Apa itu Konsultasi Anestesia Pra-Operasi Anak?

Prosedur operasi umumnya memerlukan anestesia. Anestesia dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi rasa sakit akibat prosedur operasi dan dapat diberikan langsung (aplikasikan pada kulit), melalui pembiusan lokal, atau dimasukkan pada jalur intravena.

Apabila pasien yang hendak menjalani prosedur operasi adalah seorang anak, maka ia harus diberi perawatan khusus sebelum mendapatkan anestesia. Pemberian anestetik yang terlalu sedikit akan membuat pasien trauma terhadap pembedahan. Sedangkan bila terlalu banyak, sistem saraf pasien akan terganggu. Oleh karena itu, rumah sakit dan klinik menyediakan konsultasi anestesia bagi orangtua atau wali sebelum anak menjalani pembedahan.

Orangtua kerap merasa gelisah bahkan mengalami kecemasan saat anak mereka harus menjalani operasi. Maka, mereka diperbolehkan bertanya tentang prosedur dan perawatan sebelum operasi untuk anak mereka.

Ada tiga jenis obat anestetik yang digunakan pada prosedur operasi anak. Bius total dapat membuat anak tertidur dan sangat cocok bagi prosedur operasi rumit yang memakan waktu lama. Anestetik jenis ini juga dapat diberikan pada pasien yang menderita gangguan kecemasan, atau pembedahan yang dilakukan pada bagian tubuh sensitif. Anestetik lokal digunakan pada operasi kecil dan akan membuat bagian yang terkena pembiusan kebal terhadap rasa sakit. Sedangkan anestetik regional diberikan apabila operasi dilakukan pada bagian tubuh yang lebih dalam dan luas.

Konsultasi terkait penggunaan anestesia dapat dilakukan beberapa hari sebelum anak menjalani operasi. Dokter spesialis anestesia (anestesiaologis) adalah dokter ahli yang bersertifikat dalam bidang resep dan pemberian anestesia. Anestesiaologis anak akan bertemu dengan orangtua atau wali dan menjawab semua pertanyaan terkait anestesia.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Anestesia Pra-Operasi Anak

Konsultasi anestesia pra-operasi perlu dijalani oleh seluruh anak dengan dampingan orangtua atau walinya untuk mendiskusikan hasil, kemungkinan komplikasi dan risiko, serta perawatan yang diperlukan sebelum dan sesudah operasi. Konsultasi dilakukan agar pasien dan orangtua mengetahui cara untuk membantu proses pemulihan dan agar mereka merasa tenang.

Tujuan dari konsultasi adalah untuk membuat pasien dan orangtua atau wali yakin akan keberhasilan prosedur operasi. Mereka juga diharapkan mampu membantu melancarkan proses pemulihan anak dengan pengetahuan yang telah didapat selama konsultasi. Demi keberhasilan operasi, orangtua sebaiknya menyampaikan nyeri dan daya tahan anak terhadap anestesia pada dokter spesialis serta dokter bedah.

Cara Kerja Konsultasi Anestesia Pra-Operasi Anak

Konsultasi anestesia dilakukan beberapa hari menjelang operasi. Wali pasien harus menunjukkan surat perwalian sah untuk dapat mendampingi anak selama konsultasi. Pada saat konsultasi, dokter memerlukan riwayat kesehatan anak serta keluarganya dan informasi kesehatan tambahan dari dokter anak.

Konsultasi anestesia merupakan bagian dari evaluasi pra-operatif. Anestesiaologis anak akan memberikan pertanyaan yang dibagi dalam dua kelompok:


1. Gangguan kesehatan umum

a. Pernahkanh anak mengidap penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri? Jika pernah, kapan penyakit telah sembuh?

b. Pernahkah anak memperlihatkan gejala seperti batuk, bersin, atau mengi? Apakah ia pernah mengalami gangguan pernapasan?

c. Apakah anak mengalami demam?

d. Apakah anak alergi terhadap pengobatan tertentu?


2. Kondisi penyakit bawaan

a. Apakah anak lahir premature?

b. Apakah anak mempunyai gangguan mental?

c. Apakah anak menderita epilepsy? Obat-obatan apa yang dikonsumsi?

d. Apakah anak memiliki penyakit asam lambung, penyakit paru-paru kronis, sindroma down, penyakit jantung bawaan atau diabetes?

e. Apakah anak lahir dengan [bibir dan langit mulut sumbing] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/bibir-sumbing)


Pemeriksaan laboratorium dan pemindaian diagnostik rutin diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan anak dan memeriksa penyakit bawaan (ika ada). Hitungan darah dan zat kimia serta struktur internal pasien akan diamati dan diperiksa untuk memastikan tidak akan terjadi komplikasi saat anak diberikan anestesia.

Teknik pemberian anestesia terlebih dahulu akan didiskusikan dengan keluarga pasien. Anestesiaologis anak akan merekomendasi teknik yang sesuai dengan kondisi pasien berdasarkan hasil tes laboratorium dan informasi dar orangtua/wali. Teknik-teknik anestesia antara lain:

  • Induksi penapasan
  • Induksi dubur
  • Induksi intravena
  • Topikal aplikasi


Cairan bius yang akan digunakan juga perlu didiskusikan. Setelah konsultasi, anestesiaologis anak akan meneruskan informasi yang telah didapat pada dokter bedah.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Anestesiaa Pra-Operasi Anak

Konsultasi adalah prosedur medis yang paling aman. Namun tanpa konsultasi, pasien tidak akan mengenali kondisi kesehatannya dan dapat menderita penyakit yang berisiko pada komplikasi serius serta kematian.

Rujukan:

  • Cote CJ, Lerman J, Anderson BJ. A Practice of Anesthesia for Infants and Children. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2013.
Bagikan informasi ini: