Apa itu Konsultasi Pengobatan Herbal?

Konsultasi pengobatan herbal adalah janji temu antara pasien dengan ahli pengobatan herbal, yaitu seorang ahli yang memiliki spesialisasi dalam penggunaan tanaman herbal dan tanaman obat lainnya untuk mengobati, mencegah, dan menangani penyakit serta kondisi lainnya. Bidang pengobatan herbal dikenal juga dengan nama herbalisme atau herbologi. Bidang ini berhubungan dengan penggunaan tanaman dan bagian tanaman, termasuk akar, daun, bunga, dan ekstraknya untuk mengobati berbagai kondisi dan penyakit. Ramuan dari tanaman dapat digunakan tanpa atau dengan campuran dengan tanaman lain supaya efeknya menjadi lebih kuat. Herbalisme memiliki sejarah panjang yang dimulai sekitar tahun 3000 SM di negeri Cina, yang dibuktikan dengan penemuan berbagai naskah dan bacaan kuno terkait dunia pengobatan. Selain di negeri Cina, herbalisme juga populer di kalangan masyarakat Yunani, Mesir, dan bahkan penduduk asli Amerika. Pengobatan herbal didasarkan pada prinsip bahwa untuk menyembuhkan seseorang, pengobatan harus lebih dipusatkan pada penyebab penyakitnya, bukan pada tanda dan gejala penyakit. Oleh karena itu, tanaman herbal sering digunakan bersamaan dengan terapi alami lainnya, di antaranya termasuk perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, yoga, serta tai chi. Meskipun tanaman herbal tidak diatur dalam perundang-undangan perdagangan di berbagai negara, saat ini sudah banyak organisasi yang membantu memantau standarisasi penggunaannya. Dengan demikian, ahli pengobatan herbal perlu terdaftar di organisasi tersebut atau mencapai standar yang ditentukan oleh organisasi tersebut melalui proses sertifikasi seperti uji kelayakan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Pengobatan Herbal dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi pengobatan herbal dapat disarankan bagi pasien yang tertarik dengan pengobatan alami, yang meliputi: * Pasien yang telah menjalani berbagai pengobatan konvensional namun tidak menyukai efek samping atau gejalanya hanya menjadi semakin parah * Pasien yang tidak percaya pada obat konvensional * Pasien yang telah menjalani semua pilihan pengobatan konvensional namun belum juga sembuh
Konsultasi ini juga perlu dilakukan jika pasien ingin melakukan pengobatan herbal bersamaan dengan pengobatan konvensional. Ahli pengobatan herbal dapat menjelaskan kontraindikasi (kemungkinan apakah pengobatan yang dilakukan bekerja atau tidak pada pasien) dan memastikan gabungan pengobatan ini tidak menyebabkan gejala atau kondisi lain. Konsultasi ini juga dapat dilakukan bagi pasien yang mengalami gejala baru atau efek samping dari pengobatan yang dijalaninya. Sebagai contohnya, kelebihan dosis lidah buaya dapat menyebabkan mual atau diare. Pasien dapat melakukan konsultasi dengan ahli pengobatan herbal lainnya untuk mendapatkan opini kedua. Langkah ini biasanya dilakukan jika pasien dan ahli pengobatan herbal sebelumnya tidak dapat membentuk hubungan yang baik, pengobatan herbal tidak bekerja, atau pasien tidak memercayai saran yang diberikan oleh ahli sebelumnya.

Cara Kerja Konsultasi Pengobatan Herbal

Pasien yang ingin melakukan konsultasi dengan ahli pengobatan herbal dapat mencari informasi di dunia maya mengenai ahli tersebut maupun meminta bantuan dari asosiasi herbalis nasional. Seringnya, asosiasi tersebut memiliki daftar lengkap ahli pengobatan herbal yang dapat ditemui berdasarkan daerah praktiknya. Setelah pasien mendapatkan informasi dan menemui ahli pengobatan herbal pilihannya, pasien akan diberikan jadwal konsultasi. Ahli pengobatan herbal dapat melakukan konsultasi melalui tatap muka langsung dengan pasien, melalui telepon atau e-mail, atau melalui konferensi video. Jika metode tatap muka tidak dapat dilakukan, pasien akan diminta untuk mengirimkan catatan medis dan informasi terkait lainnya kepada ahli pengobatan herbal tersebut, biasanya melalui e-mail maupun fax. Jika dapat melakukan tatap muka di klinik, staf klinik akan meminta pasien mengisi formulir kesehatan pasien. Formulir tersebut dan catatan kesehatan pasien nantinya akan diberikan kepada ahli pengobatan herbal. Selama konsultasi berlangsung, ahli pengobatan herbal akan melakukan: * Analisis catatan kesehatan yang diberikan serta gaya hidup, lingkungan, riwayat kesehatan keluarga, kebiasaan, aktivitas, dan pekerjaan pasien * Wawancara pasien mengenai tanda dan gejala yang dialami, terutama yang berkaitan dengan faktor yang disebutkan di atas * Memastikan kemungkinan penyebab kondisi pasien * Meresepkan obat herbal terbaik untuk mengatasi kondisi pasien * Menjadwalkan konsultasi lanjutan untuk memantau hasil pengobatan pasien
Resep obat herbal ini dapat dibawa ke apotek herbal di mana seorang apoteker akan meramu campuran ekstrak dan tanaman lainnya untuk membuat obat herbal yang diresepkan. Konsultasi herbal dapat berlangsung sekitar 30 menit dan mungkin memerlukan setidaknya 2 sesi tambahan. Namun, jika kondisi pasien tergolong kronis atau berat, mungkin konsultasi akan lebih sering dilakukan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Pengobatan Herbal

Tumbuhan tertentu mungkin terbukti berbahaya atau tidak boleh digunakan bagi pasien tertentu seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan manula. Sementara itu, pasien yang sehat mungkin memiliki reaksi alergi dan efek samping lainnya karena kombinasi dari obat herbal atau penggunaan obat konvensional. Seperti obat konvensional lainnya, obat herbal juga mungkin tidak bekerja sesuai dengan yang diharapkan, sehingga menyebabkan pasien frustasi. Selain itu, kurangnya undang-undang mengenai obat herbal juga dapat menyebabkan pasien ragu untuk melakukan konsultasi pengobatan herbal.

Rujukan:

  • Jordan S, Cunningham D, Marles R. Assessment of herbal medicinal products: Challenges, and opportunities to increase the knowledge base for safety assessment. Toxicology Appl Pharmacol. March 2010;243(2):198-216. PMID: 20018204 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20018204.

  • National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). Using Dietary Supplements Wisely. nccih.nih.gov/health/supplements/wiseuse.htm.

Bagikan informasi ini: