Apa itu Konsultasi Chiropractic

Chiropractic adalah suatu bentuk pengobatan alternatif yang berhubungan dengan system saraf dan muskuloskeletal. Pengobatan ini berfokuas pada penyesuaian atau manipulasi tulang belakang untuk meringankan berbagai gejala seperti nyeri fisik yang sejalan dengan kesehatan pasien.

Sebagai salah satu bentuk pengobatan alami, prosedurnya tidak memerlukan konsumsi obat-obatan, tindakan pembedahan, atau perawatan invasif lainnya. Ahli chiropractic menggunakan teknik dengan tangan sebagai pendekatan pengobatan. Sebagai contoh, pemijatan jaringan dalam yang menggunakan usapan yang sama seperti pada terapi pijat tradisional, namun dengan intensitas dan tekanan lebih kuat, dipusatkan pada bagian yang tegang dan terasa sakit. Selain menggunakan tangan, ahli chiropractor biasanya juga menggunakan lengan, siku, dan kaki untuk memberikan tekanan yang lebih kuat ketika dibutuhkan. Terapi ajuvan seperti terapi pengaplikasian panas atau dingin juga digunakan.

Ahli chiropractic bekerja dengan menyesuaikan dan memperbaiki kelainan pada tulang belakang untuk meningkatkan funsgi saraf yang lebih efisien. Sejauh ini, ada lebih dari ratusan jenis manipulasi yang dapat dilakukan pada tulang belakang untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Chiropractic & Hasil yang Diharapkan

Pengobatan chiropractic dapat direkomendasikan bagi semua orang, bahkan anak-anak. Namun, ini lebih populer dikalangan orang-orang yang mengalami nyeri punggung. Menurut American Chiropractic Association (ACA), setidaknya 30 juta pria dan wanita di Amerika mengalami nyeri punggung , yang bisa diketahui dari trauma akut atau kerusakan pada otot. Sakit fisik ini dapat menurunkan kualitas hidup dari seseorang.

Chiropractic bisa jadi merupakan pengobatan tepat untuk orang yang menderita sakit kepala kronis atau mereka menderita nyeri seperti artritis.

Selama konsultasi dapat diketahui, apakah chiropractic merupakan pengobatan yang sesuai bagi pasien atau tidak.

Cara Kerja Konsultasi Chiropractic

Pada kunjungan pertama, pasien akan menjadwalkan waktu yang tepat untuk mengunjungi ahli chiropractic. Beberapa ahli chiropratic mungkin tidak perlu untuk melihat hasil rontgen miliki pasien, namun untuk memastikan biasanya mereka akan meminta pasien membawa rekam medisnya.

Pada saat konsultasi awal, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan seperti: * Apakah yang menjadi kekhawatiran utama Anda? * Bagian mana yang terasa nyeri? * Seperti apa rasa sakit yang Anda rasakan? * Apakah sakitnya memburuk dalam waktu tertentu? * Obat-obatan apa yang sudah Anda konsumsi? * Pengobatan apa yang sudah Anda coba? * Apakah Anda pernah didiagnosa dengan penyakit lain? * Bagaimana gaya hidup Anda (misalnya pola makan, aktivitas fisik, stress)?


Ahli chiropractor juga mungkin meminta sejarah kesehatan keluarga pasien. Setelah semua data terkumpul, maka akan diikuti dengan tes. Ahli chiropractic akan menguji refleks anda, integritas otot, saraf, dan tekanan darah. Postur tubuh Anda juga akan dianalisis.

Ahli chiropractor akan menyarankan jenis perawatan, namun ini tergantung pada hasil tes dan rekam medis, yang hasil dapat diperoleh setelah konsultasi atau pada waktu yang telah ditentukan.

Terkadang hanya perlu satu sesi untuk menyelesaikan masalah, tapi pada beberapa kasus pasien mungkin harus datang kembali dalam 2 - 3 kali pertemuan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Konsultasi lanjutan dilakukan untuk melihat apakah setiap sesi yang telah dijalani sudah memberikan hasil yang baik bagi pasien.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Chiropractic

Terkadang dalam beberapa kali pertemuan tidak membuahkan hasil yang diinginkan untuk meringankan sakit. Hal ini dapat membuat pasien frustasi, dan biasanya membuat mereka menghentikan perawatan.

Rujukan:

  • The American Chiropractic Association
Bagikan informasi ini: