Apa itu Konsultasi THT Umum?

Konsultasi THT umum adalah janji temu dengan dokter THT untuk menangani gangguan kesehatan yang memengaruhi telinga, hidung, dan tenggorokan. Walaupun ketiga organ ini terlihat berbeda, namun ketiganya merupakan bagian dari sistem pernapasan. Ketiga organ ini juga memiliki kesamaan, yaitu memiliki membran mucus. Contohnya, pada telinga terdapat tabung eustachius yang merupakan kanal yang berfungsi untuk mengatur tekanan didalam telinga dan menerima irama gelombang suara. Kanal ini menghubungkan hidung hingga ke belakang telinga. Tabung eustachius menghubungkan bagian belakang hidung dengan telinga.

Karen hidung, telinga, dan ternggorokan saling berhubungan, maka apabila salah satunya mengalami gangguan, organ lainnya akan ikut terganggu. Misalnya, jika seseorang terserang flu, hidungnya akan menjadi basah, tenggorokannya mengalami iritasi dan kemampuan telinga untuk mendengar akan berkurang.

Dokter yang memiliki spesialisasi dalam menangani gangguan THT disebut otolaringolog. Namun, sebagian orang seringkali sulit membedakan otolaringolog dengan audiolog, karena keduanya merupakan spesialis masalah telinga. Dokter spesialis THT mendiagnosa gangguan yang memengaruhi telinga, sedangkan spesialis audiologi fokus pada penanganan gangguan pendengaran dan tuli. Mereka adalah dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap kemampuan mendengar dan membantu memilih alat bantu dengar yang tepat untuk pasien.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi THT Umum dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi THT umum dilakukan setelah dokter, yang bisa merupakan dokter anak atau dokter spesialis penyakit dalam, merujuk pasien pada dokter spesialis THT. Hal ini dilakukan karena penyakit atau gejala yang dialami pasien melebihi yang dapat diatasi oleh pengobatan awal atau sebelumnya yang berupa konsumsi obat. Ini juga bisa disebabkan oleh kondisi serius yang memicu timbulnya penyakit.

Konsultasi akan diminta jika gejala memburuk dan mulai memengaruhi aktivitas harian pasien. Ciri dan gejala umum pada infeksi tenggorokan, telinga dan hidung, di antaranya demam, kehilangan nafsu makan dan kelelahan.

Dan juga, pasien yang merasa ragu dengan diagnosis awal, diperbolehkan menemui otolaringolog lain untuk konsultasi dan mendapat opini kedua.

Konsultasi THT dilakukan apabila terdapat gangguan keseimbangan, seperti pusing, serta cedera pada telinga, hidung dan tenggorokan. Konsultasi juga dilakukan sebelum pasien menjalani bedah rekonstruktif atau kecantikan.

Karena jarak antara kepala dan leher sangat dekat, maka gangguan pada kepala juga memerlukan konsultasi dengan dokter spesialis THT.

Cara Kerja Konsultasi THT Umum

Pasien akan menemui dokter spesialis THT setelah ia mendapat rujukan dari dokter umum. Pasien akan mengatur jadwal pertemuan dengan spesialis THT, kecuali ia mengalami kondisi gawat darurat, seperti trauma serius yang tidak lagi memerlukan konsultasi.

Saat konsultasi awal, staf dokter akan mengumpulkan informasi kesehatan pasien, seperti riwayat kesehatan dan rekam medis yang biasanya didapatkan dari dokter umum untuk diteruskan pada spesialis THY.

Saat sesi konsultasi, spesialis THT akan:

  • Meninjau data kesehatan pasien dan bertanya mengenai alasan yang melatarbelakangi pasien dalam mengikuti konsultasi

  • Memeriksa penyebab munculnya gejala dan gangguan melalui pemeriksaan fisik dan tes lainnya seperti nasolaringoskopi. Biasanya, hasil tes akan selesai dan diumumkan dalam satu hari. Pada kondisi tertentu, seperti biopsi, hasil tes akan keluar dalam hitungan minggu.

  • Merekomendasi perawatan seperti konsumsi obat, memperbaiki gaya hidup seperti berhenti merokok dan meminum alkohol.

Gangguan pada telinga, hidung, dan tenggorokan merupakan kondisi yang rumit. Oleh karena itu, dokter spesialis THT biasanya akan merujuk pasien pada dokter spesialis lain, seperti dokter spesialis neurologi, spesialis alergi, ahli onkologi atau audiolog (jika pasien mengalami gangguan pendengaran). Semua dokter ini diharapkan dapat bekerja sama dalam menangani kondisi pasien.

Jadwal konsultasi akan tergantung pada kondisi dan keparahan penyakit. Pasien akan dijadwalkan untuk mengikuti satu atau beberapa kali konsultasi, yang masing-masing berjalan selama setengah jam.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi THT Umum

Tingkat kerumitan gangguan yang diderita pasien akan memengaruhi pembuatan diagnosis. Hal ini dapat membuat pasien merasa tertekan karena ia tidak akan lagi mengikuti konsultasi.

Beberapa pemeriksaan THT dapat menyebabkan komplikasi, seperti infeksi, perdarahan, atau cedera pada bagian yang mengalami gangguan atau jaringan di sekitarnya. Komplikasi ini biasanya berupa kerusakan kecil dan dapat diatasi oleh konsumsi obat selama beberapa hari.

Rujukan:

  • American Academy of Otolaryngology
Bagikan informasi ini: