Apa itu Konsultasi Bedah?

Konsultasi bedah adalah bagian penting dari tiap tindakan pembedahan atau operasi, yang melibatkan pembuatan penilaian tentang kelayakan pasien untuk menjalani bedah dan apakah manfaatnya melebihi resikonya. Tindakan ini juga termasuk memantau pemulihan pasien dan kemajuannya setelah operasi, memastikan tidak adanya komplikasi dan jika ada, memastikan bahwa masalah tersebut tertangani dan teratasi selekas mungkin.

Bedah adalah cabang kedokteran yang berurusan dengan pengobatan, penanganan, dan penilaian kondisi medis dalam jangkauan yang luas, seperti kanker dan transplantasi jantung, dan lain-lain. Operasi atau operasi juga dapat dilakukan untuk tujuan estetika (seperti: pengencangan wajah, pengecilan payudara, dll). Biasanya melibatkan bius lokal atau total dan membuat sayatan dengan alat genggam dan instrumen yang lebih canggih untuk menjangkau bagian terdampak dan melakukan langkah yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Menurut data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), lebih dari 50 pasien rawat inap melakukan operasi tiap tahun. Angka ini berbeda dengan pasien rawat jalan, atau tindakan yang tidak memerlukan pasien untuk tinggal di rumah sakit, sehingga bisa pulang ke rumah atau berada di hotel, di mana mereka dapat memulihkan diri.

Tujuan dari konsultasi bedah adalah, untuk:

  • Memastikan pasien tidak merasakan sakit, ketidaknyamanan, masa penyembuhan yang tidak perlukan.
  • Memberitahukan teknik bedah atau tindakan paling tepat untuk mengobati penyakit, mengurangi gejala, dan menangani kondisi
  • Membuat pasien benar-benar memahami resiko potensial atau komplikasi dari tindakan yang dilakukan
  • Membuat rancangan rencana bedah yang disesuaikan dengan kebutuhkan pasien yang dapat diikuti selama tindakan berlangsung
  • Memantau perkembangan dan penyembuhan pasien, terutama saat 24 – 48 jam pertama setelah operasi.

Dokter yang memiliki spesialisasi pada tindakan operasi disebut dokter bedah, dan mereka mendapatkan pendidikan serta pelatihan di lapangan secara komprehensif. Selain 4 tahun di sekolah sarjana dan 4 tahun lainnya di sekolah kedokteran, mereka juga mengikuti program residen yang paling tidak berlangsung selama 2 tahun. Dokter bedah dapat memilih subspesialisasi yang berbeda seperti sistem syaraf, jantung, sistem pencernaan, ortopedi, dan lainnya. Pelatihan subspesialisasi membutuhkan tambahan 6 tahun, yang memungkinkan mereka bekerja secara dekat dengan dokter bedah senior.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah & Hasil yang Diharapkan

Pasien perlu melakukan konsultasi bedah, saat mereka:

Direferensikan oleh dokter umum atau spesialis lainnya – Dokter umum dan spesialis lainnya seperti kardiolog, neurolog atau nephrolog memiliki pelatihan mendalam di bidangnya, namun seringkali, mereka tidak memiliki kemampuan untuk membedah. Sehingga, mereka bekerja sama dengan dokter bedah, di mana mereka merujuk pasien. Lalu, doktr bedah akan memutuskan apakah pasien membutuhkan operasi.

  • Saat akan menjalani operasi – Jika dokter bedah menentukan bahwa pasien adalah kandidat yang tepat untuk operasi, konsultasi lebih lanjut akan dilakukan di mana dokter bedah membacakan hasil tes, rencana tindakan operasi (termasuk tanggal operasi), program penyembuhan, dan lainnya.

  • Telah menyelesaikan operasi – Konsultasi juga dilakukan segera setelah operasi selesai. Pada titik ini, perhatian dokter bedha adalah memastikan bahwa pasien merespon tindakan yang dilakukan dengan baik dan untuk memastikan tidak ada komplikasi.

  • Terjadi komplikasi akibat operasi – Tidak semua komplikasi akibat operasi muncul secara cepat. Dalam beberapa kasus, butuh waktu berhari-hari bahkan tahunan untuk mengetahui adanya komplikasi. Pasien yang mengalaminya didorong untuk membuat janji temu dengan dokter bedah mereka, sehingga komplikasi tersebut dapat diatasi secepatnya, mencegahnya menjadi lebih buruk.

  • Dalam keadaan gawat darurat – Rumah sakit, terutama yang memiliki unit trauma, memiliki dokter bedah jaga bagi pasien yang membutuhkan pengobatan gawat darurat. Konsultasi dilakukan secara cepat karena waktu adalah hal yang penting dalam situasi ini.

Hasil yang diharapkan dari operasi tergantung tujuan dari konsultasi. Pasien dapat:

  • Mempelajari apakah mereka cocok untuk menjalankan operasi, jika tidak, memahami kenapa dan menentukan jenis pengobatan lainnya.
  • Mengidentifikasi resiko dan hasil yang mungkin muncul dari operasi sehingga mereka dapat memutuskan akan melakukannya atau tidak. Pada kasus bedah pada anak, keputusannya ditentukan oleh orang dewasa, baik orang tua ataupun wali.
  • Mendapatkan gambaran dan prognosis penyakit yang lebih baik berdasarkan tes tambahan
  • Memastikan pasien siap fisik, mental, dan spiritual untuk operasi
  • Menentukan langkah terbaik untuk diambil saat perawatan pasca-operasi

Cara Kerja Konsultasi Bedah?

Operasi dapat direncanakan atau dilakukan dalam keadaan gawat darurat. Pada keadaan gawat, seringkali dilakukan bersamaan dengan tes tertentu, yang digunakan untuk menentukan keparahan penyakit atau cedera.

Kebanyakan konsultasi bedah, direncanakan. Ini berarti pasien sudah dirujuk oleh dokter atau spesialis mengikuti hasil pada tes awal yang dilakukan. Pasien kemudian membuat janji temu dengan dokter bedah yang direkomendasikan atau pilihannya.

Saat konsultasi awal pra-operasi, dokter bedah akan menanyakan serangkaian pertanyaan untuk mengetahui kekhawatiran utama pasiennya, mulai dari tentang penyakit hingga ketakutan atau ketidaknyamanan operasi. Lalu, dokter bedah akan melihat hasil tesnya, yang sudah dikirimkan sebelum konsultasi. Jika hasil tes tidak cukup untuk membuat kepurusan, dokter bedah akan meminta tes tambahan, yang akan dievaluasi dan dibicarakan pada konsultasi berikutnya.

Pada konsultasi berikutnya, dokter bedah akan menginformasikan pasien apakah mereka memenuhi syarat untuk melakukan operasi. Tidak semua penyakit dan kondisi dapat diatasi dengan operasi, terutama jika resikonya lebih banyak daripada keuntungannya. Jika mereka memenuhi syarat, dokter bedah akan membicarakan:

  • Tanggal yang tepat untuk operasi
  • Teknik dan bius yang digunakan
  • Tindakan pra-operasi termasuk obat-obatan yang dikonsumsi
  • Apakah bedah ini rawat inap atau rawat jalan
  • Resiko dan Komplikasi
  • Perawatan dan penanganan pasca operasi

Pasien dipersilakan untuk menanyakan tentang kekhawatirannya saat konsultasi bedah.

Dokter bedah mungkin melakukan konsultasi lainnya sehari sebelum jadwal bedah sebenarnya. Konsultasi selanjutanya akan dilakukan setelah operasi. Dokter bedah akan memantau dari dekat perkembangan pasien hingga ia sembuh total.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko

Konsultasi bedah tidak menjamin dapat mengeliminasi resiko dan komplikasi. Namun, salah satu tujuan utama dari konsultasi adalah mengurangi dan/atau meringankan resiko-resiko antara lain pendarahan, infeksi, gagal organ. Pasien dan dokter bedah harus bekerja sama untuk menjamin kenyamanan pasien selama proses operasi.

Rujukan:

  • Beauchamp RD, Higgins MS. Perioperative patient safety. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 10
Bagikan informasi ini: