Apa itu Konsultasi Penyakit Mata?

Konsultasi penyakit mata adalah janji temu antara dokter spesialis penyakit mata dengan dokter mata pasien untuk membahas hasil tes diagnostik yang diminta oleh dokter mata untuk membuat atau memastikan hasil dari diagnosis awal.

Pasien dengan masalah mata atau penyakit yang berkaitan dengan mata biasanya mengunjungi dokter mata untuk melakukan konsultasi. Kemudian, dokter mata akan melakukan beragam tes untuk mengetahui dan mendiagnosis masalah pasien. Jika hasil tes tidak dapat memberikan diagnosis atau jika dokter mata ingin memastikan penyakit mata pasien, dokter dapat meminta tes tambahan yang dapat dilakukan oleh spesialis penyakit mata. Lalu, pasien akan dirujuk ke spesialis penyakit mata. Setelah tes selesai, hasilnya akan dibahas dengan dokter mata pasien sehingga diagnosis penyakit mata pasien dapat dibuat atau dipastikan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Penyakit Mata dan Hasil yang Diharapkan

Tes khusus dapat dilakukan oleh spesialis penyakit mata jika pasien:

  • Telah menjalani pembedahan – Tes penyakit mata dimulai dengan melakukan biopsi, di mana dokter mengambil jaringan sampel bekas operasi dan mengirimkannya ke laboratorium untuk diteliti. Pada kasus lainnya, cairan mata diambil melalui prosedur yang disebut aspirasi.

  • Menunjukkan gejala penyakit mata – Tanda dan gejala umum penyakit mata mencakup penglihatan kabur, munculnya floaters, dan sulit memusatkan mata. Tanda dan gejala ini dapat menunjukkan adanya penyakit mata, terutama jika kondisi ini semakin sering terjadi dan dalam jangka waktu yang cukup lama.

  • Terdapat perubahan menonjol pada struktur mata – Perubahan ini dapat diketahui dengan melihat ada atau tidaknya pertumbuhan tumor atau massa yang dapat mengganggu mata, bahkan jika tumor tersebut tidak berasal dari mata (misalnya daging yang tumbuh di sekitar rongga hidung). Untuk mengetahui apakah tumor yang dimiliki pasien ganas atau jinak, pasien dapat diminta untuk menjalani biopsi.

  • Beresiko tinggi menderita penyakit mata – Pasien yang menderita diabetes dapat terserang penyakit mata, seperti retinopati diabetik, yaitu kerusakan saraf mata akibat komplikasi dari diabetes.

Ketika pasien dirujuk ke spesialis penyakit mata untuk menjalani tes diagnostik, bukan berarti pasien pasti memiliki penyakit mata. Dokter mata akan menentukan hasil dari tes diagnostik yang dilakukan, termasuk tes pencitraan dan tes fisik. Namun demikian, tes diagnostik ini tetap diperlukan, karena hasilnya dapat sangat membantu dokter mata membuat diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Cara Kerja Konsultasi Penyakit Mata

Konsultasi penyakit mata dilakukan ketika dokter mata meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan dengan spesialis penyakit mata. Pasien akan dirujuk ke laboratorium penyakit mata, yang berada di klinik mata atau di rumah sakit.

Staf ahli laboratorium akan mempersiapkan pasien untuk menjalani biopsi atau aspirasi. Pasien juga akan diminta mengisi formulir yang berisikan nama, tanggal lahir, dan tanggal prosedur. Kemudian, dokter yang melakukan prosedur ini akan menjelaskan contoh jaringan yang diambil, prosedur yang dilakukan, dan dokter mata yang akan menerima hasil prosedur tersebut. Formulir tersebut akan disertai dengan kotak tempat contoh jaringan yang diambil.

Setelah pasien selesai menjalani prosedur, staf laboratorium akan menjelaskan apa saja yang perlu dilakukan pasien untuk mempercepat proses pemulihan. Pasien sebaiknya ditemani oleh keluarga atau kerabat yang dapat mengemudi. Pasien mungkin akan diminta untuk membatasi kegiatannya dalam 1-2 hari setelah prosedur.

Pasien perlu menunggu beberapa waktu hingga hasil prosedur tersebut didapat. Hasil tersebut akan dikirimkan ke klinik dokter mata. Setelah itu, dokter mata akan membuat diagnosis atau meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan lainnya. Biasanya, hasil diagnosis akan keluar dalam beberapa hari hingga satu minggu. Dokter mata akan meresepkan obat untuk mengobati gejala penyakit mata selama pasien menunggu hasil diagnosis.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Penyakit Mata

Salah satu hal yang menjadi tantangan dalam melakukan konsultasi adalah kurangnya antusiasme pasien untuk menjalani seluruh prosesnya. Pasien kemungkinan tidak mengetahui seberapa pentingnya pemeriksaan penyakit. Selain itu, mungkin juga ada komunikasi yang buruk antara pasien dan dokternya. Pasien juga mungkin merasa takut untuk melakukan konsultasi, sehingga menjadi ragu-ragu untuk menemui dokter mata. Untuk menangani hal ini, perlu dibentuk hubungan berdasarkan kepercayaan satu sama lain antara dokter dan pasien. Tim perawat juga sebaiknya memiliki hubungan dan sistem komunikasi yang baik, misalnya dengan mengingatkan pasien akan jadwal konsultasi.

Rujukan:

  • Fisher YL, Nogueira F, Salles D. Diagnostic ophthalmic ultrasonography. In: Tasman W, Jaeger EA, eds. Duane's Ophthalmology. 2013 ed. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2013:vol 2, chap 108.
Bagikan informasi ini: