Apa itu Konsultasi Terapi Fisik

Konsultasi terapi fisik adalah janji temu antara ahli terapi fisik dengan pasien. Tujuan dari konsultasi ini adalah untuk membahas cara kerja terapi fisik dalam menangani nyeri atau cedera yang diderita pasien. Janji temu ini biasanya ditawarkan gratis oleh klinik dan spesialis terapi fisik serta dapat dilakukan oleh siapa pun yang menderita nyeri atau cedera dan ingin menjalani terapi fisik sebagai bagian dari pengobatannya. Selain itu, terapi fisik juga dapat dijalani oleh siapa saja yang memiliki masalah gerak tubuh yang disebabkan oleh faktor lainnya.

Ahli terapi fisik adalah dokter yang menspesialisasikan bidangnya dalam mendiagnosis serta mengobati masalah medis yang menghalangi penderitanya untuk bergerak bebas serta membuat penderitanya tidak menjalankan aktivitasnya.

Di akhir konsultasi, pasien akan diberikan rencana terapi fisik yang dianjurkan dokter, yang dapat dilakukan bersamaan dengan rencana pengobatan medis. Dengan menggabungkan terapi fisik dengan pengobatan medis, pasien dapat mengurangi penggunaan obat resep (yang memiliki efek samping) dan tindakan intervensi bedah.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Terapi Fisik dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi terapi fisik berguna bagi:

  • Pasien yang menderita sakit kronis
  • Pasien yang mengalami cedera
  • Pasien yang sedang memulihkan diri dari operasi
  • Pasien yang terlahir dengan masalah perkembangan atau cacat lahir Beberapa contoh kondisi yang dapat diobati dengan terapi fisik meliputi:

  • Osteoartritis

  • Robeknya otot rotator cuff
  • Penyempitan tulang belakang
  • Penyakit degenerasi cakram tulang belakang Tujuan dari terapi fisik adalah untuk:

  • Meningkatkan atau membuat pasien dapat bergerak bebas kembali

  • Meningkatkan kelenturan, koordinasi, dan keseimbangan tubuh pasien
  • Mengurangi rasa sakit
  • Mengembalikan fungsi tubuh
  • Mencegah gejala semakin serius, seperti gangguan atau cacat lebih parah
    Pada akhir konsultasi dengan ahli terapi fisik, pasien akan mengetahui mengapa terapi fisik dapat menjadi pilihan pengobatan yang tepat dan jenis program terapi fisik yang dapat dipilih sehingga pasien dapat memilih pengobatan terapi fisik serta menggabungkannya dengan pengobatan medis yang sudah diresepkan sebelumnya.

Cara Kerja Konsultasi Terapi Fisik

Konsultasi terapi fisik dapat dilakukan baik melalui permintaan pasien maupun dengan rujukan dokter ke ahli terapi fisik. Ahli terapi melakukan praktik di rumah sakit, klinik pribadi, dan pusat layanan [fisioterapi]. Konsultasi ini biasanya hanya membutuhkan waktu 15 menit dan tidak melibatkan tes atau tindakan apapun. Konsultasi ini hanya akan membahas pengobatan fisioterapi, resiko dan manfaat yang dapat dari terapi pilihan pasien, serta cara kerjanya, jika pasien memutuskan untuk menggabungkannya dengan pengobatan medis. Seluruh informasi dari konsultasi ini akan membantu pasien dalam mengambil keputusan menjalani terapi.

Konsultasi terapi fisik melibatkan langkah berikut:

  • Penilaian riwayat kesehatan pasien
  • Diskusi kondisi dan gejala pasien
  • Diskusi manfaat yang didapatkan dari terapi
  • Diskusi rencana pengobatan terapi fisik yang dapat dilakukan
    Pada awal konsultasi, pasien akan diminta untuk mengisi formulir informasi. Pasien harus mengisi seluruh informasi yang diperlukan mengenai kondisinya serta mendiskusikan gejala yang dirasakan secara terperinci untuk membantu ahli terapi memberikan rekomendasi pengobatan yang akurat. Pasien juga dianjurkan menanyakan seluruh pertanyaan yang dimiliki, sehingga pasien memiliki informasi yang cukup untuk melanjutkan terapinya.

Jika perlu, ahli terapi fisik dapat meminta untuk melakukan beberapa tes setelah konsultasi, namun biasanya tes ini dijadwalkan di lain waktu dan jarang dilakukan dalam satu kunjungan yang sama.

Pasien tidak diwajibkan untu menjalani rencana pengobatan terapi fisik selama konsultasi. Normal bagi pasien untuk mencari pendapat lain dan membuat keputusan berdasarkan bagaimana konsultasinya berlangsung. Menjalani terapi fisik merupakan hal yang penting bagi pasien, oleh karena itu pasien mungkin ingin mencari ahli terapi fisik atau klinik terapi fisik yang aman dan nyaman.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Terapi Fisik

Penggunaan terapi fisik sebagai bagian dari rencana pengobatan dapat membantu mencegah kemungkinan resiko dan komplikasi akibat penggunan obat-obatan dan operasi.

Resiko utama penggunaan obat meliputi:

  • Penggunaan obat jangka panjang untuk mengelola penyakit kronis
  • Efek samping, seperti:
  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Sembelit
  • Merasa cemas
  • Nyeri otot
  • Mengantuk
  • Overdosis
  • Ketergantungan obat Operasi juga memiliki resikonya sendiri, meliputi:

  • Pendarahan

  • Penggumpalan darah
  • Komplikasi obat bius, seperti meningkatnya denyut jantung, meningkatnya tekanan darah, reaksi alergi, dan lain sebagainya
  • Masa pulih tertunda
  • Kesulitan bernapas
    Dengan menggunakan terapi fisik, pasien dapat mengurangi kebutuhannya untuk mengkonsumsi obat-obatan dan menjalani operasi, sehingga melindungi pasien dari resiko dan komplikasi yang ada.

    Rujukan:

  • International Spine Intervention Society

  • Teens Health from Nemours: “Physical Therapy
Bagikan informasi ini: