Apa itu Konsultasi Transfusi Darah?

Konsultasi transfusi darah adalah janji temu dengan dokter, seperti ahli darah, sebelum menjalani prosedur tertentu.

Darah adalah salah satu cairan terpenting di dalam tubuh. Jenis-jenis darah memiliki peran penting tersendiri bagi ketahanan tubuh manusia, di antaranya:

  • Sel darah merah, berfungsi menyebarkan oksigen ke sel-sel lain yang kemudian digunakan untuk berbagai fungsi metabolisme.
  • Sel darah putih, yang berperan layaknya seorang prajurit, melindungi tubuh dari patogen.
  • Trombosit, yang mengatur pendarahan untuk mencegah tubuh kehilangan banyak darah
  • Plasma, yang bekerja sama dengan trombosit


Tubuh membutuhkan darah dalam jumlah tertentu agar dapat berfungsi dengan baik. Kondisi atau gangguan kesehatan yang menyebabkan kadar darah berkurang dapat memicu komplikasi yang membahayakan nyawa, termasuk kematian.

Dalam berbagai kondisi, transfusi darah bukanlah solusi utama. Biasanya, dokter terlebih dahulu akan memberi resep obat yang berfungsi untuk meningkatkan produksi darah atau memperlambat perdarahan. Apabila dokter merasa pasien memerlukan transfusi darah, maka ia terlebih dahulu akan membuat jadwal konsultasi untuk pasien.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Transfusi Darah dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi transfusi darah akan diperlukan apabila:

  • Pasien membutuhkan transfusi reguler atau ganda - Transfusi darah reguler memiliki risiko keracunan zat besi. Konsultasi diperlukan agar pasien paham akan risiko dan kemungkinan komplikasi.

  • Pasien akan menjalani prosedur bedah – Perdarahan adalah salah satu risiko terbesar dari prosedur bedah, karena pembuluh darah dapat mengalami kerusakan saat pembedahan berlangsung. Dalam konsultasi pra-bedah, risiko ini dan kebutuhan terhadap transfusi darah akan dijelaskan oleh dokter. Dengan ini, pasien akan lebih memahami prosedur dan ia diperbolehkan menyampaikan kekhawatirannya. Transfusi darah juga diperlukan apabila pasien mengalami perdarahan internal pasca-bedah.

Konsultasi transfusi darah ditujukan untuk pasien dan pendonor. Selain mendiskusikan kemungkinan komplikasi dan risiko, tujuan utama lainnya adalah memastikan kedua belah pihak memiliki darah yang cocok untuk melakukan dan mendapatkan transfusi darah. Jika darah didapatkan dari bank darah, dokter harus dapat mengatasi masalah, seperti kontaminasi.

Cara Kerja Konsultasi Transfusi Darah

Sebelum pasien dijadwalkan untuk mengikuti konsultasi transfusi darah, dokter atau ahli bedah akan memastikan apakah pasien memerlukan transfusi darah, dengan memeriksa kondisi kesehatan dan penyakit pasien dan melakukan rangkaian tes. Ketika hasilnya menunjukkan bahwa pasien membutuhkan tambahan darah, maka dokter akan merujuk pasien pada bagian penyimpanan darah rumah sakit untuk melakukan konsultasi.

Selama konsultasi, staf rumah sakit akan mewawancarai pasien mengenai:

  • Alasan transfusi darah
  • Jumlah darah yang dibutuhkan
  • Jenis darah yang dibutuhkan
  • Sumber darah


Transfusi darah sekarang ini dapat secara autologous atau donor. Prosedur disebut autologous apabila darah diambil dari tubuh pasien sendiri. Autologous merupakan salah satu pilihan yang dilaksanakan sebelum pembedahan. Namun, prosedur ini tidak tepat jika dilakukan dalam situasi darurat. Di sisi lain, donor darah dapat berasal dari berbagai, di antaranya keluarga dan sanak saudara, teman-teman pasien bahkan orang yang tidak dikenal tetapi memiliki golongan darah yang cocok. Darah juga bisa didapat dari bank yang memiliki banyak stok darah dengan berbagai macam golongan. Darah yang diperoleh dari bank atau rumah sakit, harus melalui proses pemeriksaan yang ketat.

Setelah informasi diperoleh, staf rumah sakit akan membuat jadwal transfusi darah untuk pasien. Untuk mengurangi risiko komplikasi, ia akan memberi arahan tertentu yang meliputi cara mempersiapkan diri sebelum transfusi darah, termasuk istirahat yang cukup dan membatasi aktivitas harian.

Sebelum transfusi darah dilaksanakan, seorang perawat akan memeriksa tanda vital pasien, di antaranya tekanan darah dan denyut nadi. Setelah prosedur selesai, perawat akan meminta pasien untuk kembali ke dokter.

Umumnya, konsultasi selesai dalam 20 hingga 30 menit, kecuali jika diperlukan tes tertentu, seperti menentukan golongan darah.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Transfusi Darah

Setiap rumah sakit atau bank darah memiliki kebijakan berbeda mengenai transfusi darah. Hal ini dapat menjadi hambatan bagi pasien yang sering bepergian untuk menyesuaikan dengan kebijakan yang berbeda-beda. Beberapa pasien seringkali tidak dapat memahami alasan dasar konsultasi sehingga mereka tidak minat untuk mengikuti bahkan menghindari seluruh sesi konsultasi.

Rujukan:

  • Cushing MM, Ness PM. Principles of red blood cell transfusion. In: Hoffman R, Benz EJ Jr, Silberstein LE, et al., eds. Hematology: Basic Principles and Practice. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2013:bab 112.

  • Hall BA, Chantigian RC. Blood products, transfusion, and fluid therapy. In: Hall BA, Chantigian RC. Anesthesia: A Comprehensive Review. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2015:bab 5.

Bagikan informasi ini: