Apa itu Konsultasi Orthodonti Lanjutan?

Konsultasi orthodonti lanjutan adalah janji temu dengan spesialis orthodonti setelah pemasangan kawat gigi atau penahan gigi.

Orthodonti adalah cabang kedokteran gigi yang berfokus untuk memperbaiki gigi yang tidak rata dan bentuk gigi yang bermasalah. Spesialis dalam bidang ini, disebut orthodontist atau spesialis orthodonti.

Gigi adalah salah satu bagian tubuh terkuat yang bertanggung jawab terhadap beberapa aktivitas penting seperti menggunyah dan menggigit. Sel-sel yang terbentuk menjadi tunas gigi, saat masa awal janin dalam kandungan.

Gigi yang pertama kali tumbuh disebut gigi susu. Keberadaannya sementara, karena akan tanggal dan berganti dengan gigi permanen.

Penyelarasan gigi diperlukan, karena jika tidak masalah gigi dan mulut dapat muncul. Seperti, masalah dalam mengunyah dan menggigit, serta memberikan tekanan berlebih pada otot wajah. Dan beberapa, menginginkan penyelerasan gigi, karena alasan penampilan.

Masalah gigi seperti gigitan, yang membutuhkan penyelarasan dapat diperbaiki dengan peralatan seperti kawat gigi dan penahan gigi. Selain itu, ada juga headgear dan palatal expander (untuk memperlebar rahang), dan bumper untuk bibir dan pipi.

  • Perawatan orthodonti biasanya termasuk
  • Mendapatkan pemeriksaan gigi menyeluruh termasuk rontgen
  • Pencabutan gigi, jika diperlukan
  • Mendapatkan cetakan gigi
  • Dan memasangkan alat pada gigi


Langkah-langkah ini dapat diselesaikan dalam satu atau beberapa kali kunjungan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Orthodonti Lanjutan & Hasil yang Diharapkan

  • Anak berusia 7 tahun atau lebih – Gigi permanen muncul paling cepat pada usia 5 tahun, biasanya muncul di usia 7 tahun. Jika sudah muncul, dokter gigi dapat melakukan evaluasi orthodonti. Jika penyelarasan gigi dan bentuk gigitan perlu diperbaiki, maka akan dirujuk ke spesialis orthodonti. Meskipun, penilaian ini dapat dilakukan pada usia berapapun, tapi saat gigi permanen belum tumbuh tidak begitu diperlukan.

  • Individu yang memakai peralatan oral – Peralatan oral digunakan untuk menyelaraskan gigi dan dalam proses, gigi seharusnya bergerak ke posisi yang benar. Untuk memastikannya, pasien perlu berkonsultasi secara rutin agar dokter dapat melakukan penyesuaian.

  • Mereka yang ingin membutuhkan peralatan oral baru – Gigi dapat bergerak secara bertahap dan dapat memakan waktu 3 – 5 tahun. Biasanya, setelah beberapa tahun peralatan oral akan menjadi usang dan perlu diganti. Ini bisa dilakukan, saat konsultasi lanjutan.

Meskipun jarang terjadi, jika pasien mengalami keadaan orthodonti darurat, setelahnya ia perlu melakukan kunjungan yang dijadwalkan.

Cara Kerja Konsultasi Orthodonti Lanjutan

Konsultasi orthodonti lanjutan dijadwalkan tiap 4 – 6 bulan sekali, tergantung pergerakan gigi. Selama konsultasi, spesialis orthodonti akan:

  • Memeriksa kondisi gigi dan area di sekitarnya seperti bibir, pipi, dan gusi.

  • Spesialis orthodonti akan melakukan penyesuaian, jika diperlukan. Misalnya, mengganti karet atau kawat pada kawat gigi atau memindahkannya. Penting untuk melakukan perubahan gigi ke posisi ideal secara perlahan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

  • Jika diperlukan, pemeriksaan seperti rontgen diperlukan.


Spesialis orthodonti juga harus menangani hal-hal berikut:

  • Orthodonti darurat – Ini merujuk pada situasi, di mana pasien memerlukan perhatian dan perbaikan langsung dari spesialis orthodonti. Termasuk, hilang atau kendurnya kawat dan pengikat, yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan menyebabkan kerusakan tidak hanya pada mulut tapi seluruh peralatan oral.

  • Pasien merasa tidak nyaman – Pemasangan kawat gigi dapat menyakitkan dan terasa tidak nyaman pada beberapa hari pertama. Jika pasien tidak sanggup menahannya, spesialis orthodonti akan meresepkan obat pereda nyeri.

  • Konseling – Spesialis orthodonti adalah pihak terbaik untuk dimintai saran tentang peralatan apa yang sebaiknya digunakan, atau kapan perlu mengganti kawat atau penahan gigi.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Orthodonti Lanjutan

Tidak semua pasien berkomitmen untuk melakukan konsultasi lanjutan orthodonti secara rutin, karena berbagai hal. Tidak rutinya kunjungan dapat menimbulkan masalah. Misalnya, spesialis orthodonti tidak dapat mendeteksi pergerakan gigi yang menyimpang atau kendurnya peralatan oral, dan ini dapat menyebabkan masalah atau memperpanjang kebutuhan perawatan gigi.

Rujukan:

  • Tinanoff N. Malocclusion. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2011:chap 301.
Bagikan informasi ini: