Apa itu Konsultasi Prostodonsia?

Dokter gigi ahli prostodonsia adalah dokter yang harus ditemui saat pasien ingin memperbaiki penampilan gigi agar terlihat sehat. Tindakan yang dilakukan biasanya adalah mengganti gigi yang hilang atau memasang prostesis (perangkat buatan) yang dapat mempercantik gigi. Prostodonsia (juga dikenal sebagai kedokteran gigi prostesis or prosthesis gigi) memiliki berbagai prosedur, mulai dari konsultasi awal sampai pemasangan prostesis dan perawatannya untuk menjaga kesehatan pasien.

Dokter gigi ahli prostodonsia bertanggung jawab untuk:

  1. mengidentifikasi gangguan gigi pasien
  2. merencanakan pengobatan untuk mendapatkan hasil yang terbaik
  3. mengawasi pembuatan dan pemasangan prostesis gigi
  4. menjaga fungsi dan penampilan gigi dan struktur di sekitarnya tanpa mengurangi kenyamanan dan kesehatan pasien

Selain memperbaiki penampilan dari gigi pasien, dokter gigi ahli prostodonsia juga terlatih untuk menangani berbagai gangguan klinis karena hilangnya gigi, yang sering menyebar ke jaringan maksilofasial dan mulut. Gangguan klinis yang dapat terjadi adalah kanker mulut, masalah di sendi tulang rahang, cedera traumatis, kelainan tidur, dan lain-lain.

Saat konsultasi prostodonsia, pasien dapat mengetahui berbagai pengobatan yang dapat memberikan solusi yang terbaik bagi masalahnya. Contohnya adalah mahkota gigi, pelapis gigi (veneer), gigi palsu penuh atau sebagian, implan gigi, dan jembatan gigi.

Prostodonsia juga memiliki berbagai subspesialisasi. Beberapa dokter gigi ahli prostodonsia memiliki keahlian khusus dalam rekonstruksi mulut penuh, terutama yang disebabkan oleh penyakit atau cedera. Sedangkan subspesialis kecantikan gigi akan menggunakan berbagai prostesis gigi dan tindakan untuk mempercantik gigi pasien. Ada juga dokter gigi ahli prostodonsia yang memiliki keahlian khusus dalam perawatan dan pengobatan rehabilitasi untuk gangguan mulut, gigi, dan wajah yang kompleks.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Prostodonsia dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi dengan dokter gigi ahli prostodonsia akan dibutuhkan oleh pasien yang:

  • Kehilangan salah satu atau lebih gigi permanen
  • Menggunakan gigi palsu penuh atau sebagian
  • Memiliki senyum yang tidak menarik, dapat disebabkan oleh gigi yang tidak rata
  • Menderita kanker mulut
  • Mengalami cedera yang menyebabkan gangguan atau disfungsi pada mulut atau gigi
  • Memiliki penyakit bawaan yang mengganggu fungsi mulut, misalnya celah di langit-langit mulut
  • Memiliki kelainan tidur yang mengganggu kehidupan sehari-hari, termasuk mendengkur
  • Mengalami gangguan pada sendi rahang, misalnya TMD (temporomandibular disorder), yang dapat menyebabkan pasien merasa tidak nyaman dan kesakitan.


Hasil yang diharapkan dari konsultasi prostodonsia awal adalah mengetahui penyebab dari gangguan pada mulut dan gigi pasien serta pengobatan yang dapat dilakukan. Pasien juga akan diberi saran untuk menjaga dan merawat prostesis yang sedang digunakan.

Dokter gigi juga memiliki prioritas lain, yaitu membuat rencana pengobatan dengan menggunakan informasi yang didapatkan dari konsultasi awal. Gangguan pada mulut atau gigi pasien harus ditangani dengan pengobatan yang dapat memberikan kesehatan mulut dan gigi tanpa mengabaikan kenyamanan, kemudahan, dan keamanan pasien.

Cara Kerja Konsultasi Prostodonsia

Kebanyakan dokter gigi ahli prostodonsia mengharuskan pasiennya untuk menjadwalkan konsultasi terlebih dahulu. Saat konsultasi pertama, dokter gigi akan menanyakan hal yang umum tentang keluhan atau gejala yang dialami pasien. Lalu, dokter dapat melakukan pemeriksaan singkat pada mulut dan gigi pasien. Tergantung pada masalahnya, dokter dapat meminta rontgen gigi atau tindakan pencitraan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mendiagnosis penyebab masalah atau memeriksa struktur gigi dan mulut pasien untuk membuat rencana pengobatan yang sesuai.

Konsultasi awal dapat dilanjutkan dengan persiapan untuk pembuatan dan pemasangan prostesis. Untuk gigi palsu, dokter akan membuat cetakan gigi. Dokter gigi akan membantu pasien dalam memilih bentuk, ukuran, dan warna dari prostesis gigi yang paling sesuai. Pembuatan gigi palsu biasanya membutuhkan 2-4 minggu. Pasien akan diminta untuk menggunakan gigi palsu sementara sembari menunggu gigi palsu permanen selesai.

Untuk implan gigi, pasien harus menjalani pemeriksaan awal untuk mengetahui kondisi gusi dan tulang yang akan dipasangi implan akar gigi. Implan akar gigi akan dipasang melalui operasi. Setelah operasi, pasien harus menunggu selama 4-6 bulan agar implan menyatu dengan tulang. Setelah sel tulang melekat di implan (osseointegration), dokter gigi akan memasang gigi buatan di implan akar gigi.

Konsultasi tambahan dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan merawat prostesis gigi.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Prostodonsia

Konsultasi dan tindakan diagnostik yang dilakukan saat pasien bertemu dengan dokter gigi ahli prostodonsia sama sekali tidak berisiko. Risiko dan komplikasi, seperti infeksi dan ketidaknyaman, seringkali terjadi setelah pasien menjalani operasi.

Rujukan:

  • American Dental Association
  • Royal College of Dentists of Canada
  • Royal Australasian College of Dental Surgeons
  • American College of Prosthodontics
Bagikan informasi ini: