Apa itu Konsultasi Onkologi Radiasi?

Onkologi radiasi adalah salah satu metode yang digunakan dalam pengobatan kanker, selain operasi dan onkologi medis. Onkologi radiasi menggunakan terapi radiasi untuk menyerang dan membunuh sel kanker. Dengan menggunakan radiasi dalam dosis yang teratur selama jangka waktu tertentu, terapi ini dapat:

  1. Langsung membunuh sel kanker
  2. Mengubah kromosom dan mengubah DNA sel agar sel tidak membelah diri dan menimbulkan tumor

Konsultasi onkologi radiasi adalah suatu kesempatan bagi pasien dan dokter spesialis onkologi radiasi (dokter dengan kemampuan khusus dalam terapi radiasi) untuk bertemu, berdiskusi, dan merencanakan pengobatan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Onkologi Radiasi dan Hasil yang Diharapkan

Terapi radiasi dapat dilakukan sebagai pengobatan kuratif, adjuvan, atau paliatif bagi pasien kanker. Sebagai pengobatan kuratif, terapi ini disarankan bagi pasien tumor. Terapi diharapkan dapat membunuh sel kanker dan mencegah penyebaran kanker ke organ lain. Terapi radiasi dapat dilakukan pada pasien yang tumornya berukuran kecil atau pasien kanker stadium awal. Pengobatan adjuvan berarti terapi radiasi dilakukan sebagai bagian dari rencana multi-pengobatan, yang dapat meliputi operasi dan kemoterapi. Sebagai contoh, dalam terapi neo-adjuvan, terapi radiasi dapat mengecilkan tumor sebelum operasi. Terapi ini juga dapat digunakan dalam terapi sistemik adjuvan, di mana radiasi dan kemoterapi dilakukan pada saat yang bersamaan.

Cara Kerja Konsultasi Onkologi Radiasi

Konsultasi onkologi radiasi akan dilakukan setelah pasien didiagnosis terkena kanker. Setelah dokter memilih terapi radiasi untuk pengobatan, baik sebagai pengobatan tunggal atau bagian dari terapi adjuvan, pasien dan anggota keluarganya harus berkonsultasi dengan tim onkologi radiasi.

Konsultasi pertama dengan dokter spesialis onkologi radiasi atau tim onkologi radiasi biasanya berlangsung selama 1-2 jam. Pada awal konsultasi, perawat akan mengumpulkan data riwayat pasien yang berdasarkan informasi pribadi, riwayat kesehatan, dan obat yang dikonsumsi. Akan lebih baik jika pasien membawa riwayat kesehatan (dan fotokopinya) untuk dilampirkan di data pasien. Pasien sebaiknya juga membawa hasil pencitraan, seperti CT scan, rontgen, dan hasil tes laboratorium lainnya.

Selanjutnya, dokter akan memeriksa semua informasi ini saat menemui pasien. Dokter juga dapat mengajukan pertanyaan, misalnya apakah pasien pernah menjalani operasi atau sedang menjalani kemoterapi. Informasi ini dapat membantu dokter dalam membuat rencana pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Kemudian, dokter akan membahas pilihan pengobatan. Setiap pilihan pengobatan akan dibahas secara rinci, termasuk efek sampingnya. Pasien dan/atau anggota keluarganya dapat mengajukan pertanyaan dan kekhawatiran mereka tentang terapi radiasi.

Setelah diputuskan bahwa terapi radiasi akan dilakukan, langkah selanjutnya adalah “simulasi” atau perencanaan radiasi. Dalam proses ini, rencana terapi radiasi akan diprogram ke dalam komputer sehingga dapat dibuka dan diaktifkan setiap kali pasien menjalani terapi radiasi. Proses ini dilakukan dalam beberapa langkah:

  • Pasien akan diminta berbaring di atas meja pengobatan. Lalu, dengan bantuan CT scan, dokter spesialis onkologi radiasi akan mengidentifikasi area target untuk mengurangi kerusakan pada bagian tubuh di sekitar tumor.

  • Ahli terapi radiasi (yang membantu dokter) akan mengatur posisi pasien di atas meja dan memastikan posisi pasien tidak berubah selama terapi. Untuk memastikan pasien selalu berbaring di posisi yang sama, ia dapat ditandai dengan tato titik kecil yang permanen. Atau, ahli terapi radiasi dapat menandai area pengobatan dengan spidol permanen. Jika garis penanda mulai menghilang (karena mandi atau keringat), maka garisnya akan ditebalkan lagi. Apabila dibutuhkan, topeng khusus dan alat penahan lainnya dapat digunakan agar pasien tidak bergerak selama terapi.

  • Setelah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan, dokter dan ahli dosimetri (yang mengukur dan menentukan dosis radiasi) akan membuat rencana pengobatan. Perencanaan terapi biasanya membutuhkan 1-2 minggu.

Konsultasi onkologi radiasi akan diakhiri setelah pasien mendapatkan jadwal pengobatan dan instruksi lainnya.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Onkologi Radiasi

Konsultasi onkologi radiasi hampir tidak memiliki kemungkinan komplikasi dan resiko. Satu-satunya masalah yang dapat terjadi adalah kerusakan alat, yang dapat memperpanjang masa pengobatan.

Rujukan:

  • Perry MC. Approach to the patient with cancer. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 182.

  • Zeman EM, Schreiber EC, Tepper JE. Basics of radiation therapy. In: Niederhuber JE, Armitage JO, Doroshow JH, Kastan MB, Tepper JE, eds. Niederhuber: Abeloff's Clinical Oncology. 5th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2013:chap 27.

Bagikan informasi ini: