Apa itu Konsultasi Reumatologi?

Konsultasi Rheumatologi adalah sebuah janji temu dengan dokter [ahli rheumatologi] (https://www.docdoc.com/id/id/info/specialty/rheumatologists), seorang ahli medis yang memiliki spesialisasi dalam melakukan diagnosis dan perawatan untuk penyakit arthritis rheumatoid dan penyakit terkait. Konsultasi ini biasanya dilakukan setelah mendapatkan rujukan dari dokter umum atau dokter keluarga, setelah pasien mengalami gejala dari arthritis atau peradangan tulang. Tindakan ini pada dasarnya adalah diskusi dan penilaian terhadap gejala yang dialami pasien untuk mendiagnosis kondisi yang dialami dan memulai perawatan yang diperlukan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Reumatologi

Konsultasi rheumatologi bermanfaat bagi mereka yang mengalami gejala-gejala dari arthritis rheumatoid, yang di antaranya adalah:

  • Sendi yang kaku
  • Sendi yang empuk
  • Rasa sakit pada sendi
  • Pergerakan terbatas pada sendi tubuh apapun
  • Warna kemerahan yang tampak pada daerah sendi yang sakit
  • Rasa hangat yang terasa dari daerah sendi yang sakit
  • Ruam (bintil-bintil) yang tampak pada sendi
  • Benjolan
  • Perubahan yang tampak pada sendi


Pasien yang mencurigai gejala yang dialaminya mungkin terkait dengan penyakit arthritis, dapat berkonsultasi dengan dokternya terlebih dahulu, seperti dokter keluarga. Jika dokter menganggap gejala yang dialami sama dengan gejala arthritis, Ia akan memberikan rujukan pada seorang dokter ahli rheumatologi.

Ada lebih dari ratusan jenis arthritis dan lebih banyak lagi masalah yang berkaitan dengan arhtritis. Karenanya, konsultasi dengan dokter ahli masalah arthritis sangat diperlukan.

Setelah konsultasi, pasien akan mendapatkan diagnosis, penilaian separah apa penyakit yang ia alami, dan penjelasan singkat soal pilihan perawatan yang ada. Untuk beberapa alasan tertentu, jika diagnosis yang akurat belum bisa diberikan pada konsultasi awal, pengujian diagnotis seperti pemindaian gambar santir dan pemeriksan darah, akan dilakukan. Hasil dari pengujian tersebut akan membantu dokter ahli rheumatologi untuk memberikan diagnosis final.

Cara Kerja Konsultasi Rheumatologi

Selama konsultasi rheumatologi, dokter ahli rheumatologi akan menanyakan beberapa hal seperti:

  • Gejala yang dialami pasien dan detailnya, seperti kapan pertama kali terasa, seberapa kuat rasa sakit yang mereka alami, dan sudah berapa lama pasien mengalami gejala tersebut
  • Jenis rasa sakit yang dialami pasien, contohnya, rasa berdenyut, rasa terbakar, rasa sakit, rasa sesuatu yang tajam, atau sesuatu yang tumpul yang terasa ke bagian tubuh di sekitar sendi
  • Bagaimana rasa sakit yang dialami mempengaruhi hidup dan aktivitas pasien. Contohnya, apakah rasa sakit tersebut membuat pasien sulit melakukan pekerjaan sehari-hari, pekerjaan kantor, atau apakah kualitas tidur ikut terpengaruh.
  • Riwayat penyakit pasien
  • Riwayat penyakit arthritis keluarga pasien
  • Latar belakang pasien, seperti apakah ada cedera yang baru saja terjadi, apa yang menyebabkan rasa sakitnya, kapan biasanya rasa sakit tersebut terjadi, dan berapa lama gejala tersebut berlangsung sebelum akhirnya hilang


Dokter ahli rheumatologi kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa daerah sendi pasien yang mengalami gejala-gejala yang dirasakan. Ia juga akan memeriksa mata pasien, mulut pasien, dan kulit pasien untuk melihat apakah adanya kemerahan, pembengkakan, dan bintil-bintil. Daerah yang terasa sakit kemudian akan diperiksa dengan cara meminta pasien untuk membengkokkan dan merentangkan sendinya; pasien mungkin akan merasa sakit saat melakukannya. Jika rasa sakit yang dirasakan terlalu perih, pasien perlu segera melaporkannya pada pemeriksa.

Jika informasi yang dikumpulkan selama konsultasi rheumatologi dirasa kurang, ahli rheumatologi kemudian akan meminta beberapa pengujian. Beberapa pengujian tersebut umum dilakukan, sedangkan beberapa pengujian akan dilakukan khusus untuk mendiagnosis arthritis. Pengujian yang umum biasanya adalah panel kimia dan CBC (perhitungan darah komplit). Sementara itu, pengujian yang spesifik untuk memeriksa arthritis di antaranya adalah:

  • RF atau uji faktor rheumatoid
  • ANA atau uji antibodi anti-nuclear
  • CRP atau uji protein reaktif-C
  • LE atau uji lupus erythematosus
  • ESR atay uji erythrocyte sedimentation rate


Semua pengujian di atas akan membantu ahli rheumatologi untuk memberikan konklusi yang lebih akurat mengenai kondisi pasien. Setelah diagnosis sudah dikonfirmasi, pasien dapat segera memulai perawatan. Dalam kebanyakan kasus, perawatan awal yang dilakukan adalah pemberikan obat-obatan, seperti obat methotrexate atau corticosteroids, yang sangat membantu mengatasi arthritis ringan. Jika penyakit yang dialami sudah parah, maka obat-obatan yang lebih kuat, seperti pengubah respon biologis, akan diperlukan. Ahli rheumatologi juga akan memberikan resep obat pengurang rasa sakit, seperti ibuprofen atau aspirin, untuk membantu mengurangi rasa sakit yang dialami.

Pasien juga akan disarankan beberapa cara untuk mengubah gaya hidupnya dan beberapa aktivitas yang dapat membantu pasien mengatasi kondisi yang dialami. Untuk hal ini, akan diperlukan [terapi okupasional] (http://www.docdoc.com/info/specialty/occupational-therapists).

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Rheumatologi

Karena pasien hanya akan melakukan konsultasi, tidak ada resiko apapun dalam tindakan ini. Namun, informasi yang diberikan dan didiskusikan selama pemeriksaan ini akan berpengaruh besar dalam perawatan, jika memang diperlukan.

Karenanya, untuk menghindari resiko dan komplikasi selama perawatan berlangsung, penting untuk diingat bahwa pasien perlu memberikan informasi yang lengkap dan akurat selama konsultasi berlangsung. Informasi yang diberikan termasuk jika pasien memiliki alergi terhadap jenis obat tertentu, juga obat-obatan, suplemen herbal, suplemen nutrisi atau jenis obat apapun yang sedang dikonsumsi pasien. Pasien perlu juga memberitahukan dosis setiap obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi, serta kapan dan seberapa sering obat tersebut dikonsumsi. Dengan melakukannya, dokter akan lebih paham dengan kondisi pasien, yang akan membantunya dalam memberikan rekomendasi perawatan yang aman dan tepat.

Rujukan:

  • American College of Rheumatology
  • The American Society of Clinical Rheumatologists
Bagikan informasi ini: