Apa itu Kunjungan Bedah Mulut Darurat?

Situasi darurat bedah mulut merupakan situasi mendesak di mana spesialis bedah mulut harus mengobati luka serius pada gigi, gusi, mulut, wajah, dan rahang. Prosedur bedah mulut dapat dilakukan oleh spesialis bedah mulut dan maksilofasial di rumah sakit atau klinik gigi yang dilengkapi peralatan bedah.

Menangani sakit gigi dengan pencabutan gigi darurat dan gigi goyang merupakan contoh dari keadaan darurat gigi. Keadaan darurat ini jarang yang mengancam jiwa, namun pasien tetap harus melakukan kunjungan darurat ke spesialis bedah mulut untuk mengobati gigi, mengendalikan pendarahan gusi dan mulut, memberikan pereda nyeri atau untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih parah.

Pada kebanyakan kasus, kunjungan bedah mulut darurat diperlukan ketika kondisi pasien ternyata lebih parah dari yang diperkirakan. Pada kasus darurat, seperti kecelakaan traumatik, pasien akan langsung dirujuk ke spesialis bedah mulut untuk mendapatkan perawatan.

Siapa yang Perlu Menjalani Kunjungan Bedah Mulut Darurat dan Hasil yang Diharapkan

Kunjungan darurat ke spesialis bedah mulut dilakukan saat terjadi kondisi darurat mendadak (seperti yang tercantum di bawah) yang menyebabkan luka, nyeri parah, dan cedera pada gigi, gusi, mulut, rahang, dan wajah.

  • Gigi tercabut – Gigi biasanya tercabut karena hantaman pada mulut atau wajah. Pada situasi ini, gigi dapat dipasangkan kembali ke kantong gigi asalkan pasien segera ditangani oleh spesialis bedah mulut. Gigi yang tercabut sebisa mungkin harus segera dimasukkan kembali ke kantong gigi bahkan sebelum pasien dibawa ke ruang gawat darurat atau klinik gigi. Jika tidak memungkinkan, gigi tersebut harus dimasukkan ke dalam segelas susu atau air dengan garam. Setelah itu, spesialis bedah mulut dapat memasangkan kembali akar gigi dan memberikan bidai untuk menyokong gigi.

  • Gigi patah atau retak – Gigi yang patah atau retak merupakan masalah serius yang harus segera ditangani karena kondisi ini dapat menandakan kerusakan serius pada struktur akar gigi. Perawatan yang dapat diberikan meliputi perawatan saluran akar gigi , implan mahkota gigi atau implan gigi.

  • Luka jaringan lunak ringan – Gigi bukanlah satu-satunya organ yang dapat menderita cedera dan luka. Spesialis bedah mulut juga dapat mengobati luka jaringan lunak pada gusi, mulut, pipi, dan lidah yang biasanya disebabkan oleh luka gores atau luka tusuk.

  • Pencabutan gigi bungsu yang mengalami impaksi – Gigi geraham bungsu seharusnya muncul pada usia 17-21 tahun, namun dalam beberapa kasus gigi ini tidak muncul sehingga terjadi impaksi. Gigi bungsu tidak dapat keluar karena tidak ada tempat di mulut. Jika gigi geraham bungsu tidak keluar, atau hanya sebagian yang keluar, ada kemungkinan terjadi infeksi dan nyeri parah. Sehingga, prosedur bedah mulut darurat perlu dilakukan.

  • Abses dan infeksi wajah – Abses adalah infeksi berat yang terjadi di sekitar akar gigi atau di antara gigi dan gusi. Abses mirip dengan nanah jerawat yang menonjol, sangat menyakitkan serta dapat menyebabkan pembengkakan di daerah sekitar infeksi. Akibat abses, infeksi lainnya dapat muncul pada gusi dan rahang. Sehingga, spesialis bedah mulut harus mengeluarkan nanah dan mencabut gigi yang terinfeksi, jika diperlukan.

  • Bedah rekonstruksi akibat cedera gigi – Ketika terdapat kerusakan parah pada wajah dan mulut akibat cedera, perawatan yang diberikan tidak cukup hanya untuk memperbaiki kerusakannya saja. Bedah rekonstruksi juga diperlukan untuk mencegah atau memperbaiki cacat fisik pada wajah.

Cara Kerja Kunjungan Bedah Mulut Darurat

Ketika pasien mengalami salah satu situasi yang tertulis di atas, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghubungi klinik gigi terdekat. Klinik gigi dapat membantu pasien dengan memberikan instruksi pertolongan pertama, dan kemudian meminta pasien pergi ke klinik sesegera mungkin. Jika terjadi kecelakaan atau cedera saat klinik tutup, pasien mungkin akan diarahkan ke ruang gawat darurat di rumah sakit terdekat.

Pemeriksaan yang tepat akan dilakukan tergantung pada situasi pasien. Pada kasus gigi tercabut atau gigi avulsi, spesialis bedah akan segera melakukan rontgen untuk mengevaluasi kondisi akar gigi, yang akan digunakan sebagai penentu apakah gigi dapat ditanam kembali. Rontgen juga akan dilakukan pada kasus patah tulang dan cedera pada gusi dan mulut. Setelah hasil prosedur diagnostik didapat, dokter ahli bedah mulut dan tim dapat memutuskan pengobatan apa yang paling tepat. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah penggunaan obat pereda nyeri, antibiotik (pada kasus infeksi), prosedur bedah kecil (terapi saluran akar), atau prosedur bedah besar (pada kasus kerusakan parah pada wajah, gusi, dan sekitar struktur tulang akibat cedera serius).

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Kunjungan Bedah Mulut Darurat

Kunjungan bedah mulut darurat akan berhasil jika pasien segera dibawa ke spesialis bedah mulut dan gigi diawetkan (jika tercabut). Komplikasi dapat terjadi jika gigi tidak ditangani dengan baik, sehingga gigi tidak dapat ditanam kembali dan dokter akan menggunakan metode pengobatan lain. Keterlambatan membawa pasien ke klinik dapat memperburuk situasi, yang dapat menyebabkan pasien perlu tinggal di rumah sakit atau membayar prosedur yang lebih mahal. Prosedur pembedahan pada gusi, rahang, dan mulut juga memiliki resiko tertentu seperti infeksi, pembengkakan, nyeri, rasa tidak nyaman, dan reaksi alergi terhadap obat bius.

Rujukan:

  • American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons: "The Oral and Maxillofacial Surgeon."
Bagikan informasi ini: