Apa itu Konsultasi Pengobatan Pencegahan?

Konsultasi pengobatan pencegahan adalah janji temu antara pasien dan dokter spesialis untuk mempertahankan kondisi kesehatan dan tubuh pasien serta menyingkir kan pemicu penyakit, memahami dan memperkecil risiko, meminimalisir kerusakan jangka panjang pada kondisi yang telah ada. Spesialis yang menangani pengobatan pencegahan beragam, mulai dari dokter umum hingga penyakit dalam, kardiologi, nefrologi, dan ortopedi. Tapi, ada juga spesialis yang memang mendalami pengobatan pencegahan, dan biasanya mereka anggota dari American Board of Medical Specialties (AMBS). Pengobatan pencegahan adalah prosedur umum yang mencakup berbagai macam tindakan pencegahan atau penanganan penyakit, imunisasi, dan lainnya. Prosedur ini juga dilakukan oleh kedokteran okupasi, yaitu dokter yang melaksanakan pencegahan dan manajemen penyakit pada pekerja, seperti orang yang bekerja di belakang meja memiliki risiko gangguan sistem muskuloskeletal. Cabang ilmu kedokteran lainnya adalah kedokteran penerbangan, yang memberikan perawatan kesehatan maupun penelitian untuk meningkatkan kualitas kesehatan pekerja industri penerbangan dan luar angkasa.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Pengobatan Pencegahan dan Hasil yang Diharapkan

Prosedur pencegahan sangat disarankan bagi: * Semua orang – Sebaiknya lakukan pencegahan sedini mungkin karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Setiap orang dianjurkan mengikuti konsultasi untuk pencegahan penyakit, terutama jika mulai memasuki usia paruh baya. Agar dapat memeriksa, mendiagnosis, dan meringankan penyakit yang dapat mengakibatkan cacat jangka panjang serta kematian dini.

  • Orang yang rentan terhadap risiko – Faktor tertentu dapat meningkatkan risiko penyakit dan kematian. Seperti tekanan darah tinggi mempunyai risiko serangan jantung, maka orang dengan kondisi ini harus segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung. Anjuran serupa berlaku untuk kondisi penyempitan pembuluh darah pada jantung (stenosis) karena penumpukan kolesterol.

  • Orang-orang dengan penyakit atau cacat turunan – Membawa gen penyakit turunan bukan berarti mengidap penyakit, tapi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Misalnya, wanita dengan genetik BRCA1 dan BRCA2 meningkatkan risiko [kanker payudara] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/kanker-payudara) hingga 80% dan rentan terhadap kanker rahim.

  • Apabila dalam keluarga memiliki riwayat penyakit – Berbagai kondisi kesehatan hidup sebuah keluarga. Penyakit akan datang lebih awal pada orang dengan riwayat penyakit keluarga. Pengobatan pencegahan dapat mencegah, jika penyakit belum muncul dan menangani perkembangan penyakit agar tidak menimbulkan kerusakan serius.

  • Orang yang dipengaruhi faktor lingkungan atau gaya hidup – Selain kondisi bawaan, faktor lingkungan dan gaya hidup dapat menaikkan risiko penyakit, seperti merokok. Perokok memiliki risiko tinggi terhadap berbagai penyakit, termasuk kanker paru-paru.

  • Wisatawan¬ – Pengobatan pencegahan juga berlaku bagi wisatawan yang akan bepergian ke negara lain yang mempunyai risiko penyakit menular.

    Cara Kerja Konsultasi Pengobatan Pencegahan

Langkah awal yang dilakukan dokter adalah menentukan tahap pencegahan, yaitu tahap awal, lanjut, dan akhir. Pencegahan tahap awal (primary prevention) dilakukan untuk mencegah penyakit, biasanya melalui imunisasi (vaksinasi), memperbaiki gaya hidup, dan menghentikan penyalahgunaan zat terlarang. Pencegahan tahap lanjut (secondary prevention) berguna untuk mendeteksi dan mencegah penyakit sebelum gejala serius muncul, contohnya pemeriksaan kanker. Pencegahan tahap akhir (tertiary prevention) dilakukan jika terdapat gangguan kesehatan namun diperlukan konsultasi pengobatan pencegahan untuk menghindari prosedur perawatan yang rumit, cacat jangka panjang, dan kematian. Pasien biasanya dirujuk oleh dokter umum atau perusahaan asuransi untuk menemui dokter spesialis. Tahap dan intensitas konsultasi didasarkan pada faktor usia serta kondisi kesehatan pasien. Misalnya, konsultasi tekanan darah pada pasien di bawah 40 tahun akan dilaksanakan 2 tahun sekali, kecuali bila mereka mengidap hipertensi (tekanan darah tinggi). Konsultasi pada dokter gigi hanya dilakukan satu kali dalam setahun, sedangkan konsultasi mata dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Saat konsultasi, dokter akan memantau perkembangan penyakit, kondisi kesehatan dan tubuh pasien. Tidak memiliki gejala bukan berarti pasien dalam kondisi sehat. Oleh karena itu, pasien perlu menjalani berbagai macam prosedur, seperti pemeriksaan kanker pada usia tertentu dan mendapatkan penyuntikkan vaksin lagi.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Pengobatan Pencegahan

Tidak semua orang akan mengikuti konsultasi pengobatan pencegahan, biasanya karena mereka merasa puas dengan kondisi kesehatannya atau tidak ada faktor yang mewajibkan konsultasi. Kemungkinan lainnya yaitu konsultasi tidak ditanggung oleh jaminan asuransi atau tidak ada dokter terdekat yang mampu melakukan prosedur ini.

Rujukan

  • Atkins D, Barton M. The periodic health examination. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011: bab 14.

  • Guide to Clinical Preventive Services 2014. Recommendations of the U.S. Preventive Services Task Force. http://www.uspreventiveservicestaskforce.org/Page/Name/tools-and-resources-for-better-preventive-care. Accessed March 9, 2015.

Bagikan informasi ini: