Apa itu Konsultasi Patologi?

Apabila Anda menerima tagihan konsultasi patologi bersamaan dengan tagihan pengobatan Anda, kemungkinan Anda akan sedikit bingung karena Anda merasa seperti sama sekali tidak pernah berkonsultasi dengan seorang patolog. Akan tetapi, ketika Anda mungkin tidak berkonsultasi dengan patolog secara langsung, seseorang pasti telah mengkonsultasikan kondisi Anda saat Anda sedang diperiksa.

Untuk memahami sepenuhnya mengenai hal yang menyebabkan adanya konsultasi patologi saat Anda tidak menyadarinya, Anda harus mengerti cara kerja patologi. Patologi adalah cabang kedokteran yang khusus mempelajari tentang cairan dan jaringan tubuh. Dokter yang memiliki spesialisasi dalam bidang ini disebut patolog (pathologist).

Patolog adalah dokter spesialis yang bekerja di belakang layar, sehingga pasien jarang sekali harus berkonsultasi langsung dengan mereka. Tetapi, pekerjaan mereka sangat penting untuk mengenali penyakit dengan akurat, sehingga dokter yang memeriksa pasien dapat memutuskan bentuk pengobatan yang sesuai.

Sebagai contoh, bila Anda berkonsultasi pada seorang dokter dengan keluhan utama sakit perut, dokter akan meminta Anda menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mendiagnosa penyebab gejala yang dikeluhkan. Kemungkinan dokter akan mengambil sampel darah, urin, dan feses. Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan melakukan biopsi, yang melibatkan pengambilan sampel jaringan organ dalam untuk menganalisa penyakit.

Sampel cairan dan jaringan tubuh akan dikirim kepada patolog. Patolog mungkin tidak menyiapkan secara langsung sampel untuk diteliti, tetapi ia akan mengawasi proses dan membuat laporan patologi, yang kemudian akan dikirim kembali pada dokter yang memeriksa Anda. Laporan patologi tersebut akan menunjukkan hasil pemeriksaan. Selanjutnya, dokter Anda akan mempelajari hasil pemeriksaan dan membuat diagnosa. Ada saat-saat di mana dokter akan bekerja sama dengan patolog untuk mendiagnosa penyakit. Seluruh proses tersebut dinyatakan sebagai konsultasi patologi.

Dalam beberapa kasus, bahkan patolog pun membutuhkan pendapat kedua. Ketika hal ini terjadi, patolog akan mengirimkan hasil pemeriksaan kepada sekelompok patolog lain yang memiliki spesialisasi lebih dalam di bidang tertentu. Hal ini juga disebut sebagai konsultasi patolog.

Siapa yang Harus Menjalani Konsultasi Patologi & Hasil yang Diharapkan

Ketika pasien dicurigai memiliki suatu penyakit, keahlian seorang patolog akan diperlukan. Seperti yang mungkin dapat Anda kira, sebenarnya para patolog sangat sibuk karena hampir semua orang yang pergi ke rumah sakit harus diperiksa. Belakangan ini, sebagian besar kasus medis dikaitkan dengan beberapa jenis penyakit tertentu.

Pasien biasanya tidak akan melihat laporan patologi, walaupun hal itu akan dimasukkan ke dalam laporan kesehatan mereka. Membaca laporan patologi tidak akan bermanfaat bagi Anda, terkecuali bila Anda adalah seorang dokter. Laporan patologi berisi banyak informasi dan hanya mereka yang terlatih untuk menganalisa datanya saja yang dapat mengerti laporan tersebut.

Cara Kerja Konsultasi Patologi

Seluruh proses konsultasi patologi cukup sederhana, apabila dijelaskan dalam istilah awam. Dokter akan meminta pengambilan sampel dari pasien. Setelah itu, sampel tersebut dikirim ke patolog, yang kemudian akan disiapkan dan diteliti. Selanjutnya, patolog akan membuat laporan patologi dengan semua hasil penelitian, dan mengirimkannya kembali pada dokter yang memeriksa pasien. Kemudian, dokter tersebut akan menganalisa laporan dan membuat diagnosa. Apabila diperlukan, patolog akan meminta pendapat kedua dan mengirimkan laporan pada sekelompok patolog yang memiliki spesialisasi pada bidang tertentu.

Akan tetapi, proses ini sesungguhnya sedikit lebih rumit, karena terdapat banyak cabang patologi. Kerumitan tersebut bukan hanya sitopatologi, histopatologi, patologi forensik, patologi bedah, dermatopatologi, dan patologi klinik. Sebagai pasien, Anda mungkin tidak perlu mengetahui dengan cabang patologi mana Anda dikonsultasikan. Tetapi ketika dokter Anda memberikan diagnosa, kemungkinan satu atau lebih cabang patologi telah dilibatkan.

Kemungkinan Komplikasi & Resiko Konsultasi Patologi

Risiko utama dari konsultasi patologi adalah kekeliruan pada hasil positif ataupun negatif. Itulah sebabnya mengapa patolog biasa meminta pendapat kedua. Semakin banyak dokter yang sependapat dengan hasil penafsiran datanya, semakin tinggi kemungkinan tingkat keakuratan laporan patologi tersebut.

Ketika seorang patolog membutuhkan pendapat kedua, biasanya disebabkan oleh keadaan seperti berikut:

  • Patolog meragukan diagnosa
  • Dokter meragukan diagnosa
  • Pasien atau dokter meminta pendapat kedua


Sebagai pasien, Anda berhak mempertanyakan diagnosa yang dibuat oleh dokter Anda. Apabila, untuk beberapa alasan, mencari pendapat lain akan membuat Anda lebih tenang, maka beritahu dokter Anda, bahwa Anda menginginkan pendapat kedua. Laporan patologi akan diberikan, dan Anda ataupun dokter Anda dapat berkonsultasi dengan patolog lain. Ketika Anda melakukan hal tersebut, sangat penting bahwa Anda juga nyaman dengan kemampuan patolog yang Anda pilih.

Rujukan:

  • College of American Pathologists
Bagikan informasi ini: