Apa itu Konsultasi Radiologi?

Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang digunakan dalam penggunaan teknologi pencitraan, yang berperan penting dalam diagnosis dan pengobatan untuk berbagai penyakit.

Konsultasi radiologi adalah janji temu dengan ahli radiologi untuk memperoleh pendapatnya tentang kondisi pasien dan pengobatan yang terbaik. Konsultasi biasanya dijadwalkan saat dokter pasien membutuhkan informasi tertentu dalam membuat diagnosis atau saat pasien ingin mengetahui manfaat dari tindakan pemindaian bagi pengobatannya.

Konsultasi radiologi tidak selalu dilakukan antara pasien dan ahli radiologi. Konsultasi biasanya dilakukan oleh dokter dan ahli radiologi, dengan tujuan untuk membantu dokter menentukan tindakan selanjutnya bagi pasien. Bahkan, dulu hanya dokter saja yang perlu menemui ahli radiologi. Konsultasi antara ahli radiologi dan pasien baru dilakukan akhir-akhir ini.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Radiologi dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi radiologi sangat membantu pasien. Ada dua jenis tindakan radiologi yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Radiologi diagnostik – Ini adalah tindakan radiologi yang bertujuan untuk mendeteksi kelainan pada tubuh pasien serta mengetahui penyebab dari gejala pasien. Tindakan ini juga bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis. Pemindaian ini dapat memberikan informasi yang penting untuk menentukan metode pengobatan yang terbaik bagi pasien. Pemeriksaan untuk menilai risiko pasien terkena penyakit tertentu juga termasuk dalam radiologi diagnostik.

  • Radiologi intervensi – Pemindaian radiologi intervensi bertujuan untuk:

  • Memeriksa atau mengawasi kondisi pasien selama pengobatan
  • Memandu dokter dalam tindakan medis

Dengan menggunakan radiologi sebagai panduan dalam tindakan medis, dokter dan dokter bedah dapat mengobati penyakit dengan teknik minim invasif. Dengan begitu, dokter hanya perlu membuat sayatan yang kecil saat tindakan. Dipandu oleh gambar yang didapatkan dari radiologi, dokter akan memasukkan kateter, kabel, kamera, dan alat kecil lainnya untuk mengarahkannya ke bagian tubuh tertentu. Setelah itu, dokter dapat melakukan tindakan tanpa operasi terbuka. Teknik ini dapat mengurangi rasa sakit dan pendarahan yang dialami pasien selama operasi. Selain itu, pasien juga akan pulih lebih cepat.

Saat ini, ahli radiologi sudah terlatih untuk melakukan banyak pemindaian medis. Beberapa di antaranya adalah:

  • Rontgen
  • Magnetic resonance imaging (MRI) scan
  • Computed tomography (CT) scan
  • Positron emission tomography (PET) scan
  • Ultrasound
  • Mammografi
  • Fluoroskopi
  • Tes kedokteran nuklir
  • Pemindaian tulang
  • Pemindaian tiroid
  • Tes tekanan jantung thallium


Tes-tes tersebut dapat membantu dalam diagnosis dan pengobatan berbagai penyakit, termasuk:

Cara Kerja Konsultasi Radiologi

Konsultasi radiologi diawali dengan permintaan dokter agar Anda berkonsultasi dengan ahli radiologi. Konsultasi dapat dilakukan untuk diagnosis atau intervensi. Bila dirasa perlu, dokter akan menjadwalkan konsultasi dengan ahli radiologi, dan menemuinya sendiri.

Saat konsultasi radiologi diagnostik, ahli radiologi akan mendapatkan semua informasi tentang kondisi pasien, terutama gejala yang dialami. Kemudian, ahli radiologi akan menyarankan jenis pemindaian yang paling sesuai untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Saat konsultasi radiologi intervensi, dokter dan ahli radiologi akan membahas bagaimana radiologi dapat membantu dokter bedah selama tindakan medis. Jenis pemindaian yang paling efektif juga akan ditentukan.

Walaupun ahli radiologi dapat sangat membantu pasien selama proses pengobatan, namun mereka tidak dapat langsung menangani pasien. Ahli radiologi hanya boleh terlibat setelah mendapatkan persetujuan dari dokter yang bertugas. Namun, mereka dapat melakukan konsultasi radiologi tanpa didampingi oleh dokter. Konsultasi ini sering diminta oleh pasien yang menginginkan pendapat dari ahli medis lain tentang kondisi mereka.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Radiologi

Konsultasi radiologi hanyalah diskusi awal yang membahas rencana pemindaian, sehingga tindakan ini sama sekali tidak berisiko.

Bahkan, konsultasi ini dapat sangat melindungi pasien dari berbagai risiko pemindaian radiologi. Walaupun dapat membantu dalam diagnosis dan pengobatan penyakit. Namun, pasien dan dokter juga harus menyadari risiko dari tindakan pemindaian. Informasi tentang risiko yang menyeluruh hanya bisa didapatkan dari ahli radiologi.

Risiko terbesar dari pemindaian radiologi adalah efek radiasi pada tubuh, terutama karena radiasi cenderung merusak sel saraf yang sehat dan pembuluh darah yang kecil. Jika hal ini terjadi, pasien dapat mengalami komplikasi yang lain. Apabila sel tubuh semakin cepat membelah dan bereproduksi, maka sel akan semakin rentan terhadap efek radiasi, Meskipun dalam dosisi yang rendah. Namun, risiko radiasi dapat dicegah dengan mengatur jumlah radiasi yang digunakan dalam pemindaian. Beberapa risiko atau efek samping yang dapat terjadi adalah:

  • Rambut rontok – Biasanya terjadi karena pasien terpapar radiasi sebanyak 200 rem

  • Gangguan jantung – Lebih rentan terjadi pada pasien yang terkena materi radioaktif sebanyak 1000-5000 rem

  • Kejang – Terjadi saat radiasi merusak sel otak, yang hanya bisa terjadi jika pemindaian menggunakan materi radioaktif sebanyak 5000 rem

  • Berkurangnya jumlah sel limfosit darah – Terjadi jika menggunakan 100 rem radiasi, yang dapat mengakibatkan pasien semakin rentan terhadap infeksi, limfoma atau leukemia, dan gejala seperti flu (yang dapat bertahan sampai 10 tahun)

  • Kemandulan – Terjadi jika setidaknya ada 200 rem materi radioaktif yang digunakan

  • Iritasi pada saluran gastrointestinal – Biasanya terjadi jika 200 rem materi radioaktif digunakan. Hal ini dapat menyebabkan:

  • Mual
  • Muntah darah
  • Diare

Komplikasi lain dapat terjadi karena:

  • Cara melakukan pemindaian yang salah
  • Analisis hasil pemindaian yang tidak akurat


Karena kemungkinan komplikasi dan risiko ini, konsultasi radiologi harus membahas tentang cara mencegah risiko agar pasien tetap aman dan terlindungi.
Rujukan:

  • Zemen EM, Schreiber EC, Tepper JE. Basics of radiation therapy. In: Niederhuber JE, Armitage JO, Doroshow JH, et al., eds. Abeloff's Clinical Oncology. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Churchill Livingstone; 2013:chap 27.

  • National Cancer Institute. Radiation therapy and you: support for people who have cancer. Available at: http://www.cancer.gov/cancertopics/coping/radiation-therapy-and-you. Accessed May 29, 2014.

Bagikan informasi ini: