Apa itu Konsultasi Urologi?

Konsultasi urologi adalah sebuah janji temu dengan seorang ahli urologi, yang menyangkut kondisi medis yang mempengaruhi sistem kemih dan kesehatan reproduksi pria.

Sistem kemih milik pria tidak berbeda jauh dengan milik wanita, yang membedakan adalah wanita memiliki uretra yang lebih pendek, yang membuatnya lebih rentan terkena infeksi saluran kemih. Sistem kemih yang ada pada tubuh terdiri dari ginjal, yang berfungsi sebagai penyaring racun dari zat sisa, air yang berlebih, dan produk sisa metabolisme lainnya yang diproduksi oleh tubuh. Termasuk juga dalam sistem adalah kandung kemih. Kandung kemih terbentuk dari beberapa saraf di dindingnya yang memberikan sinyal pada otak saat kandung kemih sudah penuh agar segera dikeluarkan. Otot pembuka kemudian akan menjadi rileks saat buang air seni, dan air seni akan keluar melalui uretra.

Sistem reproduksi pria secara sistemik terkait dengan sistem kemih. Uretra pria contohnya, berfungsi sebagai jalur keluar untuk air seni dan air mani, yang terdiri dari sel sperma yang bergerak melalui penis.

Sel sperma sendiri diproduksi di testikel, yang berada di skrotum, kantung yang tergantung longgar di samping atau di belakang penis. Skrotum berfungsi mengendalikan suhu yang akan membuat testikel menjadi lingkungan yang cocok bagi sel sperma. Testikel terhubung dengan epididymis, tempat di mana sel sperma berada sampai matang dan dilepas ke vas deferens. Sperma kemudian bergerak ke uretra dan penis saat ejakulasi. Ada juga beberapa organ lain yang memiliki peran pentung dalam kesehatan reproduksi pria.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Urologi

Konsultasi urologi biasanya dilakukan bagi para pria dan para ahli urologi biasanya memusatkan pemeriksaan dengan penyakit atau kondisi yang dapat mempengaruhi populasi pria, yang membedakan mereka dengan ahli nefrologi yang merupakan ahli sistem kemih terutama pada ginjal, dan mereka sendiri juga sering memiliki klien wanita.

Beberapa kondisi medis yang memerlukan seseorang untuk menemui ahli urologi adalah:

  • Cacat bawaan – beberapa bayi laki-laki terlahir dengan cacat bawaan dalam sistem reproduksinya, terutama pada penisnya, yang dapat berukuran pendek, kecil, atau bengkok, dan lainnya.

  • Masalah Reproduksi – para pria yang memiliki masalah infertilitas juga dapat menemui ahli urologi. Masalah ini tidak selalu karena ukuran penis tapi karena kualitas sperma yang dihasilkan, yang seharusnya diproduksi dalam jumlah banyak dan mampu bergerak dengan baik. Sperma keluar dalam bentuk yang berkepala dan berekor karena sperma perlu berenang cepat untuk bertemu dengan sel telur. Namun, beberapa sperma dapat bergerak dengan sangat perlahan dan pada akhirnya mati sebelum sampai ke sel telur. Beberapa kemungkinan lain adalah faktor psikologis dan ketidakseimbangan hormon, terutama dalam produksi testosteron, yang membantu dalam memproduksi sel sperma. Kemudian, pengalaman yang membuat trauma dan stress juga merupakan pemicu paling umum untuk masalah yang menyangkut sistem reproduksi pria, yang merupakan ejakulasi dini dan disfungsi ereksi. Masalah reproduksi juga dapat menjadi faktor untuk beberapa tindakan seperti bayi tabung atau vitro fertilization (IVF) dan vasektomi. IVF adalah sistem reproduksi yang dibantu dengan teknologi seperti pembuahan artifisial. Sedangkan Vasektomi adalah memotong atau mengikat vas deferens, yang membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk menjadi seorang bapak. Namun, tindakan ini dapat dikembalikan seperti semula. Kedua tindakan ini memerlukan pengujian urologi yang komprehensif sebelum dapat dilakukan.

  • Kondisi Medis Tertentu – beberapa kondisi medis mungkin memerlukan bantuan keahlian dari ahli urologi. Ini termasuk peradangan dari sistem kemih atau sistem reproduksi, kanker yang menyerang kesehatan sistem reproduksi pria seperti prostat dan testikular, dan penyakit yang menular melalui hubungan seks sexually transmitted diseases yang dapat mempengaruhi proses buang air kencing dan proses lainnya.

Konsultasi urologi adalah bagian penting dari perawatan yang akan dilakukan, diagnosis, dan kontrol dari penyakit-penyakit tersebut. Di sisi lain, ahli urologi bekerja sama dengan para ahli medis lainnya, yang kemudian akan membuat tim utama masalah medis anda. Contohnya, jika Anda didiagnosis menderita kanker kandung kemih, ahli urologi anda akan bekerja sama dengan dokter bedah dan ahli kanker.

Cara Kerja Konsultasi Urologi

Kemungkinan besar, pasien akan memerlukan rujukan dari dokter ke ahli urologi. Terkadang, jika Anda tahu caranya, Anda dapat meminta rujukan ke ahli urologi tertentu yang Anda inginkan.

Anda perlu mendapatkan janji temu sebelum mengunjungi ahli urologi. Anda dapat menelepon kantornya atau mengatur janji secara online. Anda diharapkan membawa rekam medis anda yang sudah dikirimkan kepada ahli tersebut sebelum Anda datang atau Anda juga dapat membawa dokumen medis anda sendiri untuk melakukan pemeriksaan awal.

Kunjungan pertama biasanya adalah tentang bagaimana mendapatkan keterangan yang jelas tentang apa yang Anda lakukan atau apa yang Anda rasakan. Sang ahli urologi akan menanyakan riwayat medis dan riwayat keluarga anda, dan juga gaya hidup anda. Ia juga kemudian akan menanyakan kesehatan anda secara umum dan gejala yang Anda rasakan, seperti frekuensi kejadiannya atau juga perubahan yang ada saat anda buang air seni, apakah ada rasa sakit, keluaran yang abnormal, dan lainnya. Pada kunjungan pertama anda, anda akan menjalanai pemeriksaan fisik, seperti apakah Anda merasakan sakit pada perut anda. Beberapa tindakan diagnosis lain kemduaian akan dilakukan dalam hari yang sama, seperti pengambilan gambar santir dan uji darah, tapi hasilnya baru akan muncul setelah 24 jam.

Jika dokter curiga akan kemungkinan masalah yang lebih kompleks, Anda akan perlu melakukan beberapa kali kunjungan untuk memeriksa progres kondisi anda.

Biasanya tidak ada persiapan khusus yang diperlukan untuk konsultasi urologi. Namun jika membantu, Anda dapat membuat daftar kekhawatiran Anda dan pertanyaan yang ingin Anda tanyakan sebelum melakukan kunjungan. Internet memiliki beberapa acuan tentang apa yang dapat Anda tanyakan pada ahli urologi.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Urologi

Konsultasi urologi pada dasarnya aman karena tidak melakukan pengujian yang invasif pada tubuh anda. Namun, seperti halnya konsultasi pada umumnya, konsultasi dapat menyebabkan rasa cemas. Anda dapat mengurangi rasa cemas tersebut dengan cara:

  • Melakukan kunjungan bersama teman terdekat anda
  • Mencara ahli urologi yang akan membuat Anda nyaman untuk berbagi pengalaman
  • Menyiapkan pertanyaan yang ingin ditanyakan
  • Membuang jauh-jauh pikiran tentang kondisi anda, terutama jika Anda belum didiagnosis secara jelas
  • Melakukan konsultasi dengan klinik atau rumah sakit yang sudah tekenal yang menghargai privasi para pasiennya selama konsultasi.
    Rujukan:

  • British Journal of Urology

Bagikan informasi ini: