Apa itu Konsultasi Radioterapi?

Konsultasi radioterapi merupakan langkah pertama dalam mencari terapi radiasi yang tepat. Konsultasi radioterapi dilakukan oleh ahli radiasi onkologi yang merupakan anggota dari tim tenaga medis untuk pasien. Karena konsultasi radioterapi adalah waktu pertama pasien bertemu dengan dokter tersebut, maka pasien tidak akan mendapatkan terapi radiasi dalam bentuk apapun.

Radioterapi merupakan salah satu pilihan pengobatan yang tersedia untuk orang –penderita kanker. Bahkan dalam kasus di mana kanker tersebut sulit untuk disembuhkan, terapi radiasi ini terbukti efektif dalam mengendalikan gejala kanker yang pasien rasakan. Radioterapi bertujuan untuk menghancurkan sel – sel kanker dengan menggunakan radiasi energi tingkat tinggi.

Konsultasi dengan spesialis radioterapi akan memberikan pasien kesempatan untuk bertanya tentang prosedur radioterapi. Pertemuan ini biasanya berlangsung selama satu atau dua jam. Rekam medis pasien, riwayat obat – obatan yang dikonsumsi oleh pasien, hasil tes diagnostik yang telah dijalani pasien, serta keadaan pasien saat ini akan didiskusikan. Pada pertemuan ini, umumnya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada pasien. Di akhir pertemuan, pasien diharapkan telah mendapatkan gambaran yang jelas mengenai radioterapi dan risikonya serta manfaat menjalani radioterapi untuk kondisi kesehatannya.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Radioterapi dan Hasil yang Diharapkan

Semua pasien yang berpikir untuk menjalani radioterapi sebagai salah satu metode pengobatannya, perlu menjalani konsultasi radioterapi ini. Hal ini juga berlaku pada pasien – pasien yang menderita:

  • Kanker
  • Tumor jinak
  • Penyakit pada kelenjar tiroid
  • Penyakit yang berhubungan dengan darah


Konsultasi radioterapi awal penting untuk dilakukan karena beberapa alasan yaitu:

  • Pasien dapat menilai apakah ia merasa nyaman saat bertemu dan berkonsultasi dengan ahli radiasi onkologi
  • Pasien akan diinformasikan mengenai manfaat dan risiko dari radioterapi, sehingga pasien dapat secara teliti untuk memutuskan pilihan terapi yang tepat untuk dirinya.
  • Ahli radiasi onkologi mempunyai kesempatan untuk mengenal lebih jauh kasus penyakit pada pasien sehingga dapat memudahkan untuk memilih rencana pengobatan yang tepat bagi pasien


Di akhir kunjungan, pasien sudah memahami apa yang dibutuhkan untuk membuat keputusan, apakah pasien akan menjalani radioterapi atau untuk memikirkan pilihan pengobatan lain seperti kemoterapi.

Jika pasien sudah memutuskan, berdasarkan informasi yang diberikan selama konsultasi dan diskusi bersama dengan ahli radiasi onkologi, bahwa radioterapi merupakan pilihan pengobatan yang tepat untuk dirinya, maka pertemuan selanjutnya akan dijadwalkan untuk memulai radioterapi. Pasien juga akan diminta untuk mendatangani formulir persetujuan yang menyatakan kesediaannya untuk melakukan radioterapi.

Konsultasi radioterapi umumnya akan diikuti dengan kunjungan simulasi di mana pada pertemuan ini, akan didiskusikan metode raioterapi spesifik yang akan diterapkan pada kasus pasien, dosis atau level radiasi yang tepat dan detail – detail perencanaan lainnya terkait dengan prosedur radioterapi. Karena radioterapi harus diseuaikan dengan tiap kasus pasien yang berbeda – beda seperti ukuran dan lokasi sel – sel kanker yang berbeda- beda, maka kunjungan untuk simulasi ini memainkan peranan penting dalam proses pengobatan pasien.

Di sisi lain, pasien mempunyai kebebasan untuk tidak menjalani radioterapi setelah menjalani konsultasi radioterapi, dan pasien juga mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pendapat kedua dengan cara melakukan konsultasi yang berbeda dan dengan ahli radioterapi berbeda pula. Dengan cara inilah, pasien mempunyai kesempatan untuk dapat melihat semua pilihan pengobatan yang tersedia bagi dirinya. Menjalani konsultasi radioterapi bukan berarti pasien harus menjalani proses radioterapi.

Cara Kerja Konsultasi Radioterapi

Konsultasi radioterapi umumnya memakan waktu satu atau dua jam dan bertempat di ruang atau klinik ahli radiasi onkologi. Tetapi, pasien disarankan untuk datang lebih awal. Selain itu, pasien juga mungkin perlu menunggu ahli radiasi onkologi terhadap meninjau informasi mengenai penyakit pasien. Dengan demikian, pasien harus menyediakan waktu yang cukup untuk bertemu dengan ahli radiasi onkologi sehingga pasien dapat mendiskusikan detail – detail terkait radioterapi dan pasien juga dapat bertanya dengan puas.

Konsultasi radioterapi ini biasanya berisi:

  • Pemeriksaan fisik
  • Peninjauan ulang terhadap rekam medis pasien
  • Peninjauan terhadap tes diagnosa yang telah dijalani pasien seperti tes tes laboratorium dan tes pemindaian
  • Peninjauan ulang terhadap rencana pengobatan yang sedang dijalani pasien
  • Diskusi radioterapi sebagai salah satu pilihan pengobatan
  • Analisis risiko dan manfaat dari radioterapi


Pasien disarankan untuk membawa:

  • Daftar obat – obatan yang dikonsumsi
  • Hasil tes laboratorium
  • Hasil tes pemindaian
  • Informasi terkait asuransi kesehatan
  • Formulir permintaan atau rujukan


Jika tes tambahan dibutuhkan oleh ahli radiasi onkologi untuk lebih jelas dalam melihat kondisi pasien, makan hal ini akan direncanakan di waktu berikutnya.

Pasien diharapkan untuk melakukan dua hal berikut sebelum melakukan konsultasi radioterapi

  • Menuliskan daftar pertanyaan
  • Membawa anggota keluarga atau teman untuk mendukung pasien selama konsultasi radioterapi


Dua dari pertanyaan yang paling penting untuk ditanyakan yaitu:

  • Apa saja efek samping dari radioterapi?
  • Bagaimana cara mengatasi efek samping radioterapi?

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Radioterapi

Karena saat pertemuan ini, pasien tidak akan menjalani tes, maka tidak ada risiko dalam konsultasi radioterapi. Sebaliknya, pertemuan ini membuat pasien dan ahli radiasi onkologi dapat mendskusikan risiko terkait dengan radioterapi.

Tetapi, jika pasien memutuskan untuk menjalani radioterapi, maka pasien akan berhadapan dengan beberapa risiko yaitu:

  • Iritasi kulit
  • Kelelahan
  • Mulut yang terasa kering
  • Rasa sakit pada mulut
  • Rasa sakit pada gusi
  • Kaku pada rahang
  • Kerusakan gigi
  • Kesulitan untuk menelan
  • Nafas cepat
  • Nyeri pada payudara
  • Batuk
  • Demam
  • Diare
  • Inkontinensia
  • Pendarahan di area rektum
  • Impotensi
  • Penurunan jumlah sperma atau penurunan kualitas sperma
  • Infertilitas
  • Perubahan siklus menstruasi


Efek samping yang pasien akan rasakan selama menjalani pengobatan ini dapat berbeda – beda. Hal ini umumnya disebabkan oleh lokasi dari sel – sel kanker. Sebagai contoh, radioterapi di wilayah abdomen atau perut umumnya menyebabkan diare. Sementara, radioterapi di wilayah pelvis atau wilayah kemaluan umumnya menyebabkan masalah seksual atau masalah fertilitas atau kesuburan.

Sebagai tambahan, berikut ini merupakan komplikasi lain yang memungkinkan yaitu:

  • Lymphedema / edema atau pembangkakan di kelenjar limfe
  • Pneumonitis atau radang pada paru berhubungan dengan radioterapi
  • [Kista fibrosis berhubungan dengan radioterapi] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/cystic-fibrosis)
  • Kanker yang terjadi berulang-ulang


Selain itu, terdapat juga risiko rusaknya sel – sel sehat yang terdapat di sekitar sel – sel kanker karena proses menghancurkan sel – sel kanker.

Kemungkinan risiko dan komplikasi ini membuat diskusi dengan ahli radiasi onkologi menjadi hal yang pentin, sebelum pasien akhirnya memutuskan untuk menjalani radioterapi. Diskusi detil – detil penting dengan dokter primer atau dokter yang bertanggungjawab terhadap keseluruhan proses pengobatan akan sangat membantu untuk mencegah kemungkinan risiko dan komplikasi ketika pengobatan ini dimulai.

Referensi:

  • Zemen EM, Schreiber EC, Tepper JE. Basics of radiation therapy. In: Niederhuber JE, Armitage JO, Doroshow JH, et al., eds. Abeloff's Clinical Oncology. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Churchill Livingstone; 2013:chap 27.

  • National Cancer Institute. Radiation therapy and you: support for people who have cancer. Available at: http://www.cancer.gov/cancertopics/coping/radiation-therapy-and-you. Accessed May 29, 2014.

Bagikan informasi ini: