Apa itu Konsultasi Hematologi?

Spesialis hematologi adalah dokter ahli yang melakukan penelitian, diagnosa, dan pengobatan terhadap kelainan darah. Biasanya, pasien dirujuk oleh dokter umum atau dokter keluarga ke spesialis hematologi, jika mereka mengalami [kekurangan darah[(https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/anemia/) sehingga dicurigai menderita masalah yang berhubungan dengan darah, atau dokter layanan primer mendeteksi abnormalitas pada hasil tes darah.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Hematologi dan Hasil yang Diharapkan

Dokter umum biasanya merekomendasikan konsultasi hematologi, jika pasien menunjukkan gejala kelainan darah, seperti:

  • Pendarahan berlebih saat menstruasi
  • Tertundanya pembekuan darah setelah terluka, cedera, atau menjalani pembedahan
  • Mudah memar
  • Sering mimisan
  • Pendarahan sendi
  • Lemas
  • Darah di air seni
  • Napas tersengal-sengal
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Bintik-bintik merah atau ruam akibat kadar trombosit rendah
    Dokter umum juga akan merujuk pasien, jika hasil tes darah menunjukkan:

  • Rendahnya sel darah merah dalam jumlah abnormal

  • Rendahnya sel darah putih dalam jumlah abnormal
  • Tingginya jumlah sel darah putih
  • Menurunnya trombosit
  • Menurunnya faktor pembeku darah
    Abnormalitas ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor dan penyebabnya tidak selalu penyakit serius. Sebagian hanya disebabkan oleh infeksi kecil atau efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi. Sebagian lainnya, mengindikasikan adanya kelainan darah serius. Oleh karena itu, pasien sebaiknya memeriksakan diri ke spesialis hematologi.

Berikut ini merupakan jenis-jenis kelainan darah yang dapat didiagnosa dan diobati oleh spesialis hematologi:

  • Anemia – Ini adalah kondisi serius yang disebabkan oleh rendahnya kadar sel darah merah dalam jumlah yang tidak normal, pendarahan hebat saat menstruasi, dan kurangnya zat besi (memicu anemia defisiensi besi) atau vitamin B12 (memicu pernicious anemia). Jenis lain kondisi kekurangan darah merah yang parah adalah anemia aplastik (di mana sumsum tulang tidak dapat menghasilkan jumlah sel darah merah yang cukup) dan anemia hemolitik autoimun (di mana sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel darah merah).
  • Anemia sel sabit – Ini adalah jenis kekurangan sel darah merah turunan, di mana seseorang lahir dengan sel darah merah yang lengket sehingga dapat menghambat aliran darah dan memicu nyeri luar biasa bahkan merusak organ tubuh.
  • Penyakit von Willebrand – Ini adalah kelainan darah turunan yang disebabkan hilangnya beberapa faktor von Willebrand, faktornya ada namun tidak berfungsi dengan baik, atau kurangnya faktor von Willebrand secara signifikan. Faktor von Willebrand berfungsi sebagai pembentuk sel keping darah merah yang berperan penting dalam pembekuan darah. Jika faktor von Willebrand bermasalah, maka penderitanya dapat mengalami pendarahan berlebihan, bahkan saat mengalami luka sayatan minor.
  • Polisitemia vera – Kondisi di mana tubuh menghasilkan sel darah merah yang terlalu banyak, melebih batas normal.
  • Kelainan sel darah putih – Ini terjadi saat tubuh memiliki sel darah putih terlalu banyak atau terlalu sedikit. Misalnya, limfoma, multiple myeloma, dan leukemia.
  • Leukemia – Ini adalah salah satu jenis kanker darah, di mana sel darah putih menjadi ganas dan mulai menggandakan diri ke sumsum tulang belakang. Sehingga, sel ganas ini menyebar ke seluruh tubuh.
  • Hemofilia A dan B – Keduanya adalah kondisi yang disebabkan oleh rendahnya tingkat faktor pembekuan darah, sehingga terjadi pendarahan yang tidak biasa dan parah ke sendi dan ketidakmampuan darah untuk membeku dengan semestinya.
  • Pembekuan darah – Kondisi ini dapat menyebabkan risiko kesehatan karena karena terbentuk di dalam tubuh. Tergantung lokasi terjadi pembekuan, kondisi ini memicu emboli paru-paru (di mana gumpalan darah terbentuk di salah satu arteri paru-paru) dan trombosis vena dalam (di mana gumpalan darah terbentuk di salah satu vena dalam).
    Di akhir konsultasi, spesialis hematologi dapat memberikan diagnosis dan merekomendasikan rencana pengobatan, atau jika tes yang dilakukan oleh dokter umum tidak memberikan informasi cukup, dokter spesialis dapat meminta pasien melakukan tes lagi untuk mendeteksi kelainan darah.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Hematologi

Konsultasi hematologi adalah kunjungan rutin yang aman ke spesialis hematologi, dan tidak berisiko. Kecuali, pasien perlu menjalani tes pemeriksaan tertentu saat menjalani konsultasi. Meskipun kebanyakan tes darah laboratorium aman dan hanya meninggalkan sedikit rasa tidak nyaman saat darah diambil, namun beberapa tes, seperti biopsi sumsum tulang, dapat terasa menyakitkan. Tes tersebut juga terkait dengan beberapa risiko, seperti:

  • Reaksi alergi terhadap obat bius yang digunakan
  • Infeksi
  • Pendarahan berlebihan
  • Sakit terus menerus dan tidak nyaman di lokasi di mana biopsi dilakukan
    Untuk mencegah komplikasi, spesialis hematologi memberikan beberapa instruktur pada pasien sebelum tindakan dilakukan.

Menjalani konsultasi hematologi membantu pasien mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan terkait dengan kelainan darah. Spesialis hematologi biasanya menyarankan pengobatan berikut:

  • Suplemen zat besi
  • Transfusi darah
  • Terapi penggantian faktor, atau injeksi faktor pembekuan darah terkonsentrasi untuk mencegah dan mengendalikan pendarahan
  • Transfusi plasma beku
    Jika dibiarkan, kelainan darah dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Nyeri sendi

  • Pendarahan pada sendi
  • Pendarahan pada otak
  • Pendarahan di dalam saluran pencernaan

    Rujukan:

  • American Society of Hematology

Bagikan informasi ini: