobatan. Pengobatan dapat meliputi penggunaan obat-obatan seperti tetes mata, kacamata dan lensa kontak, serta operasi. Dalam beberapa kasus, dokter dapat mengawasi kondisi pasien selama jangka waktu tertentu, untuk melihat apakah ada perubahan.

Konsultasi mata umum juga dapat merujuk pada konsultasi lanjutan. Sebagai contoh, pasien dengan glukoma mungkin harus menemui dokter mata secara rutin (misalnya setiap minggu) untuk menangani glukoma dan mencegah terjadinya komplikasi yang serius (misalnya kebutaan permanen).

Konsultasi mata umum akan membutuhkan waktu sekitar 45 menit – 1 jam. Pasien tidak perlu melakukan persiapan khusus seperti diet. Namun, apabila tetes mata akan digunakan, maka penglihatan pasien akan berkurang untuk sementara waktu. Maka dari itu, sebaiknya pasien meminta diantarkan pulang oleh orang lain.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Konsultasi Mata Umum

Konsultasi mata umum sendiri tidak berisiko sama sekali. Bahkan, konsultasi ini sangatlah dianjurkan untuk mengawasi adanya kemungkinan penyakit atau gangguan yang dapat memengaruhi penglihatan. Namun, karena ada beberapa gangguan mata yang terus memburuk, pasien dapat merasa tertekan karena harus menemui dokter mata secara rutin atau mengubah rencana pengobatannya. Selain itu, karena konsultasi mata dilakukan secara rutin, maka biayanya mungkin akan sangat memberatkan bagi pasien yang tidak memiliki asuransi.

Rujukan:

  • American Academy of Ophthalmology
Bagikan informasi ini: