Apa itu Konsultasi Pra-Operasi Anak?

Konsultasi pra-operasi anak adalah janji temu dengan dokter bedah untuk menentukan apakah operasi adalah pilihan pengobatan terbaik bagi anak yang menderita kondisi medis serius. Di antaranya, gagal jantung kongenital dan masalah tulang. Selama konsultasi berlangsung, dokter bersama dengan orang tua atau wali pasien akan membahas kemungkinan resiko dan manfaat dari tindakan operasi yang akan dilakukan. Tujuan dari konsultasi ini adalah untuk membantu orang tua atau wali dalam menentukan apakah operasi merupakan jalan terbaik bagi anak.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Pra-Operasi Anak dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi pra-operasi anak merupakan kunjungan awal ke dokter bedah sebelum melakukan operasi. Hal ini penting bagi pasien yang sedang mempertimbangkan untuk menjalani operasi sebagai bagian dari pengobatan penyakitnya. Tujuan dari konsultasi ini adalah untuk membantu keluarga menentukan apakah akan melanjutkan operasi atau mencari pilihan pengobatan lainnya.

Pada akhir konsultasi, keluarga pasien akan dipastikan mendapatkan cukup informasi untuk mempertimbangkan pro dan kontra operasi yang akan dilakukan, baik operasi terbuka maupun operasi laparoskopi atau minimal invasif.

Pasien dan keluarga tidak diwajibkan untuk menjalani tindakan apapun setelah berkonsultasi dengan dokter bedah. Keluarga dapat memilih untuk tidak menjalani operasi atau mencari pendapat lain dari dokter bedah yang berbeda. Namun, jika keluarga telah memutuskan untuk menjalani tindakan tertentu, dokter akan menjadwalkan konsultasi pra-operasi lanjutan dan tanggal operasi.

Dokter hanya akan merekomendasikan pasien untuk menjalani operasi jika manfaatnya jauh lebih besar daripada kemungkinan resiko yang ditimbulkan. Jika operasi ini diragukan tingkat keselamatannya, dokter akan memberikan pilihan pengobatan lain, seperti penggunaan obat dan terapi.

Cara Kerja Konsultasi Pra-Operasi Anak

Konsultasi ini dapat dilakukan di kantor atau klinik dokter bedah anak dan biasanya hanya berlangsung selama 1 jam. Konsultasi ini perlu dihadiri setidaknya oleh ayah/ibu atau wali anak.

Selama konsultasi berlangsung, orang tua/wali akan diberikan formulir pendaftaran dan riwayat kesehatan pasien untuk memberikan dokter informasi mengenai kondisi pasien. Konsultasi ini juga akan membahas pertanyaan mengenai kesehatan pasien, gejala, pilihan pengobatan lain yang pernah dicoba dan hasilnya, obat yang dikonsumsi, dan reaksi alergi terhadap obat-obatan serta obat bius. Rincian ini akan membantu dokter menentukan apakah operasi perlu dilakukan dan jenis operasi yang tepat yang aman dilakukan pada anak.

Dokter bedah kemudian akan membahas hal berikut:

  • Beragam teknik bedah yang mungkin berguna bagi pasien
  • Kemungkinan manfaat dan resiko tiap tindakan
  • Jumlah biaya yang dibutuhkan dan kebijakan pembayaran
  • Rekomendasi jenis operasi terbaik bagi pasien


Dokter bedah juga akan menjelaskan mengenai teknik operasi tradisional dan modern jika pasien memenuhi syarat untuk menjalani operasi.

  • Operasi terbuka – Jenis operasi ini dikenal juga sebagai operasi tradisional yang membutuhkan sayatan besar untuk melakukan tindakan pada bagian tubuh yang membutuhkan pengobatan. Teknik ini biasanya dapat menyebabkan pendarahan, resiko tinggi lebih dari infeksi, dan waktu pemulihan yang lama.

  • Operasi minimal invasif – Jenis operasi ini mengacu pada teknik bedah modern yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil. Melalui sayatan ini, dokter akan memasukkan sebuah tabung, sebuah skop, dan alat bedah kecil. Operasi ini kemudian akan dilakukan melalui bantuan komputer yang menampilkan gambar dari alat tersebut. Berbeda dengan operasi terbuka, tindakan ini hanya mengakibatkan resiko kecil, sedikit pendarahan, dan tidak membutuhkan waktu pemulihan yang lama. Pasien akan diberi kesempatan untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang dapat membantunya membuat keputusan. Beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan meliputi:

  1. Siapa yang akan melakukan tindakan?
  2. Apakah dokter bedah sudah ahli melakukan operasi dan seberapa baik pengalamannya?
  3. Jenisobat bius apa yang akan digunakan dan siapa yang akan memberikannya?
  4. Apakah tindakan tersebut menyebabkan bekas luka?
  5. Berapa lama pasien perlu tinggal di rumah sakit?
  6. Berapa lama masa pemulihan tindakan?
  7. Berapa lama anak perlu izin dari sekolah?


Salah satu faktor penting yang harus dibahas selama konsultasi ini adalah riwayat reaksi obat bius yang dimiliki oleh keluarga. Jika terdapat resiko penggunaan obat bius, keluarga pasien juga dapat melakukan konsultasi dengan ahli anestesi.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Pra-Operasi Anak

Konsultasi pra-operasi anak akan membantu anak mendapatkan jenis pengobatan terbaik yang paling menguntungkan baginya. Konsultasi ini juga dapat menjaga pasien dari resiko menjalani tindakan yang tidak tepat atau terlalu beresiko.

Konsultasi ini perlu dilakukan karena selain resiko umum infeksi dan pendarahan, operasi juga dapat menyebabkan efek fisik, psikologis, serta emosional pada anak. Operasi dapat menjadi hal yang sulit untuk dijalani dan pengalaman paling menyeramkan bagi anak. Anak juga mungkin merasa kesulitan menahan rasa sakit pada saat operasi dilakukan dan pada masa pemulihan.

Rujukan:

  • Chung DH. Paediatric surgery. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 13.

  • Neumayer L, Vargo D. Principles of preoperative and operative surgery. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 11.

Bagikan informasi ini: