Apa itu Konsultasi Umum?

Konsultasi umum juga dikenal dengan istilah konsultasi kesehatan, adalah suatu pertemuan antara dokter dengan pasiennya. Tujuan dari konsultasi ini adalah menjalankan tindakan pencegahan untuk menghentikan berkembangnya berbagai macam penyakit bagi pasien yang memiliki faktor resiko. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Antara lain, memperoleh diagnosis bagi gejala-gejala yang dialami pasien atau jika pasien rutin melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan, dokter dapat meninjau kembali kemungkinan pasien mengidap suatu penyakit.

Pasien mungkin sudah pernah menemui dokter dengan berbagai spesialisasi. Misalnya saat pasien masih kecil, konsultasi dilakukan dengan dokter anak, atau saat sudah dewasa, konsultasi dilakukan dengan dokter penyakit dalam. Ada beragam subspesialisasi yang termasuk ke dalam penyakit dalam, di antaranya ortopedi (sendi dan tulang), kardiologi (kondisi dan masalah jantung), neurologi (sistem saraf), dan enterologi (saluran pencernaan). Sedangkan, dokter yang menangani pasien lanjut usia disebut sebagai spesialis getriatri.

Meskipun biasanya seseorang menjalani konsultasi umum karena mengalami masalah kesehatan yang memengaruhi tubuh, kadang juga menangani pasien dengan gangguan kejiwaan. Pertemuan dengan psikolog atau psikiater juga termasuk sebagai konsultasi umum.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Umum & Hasil yang Diharapkan

Ada banyak alasan kenapa pasien harus menjalani konsultasi umum, di antaranya:

  • Menjaga kesehatan secara menyeluruh – Ini sangat penting terutama bagi mereka yang ingin menikmati hidup sehat, meskipun usianya tidak lagi muda dan pernah mengalami masalah kesehatan. Konsultasi umum memungkinkan tim dokter untuk memantau perkembangan kondisi pasien, mengendalikan penyakit, dan mencegah masalah kesehatan ke depannya, meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan bergerak, serta memperpanjang usia pasien.

  • Karena dibutuhkan – Sebagian orang, seperti pegawai kantor, diwajibkan mengunjungi dokter paling tidak satu kali setahun untuk melakukan konsultasi umum. Hasil pemeriksaan akan diteruskan ke perusahaan untuk disimpan dan dipantau. Saat ini, banyak organisasi menggunakan informasi kesehatan untuk membentuk gaya hidup, program kesehatan dan kesejahteraan bagi pegawainya. Bisa saja, seseorang diminta oleh perusahaan asuransi swasta untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan konsultasi, untuk membantu perusahaan menentukan nilai klaim dan premi asuransi.

  • Karena membutuhkannya – Kebutuhan manusia dalam hal kesehatan berbeda dari satu fase ke fase lainnya. Saat kecil, tantangannya adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mencari tahu masalah kesehatan yang mungkin memengaruhi kehidupan nantinya. Misalnya, penelitian terbaru menunjukkan anak-anak yang mengalami obesitas memiliki resiko tinggi terkena penyakit jantung atau diabetes, dibandingkan anak dengan berat badan normal. Sedangkan saat beranjak remaja, tantangannya seputar pertumbuhan rambut, hormon, dan kesehatan mental.

  • Deteksi dini – Meskipun lebih baik mencegah daripada mengobati, pendeteksian dini memberikan kesempatan pasien untuk melawan penyakit berbahaya seperti kanker. Pendeteksian ini dapat dilakukan dengan konsultasi kulit rutin, untuk membantu dermatologis memantau pertumbuhan atau perubahan pada kulit. Misalnya transformasi pada tahi lalat atau munculnya lesi.

  • Rekomendasi – Konsultasi umum juga kadang dilakukan karena rujukan atau rekomendasi. Misalnya, dokter yang pertama kali dikunjungi pasien merujuknya ke spesialis
    Biasanya karena lingkup pelatihan, pengalaman, dan keahlian dokter tersebut tidak dapat membantu mengatasi masalah pasien, berdasarkan hasil diagnosis awal.

Dengan menjalani konsultasi umum diharapkan pasien mendapatkan beberapa manfaat, seperti:

  • Pasien dapat membangun hubungan dekat dengan tim spesialis kesehatan yang dapat membantu mengatasi masalah, baik saat ini maupun ke depannya.
  • Deteksi dini meningkatkan kemungkinan pasien dapat melawan penyakit dan memungkin tim spesialis kesehatan mengendalikan penyakit akut ataupun kronis.
  • Dokter dapat melakukan tindakan pencegahan dan program lainnya yang dapat mendorong pendekatan yang lebih proaktif untuk mencegah, mengobati, dan menangani suatu penyakit.

Cara Kerja Konsultasi Umum

Pasien dapat mulai menjalani konsultas umum dengan dua cara: direkomendasikan oleh dokter yang pertama kali dikunjungi atau mendekati dokter spesialis secara personal. Jika dirujuk oleh dokter, maka riwayat kesehatan pasien akan diberikan kepada spesialis. Sehingga, pasien tidak perlu menjalani tes dan menjawab pertanyaan yang sama.

Jika pasien mendekati dokter spesialis secara personal, pasien perlu membuat janji temu di rumah sakit atau klinik.

Saat konsultasi, dokter akan melakukan peninjauan kesehatan secara menyeluruh dengan memberikan pertanyaan seputar gejala, kondisi umum atau perasaan pasien, kekhawatiran tentang kesehatan, dan hasil yang didapatkan dari pemeriksaan kesehatan sebelumnya.

Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Bagian tubuh yang diperiksa tergantung pada tujuan konsultasi. Misalnya, wanita yang berkonsultasi dengan ginekolog akan menjalani pemeriksaan payudara atau pap smear.

Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan tes lainnya, termasuk MRI, PET, CT scan. Hasilnya akan didiskusikan pada konsultasi berikutnya.

Wajar, jika pasien perlu bertemu dokter yang sama beberapa kali untuk konsultasi lanjutan.

Konsultasi dapat memakan waktu paling tidak 30 menit dan tidak memerlukan persiapan khusus.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Umum

Konsultasi umum membantu pasien membangun hubungan dengan dokter. Sangat penting bagi pasien untuk merasa nyaman berhubungan dengan dokter, agar mereka bersedia mengikuti konsultasi dan rencana pengobatan, juga lebih terbuka. Namun, konsultasi ini juga bisa menjadi pengalaman tidak menyenangkan bagi sebagian pasien. Jika ini terjadi, sebaiknya pasien mencari spesialis lainnya. Tapi, hal tersebut dapat memakan waktu, memusingkan, dan membuat pasien mengurungkan niatnya untuk berkonsultasi. Akibatnya, kesehatannya terancam.

Rujukan

  • American Academy of Family Physicians
Bagikan informasi ini: