Apa itu Konsultasi Pengelolaan Nyeri?

Berbeda dengan kepercayaan masyarakat, nyeri tidak sepenuhnya buruk. Bahkan, nyeri merupakan reaksi normal yang terjadi jika terjadi peradangan. Namun, jika Anda menderita nyeri kronis yang melumpuhkan bagian tubuh, sebaiknya Anda segera mencari perhatian medis. Nyeri kronis merupakan jenis kondisi kelumpuhan yang paling umum yang sangat membatasi pergerakan tubuh dan mengganggu aktivitas hidup penderitanya.

Sebisa mungkin, nyeri harus diobati dan dihilangkan hingga sembuh. Namun, nyeri kronis tidak dapat diobati (seperti pada kasus kanker stadium akhir), sehingga ahli medis menemukan cara untuk menanganinya secara efektif.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Pengelolaan Nyeri dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi pengelolaan nyeri dapat diperlukan bila:

  • Nyeri akut telah berubah menjadi nyeri kronis – Nyeri kronis merupakan nyeri yang terjadi secara berulang, sering, dan dalam jangka panjang. Nyeri kronis dapat terjadi sepanjang hidup penderitanya. Sebelum memburuk, penderitanya perlu mempelajarai bagaimana mengatasi nyeri yang dideritanya dengan bantuan dokter spesialis nyeri.

  • Pernah menderita kondisi yang menyebabkan nyeriCedera fisik atau pembedahan (terutama yang menggunakan teknik tradisional seperti operasi jantung terbuka) dapat menyebabkan nyeri yang tak nyaman, sehingga penderitanya dapat memanfaatkan konsultasi pengelolaan nyeri untuk mengatasinya.

  • Pengobatan yang dijalanai sudah tidak bekerja – Terdapat kasus di mana pasien yang sedang menjalani program pengelolaan nyeri merasa obat pereda nyeri sudah tidak lagi bekerja. Hal ini dapat terjadi ketika nyeri yang diderita pasien semakin meningkat dan memburuk, atau obat yang digunakan tidak mampu meredakan rasa sakit. Untuk menanganinya, dokter spesialis nyeri akan menyesuaikan prosedur maupun pengobatan untuk mengobati pasien sesuai kondisinya.

  • Nyeri mengganggu kehidupan pasien – Tidak semua jenis nyeri dapat menyebabkan rasa sakit berkepanjangan. Beberapa jenis nyeri kronis dapat ditoleransi penderitanya. Namun, dalam beberapa kasus, nyeri kronis dapat mengganggu aktivitas hidup seseorang. Konsultasi pengelolaan nyeri dengan spesialis nyeri dapat dilakukan jika pasien tidak dapat melanjutkan pekerjaannya atau melakukan pekerjaan rumah tangga akibat nyeri yang diderita.

  • Menderita penyakit yang menyebabkan nyeri – Banyak penyakit yang dapat menyebabkan nyeri fisik dengan tingkatan dan frekuanesi yang berbeda. Umumnya, nyeri merupakan gejala yang ditimbulkan akibat penyakit yang dimiliki.


Konsultasi pengelolaan nyeri dapat bermanfaat karena:

  • Konsultasi ini memberikan informasi mengenai teknik untuk mengatasi nyeri dan tetap menjalani hidup dengan normal meskipun nyeri yang diderita.
  • Konsultasi ini dapat membantu pasien mengendalikan gejala serta melengkapi pengobatan penyakit pasien.
  • Konsultasi ini dapat membantu membangun hubungan yang baik antara dokter dengan pasiennya.

Cara Kerja Konsultasi Pengelolaan Nyeri

Konsultasi pengelolaan nyeri dilakukan melalui rujukan oleh dokter spesialis lain. Sebagai contohnya, spesialis terapi fisik dapat merujuk pasien yang menderita nyeri sendi berulang ke spesialis ortopedi, yang memiliki pemahaman lebih luas dalam menangani kondisi yang menyerang dan berhubungan dengan bagian tubuh tertentu.

Sebelum melakukan kunjungan konsultasi dengan dokter spesialis, pasien yang melakukan rujukan diharapkan telah memberikan riwayat kesehatan untuk dapat dilihat oleh dokter, sehingga dokter memiliki gambaran yang jelas mengenai kesehatan pasien.

Selama konsultasi ini berlangsung, dokter akan menjelaskan nyeri pasien, khususnya tingkat keparahan, frekuensi, sumber nyeri serta kemungkinan penyebab nyeri pasien. Dokter juga akan meminta pasien untuk menjelaskan riwayat kesehatan pasien dan keluarga yang lebih lengkap, serta riwayat penggunaan obat dan perawatan yang pernah dilakukan.

Setelah itu, dokter akan melanjutkan konsultasi dengan mendeteksi nyeri dan melakukan pemeriksaan fisik. Jika penyebab nyeri tidak dapat ditentukan pada saat konsultasi, dokter dapat meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan lainnya, yang hasilnya akan dibahas pada pertemuan selantjunya.

Konsultasi pengelolaan nyeri umumnya berlangsung selama sekitar 30 menit. Namun, jika dokter melakukan pemeriksaan lain pada pasien, konsultasi ini mungkin dapat berlangsung lebih lama.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Pengelolaan Nyeri

Konsultasi pengelolaan nyeri memerlukan waktu serta komitmen, yang mungkin tidak dimiliki seluruh pasien. Beberapa pasien mungkin merasa ingin melewatinya ketika mereka merasa pulih dari nyeri atau jika merasa dapat mengobati dirinya sendiri. Selain kekurangan waktu, kurangnya kepercayaan dengan dokter juga dapat membuat pasien enggan melakukan konsultasi, terutama jika pengobatan yang dilakukan tidak bekerja sesuai dengan apa yang pasien harapkan.

Rujukan:

  • Miaskowski C, Cleary J, Burney R, et al. Guideline for the management of cancer pain in adults and children. Glenview (IL): American Pain Society (APS). 2005; Clinical Practice Guideline: no. 3.

  • World Health Organization (WHO). WHO's pain relief ladder. World Health Organization: Programmes and projects: Cancer. 2010. Available at: www.who.int/cancer/palliative/painladder/en.

Bagikan informasi ini: